LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC RUMAH POHON BAB 2



...***...


Beberapa hari kemudian kami memulai rencana membangun tempat rahasia, membangun rumah pohon.


Karena sulit mencari tempat aku sendiri yang menyusuri hutan di depan rumah kakek, namun entah kenapa aku merasa diajak lebih dalam ke hutan.


“Disini” suara seseorang memanggil


Hutan di penuhi oleh pohon besar yang berjajar, membuat orang sering tersesat.


Namun disaat aku masuk lebih dalam,


“Waahhh”


Sebuah pohon dengan halaman luas di bawahnya membuat aku takjub, indah dan besar, aku pun menjadikan tempat ini sebagai persembunyian rahasia.


“Baiklah, sekarang bagaimana cara untuk kembali”


Aku yakin ada sosok yang menuntun aku kemari, namun aku mengikuti saja. Tidak ingin menambah masalah dengan membuang waktu, aku mengumpulkan 20 batu besar, setelah terkumpul aku berancang-ancang dan lari lurus kedepan.


“Huft, hah” aku berlari terus ke depan berharap bisa keluar dari hutan


Sambil berlari aku menandai pohon dan meletakan batu besar di bawah sebagai petunjuk jalan. Beruntung aku tidak disesatkan oleh hutan dan berhasil keluar.


Saat keluar aku melihat rumah kakek yang cukup jauh dari tempat persembunyian, sekitar 1 setengah km.


Aku kembali dengan berjalan, 2 jam telah berlalu setelah sampai di rumah kakek membuat Ari dan Fadil khawatir.


“Dari mana saja kau Ferdi?”


“Aku mencari tempat, sudah aku temukan”


“Eh benarkah? Dimana? Aku ingin melihatnya”


“Kita akan kesana besok, hari sudah sore aku takut kita akan tersesat. Jadi dil sudah selesai membuat desainnya?”


“Yah mungkin besok akan selesai, aku juga sudah memperkirakan apa dan berapa yang harus dikeluarkan. Tapi kita harus melihat bentuk dan lokasi pohonnya juga”


“Lanjutkan saja desainnya, aku merasa pohon itu cocok untuk menjadi tempat kita”


Kami bertiga menginap di rumah kakek, karena sudah sering bermain kami diperboleh oleh orang tua. Bergadang membuat desain tugas Fadil, aku dan Ari hanya menjadi Assisten saja.


(Keesokan Harinya)


Kami bertiga menaiki sepeda untuk kembali ke tempat itu,


“Hah…hah…hah, kenapa jauh sekali Ferdi?” tanya Ari


“Benar, apa tidak ada yang lebih dekat?”


“Lihat dulu baru bicara”


Sekitar 20 menit kami bersepeda dan memasuki hutan, beruntung aku menandai pintu masuk saat keluar hutan kemarin.


“Woaah luas sekali”


“Selain itu pohonnya juga bagus, kita bisa membangun rumah pohon yang cukup besar di atas”


“Memang memakan waktu tapi jika terbiasa, tempat ini adalah perkumpulan kita”


“Kurasa kita akan setiap hari kemari ya”


Beberapa hari kemudian kami memulai membangun rumah pohon, karena masih kecil kami meminta bantuan kak Jhon untuk membelikan bahan dan barang menggunakan truk.


Barang di tinggal di depan hutan sesuai pintu masuk rumah pohon, sehingga kak Jhon tidak mengetahui persembunyian kami.


Hari demi hari, minggu demi minggu, dan kami berhasil menyelesaikan rumah pohon selama 1 bulan penuh. Ruang 5 x 5 meter, di isi oleh meja kecil, kasur, karpet dan lampu otomatis.


Di luar juga, rumput kami bersihkan dan halamannya menjadi luas, kami menanami bunga dan tanaman obat.


Di belakang kami membuat kamar mandi yang terbuat dari tumpukan kayu dan beratap daun kelapa.


Sedikit demi sedikit dengan uang yang diberikan kak Jhon kami menanam sayuran dan buah-buahan di belakang.


Beberapa tahun kemudian tempat persembunyian kami menjadi sangat penting, ketika kami menjadi seorang UNIVERS 7.


Rumah pohon ini menjadi pelindung dan tempat persembunyian…bahkan setelah perang selesai rumah pohon ini masih berdiri.


Setelah pertempuran besar kami kembali kemari dan merenovasi rumah pohon, kini rumah pohon itu menjadi senjata bagi UNIVERS 7.


Gudang senjata, tempat penelitian, tempat pelatihan di bawah tanah sementara di atas tempat untuk beristirahat dan melakukan usaha, menanam sayur dan buah-buahan, beternak ikan, serta sebagai tempat perkelahian.


AWAL RUMAH POHON....BERSAMBUNG