LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC ALIANSI SEKOLAH BAB 2



(SMA xx Palembang, Istirahat Pertama)


Untuk menyelesaikan masalah harus ada satu orang yang menjadi korban agar aku bisa selamat, aku pun berpura-pura melihat Rendi dengan tatapan tajam.


Rendi merasakan tatapanku yang membuatnya semakin takut, tatapan itu seolah menyuruhnya untuk bicara.


“Tunggu!, aku akan bicara…oke” tegas Rendi


“Itu bukan salah Ferdi, itu salah kalian semua”


Ucapan Rendi membuat kami diam seketika namun dicampur dengan kebingungan,


“Apa maksudmu?” tanya Tysa


“Kalian sudah membentuk organisasi sekolah SMA bukan, dengan sekolah-sekolah lain di kota ini”


“Ya, lalu kenapa?”


“Yang kalian gabungkan itu hanya SMA-SMA saja tapi tidak dengan anak SMK”


Aku mengerti maksud Rendi dan berupaya memikirkan cara bagaimana menyelesaikannya,


“Memangnya kenapa?” tanya Tysa


“Anak-anak SMK tidak terima dan membuat organisasi juga”


“Bukankah itu bagus?” tambah Alycia


“Bagus apanya, tujuan mereka bukan seperti oragnisasi kalian. Mereka malah membuat keributan di jalanan, dan menyerang sekolah-sekolah lain. Lalu, ada juga berita kalau mereka mendapatkan uang juga dari pekerjaan kotor”


“Pekerjaan kotor?”


“Ada yang bilang mereka jadi orang suruhan suatu perusahaan gelap yang mau mengambil alih tanah. Aku dan teman-temanku cuma menghentikan mereka agar tidak masuk ke sekolah kita”


“Dengan cara kekerasan? Itulah masalahnya, karena kau sudah mengakui perbuatanmu kurasa memberikan hukuman adalah hal benar”


“Tu..tunggu dulu, aku kan sudah jujur kenapa masih di hukum?” Rendi melihat ke arahku


Aku hanya membuang muka tidak ingin terlibat masalah,


“Aku duluan sebentar lagi mau masuk. Ayo Tysa, kau masih ada urusan kan” aku berusaha menghindar


“Baik Ferdi”


“T..tunggu, Ferdi” teriak Rendi


Saat itu aku tidak memperhatikan masalah itu, sebuah konflik antara kedua organisasi.


Dimana anak-anak sekolah menjadi suruhan orang dewasa untuk mengerjakan pekerjaan kotor mereka.


...***...


Organisasi anak-anak SMK yang diisi dari beberapa sekolah, sudah satu bulan mereka terbentu dan kini sudah semakin solid.


Meningkatnya mereka karena bantuan orang asing, namun mereka tidak tahu tujuan dari orang asing itu.


Saat ini mereka hanya ingin mengalahkan dan menguasai,


“Hahaha, sekarang wilayah kita sudah luas” ujar salah satu tangan kanan Kevin


97 orang yang terdiri dari anak-anak SMK berkumpul di gedung tua tempat persembuyian mereka. Tempat di dekat bagunan proyek yang sudah lama ditinggal.


Dalam organisasi di dalam Hooligan, ketua mereka Kevin yang dikenal sebagai Monster dari SMP F memimpin 97 orang dengan 4 tangan kanan lain yang merupakan ketua dari beberapa sekolah.


Iaz si tangan besi dari SMK A, Dio si beruang merah dari SMK C, Aryo si pelahap dari SMK X, dan Fin si roda gila dari SMK V.


Tidak lupa dengan Kevin si Monster SMP F dari SMK X, yang sudah mengalahkan banyak anak sekolah bahkan preman jalanan. Ia sendiri pernah mendekam di penjara satu hari karena terlibat dengan tawuran saat SMP.


“Anak-anak SMA itu harus di beri pelajaran, kita kuasai wilayah mereka pasti mereka juga akan ikut bergabung dengan kita” jelas Kevin


“Benar kev, mereka juga cuma anak-anak SMA paling tidak bisa berkelahi sungguhan”


“Jangan remehkan mereka, ada satu sekolah yang memiliki monster seperti aku”


4 tangan kanannya diam mendengar itu, sebuah cerita di masa lalu saat Kevin berkelahi dengan anak seumurannya.


“Joko, pasti akan aku balas dia”


“SMA xx, SMA 8, SMA 17 dan SMA 19 adalah sekolah yang ada di wilayah ini. Hanya SMA xx dan SMA 8 saja yang harus kita waspadai” kata Dio sebagai otak dari Aliansi Hooligan


“Besok kita serang SMA 19, siapa yang memimpin disana?” tanya Kevin


“Julian, dia adalah preman terkenal di 19”


“Kalau begitu cukup serang dia, kalau ada yang yang lain segera bereskan. Kita kuasai wilayah itu”


Keesokan harinya dua tangan kanan Aliansi Hooligan menyergap Julian saat sore hari setelah sepulang sekolah.


Tubuhnya babak belur dan tidak bisa masuk ke sekolah beberapa hari, ataupun ia sudah mengalami trauma.


Untuk menandai wilayahnya, Kevin menyuruh anak buahnya untuk berkumpul di depan SMA yang sudah di beri peringatan.


Sebagai tanda mereka adalah penguasa selanjutnya, dengan begitu keberadaan mereka di ketahui.


Murid yang melewati mereka saat keluar gerbang hanya tunduk ketakutan, tidak ingin mencari masalah.


Begitu juga dengan para guru, tidak ada yang menegur anak-anak SMK yang sering berkumpul di seberang jalan.


Sedikit demi sedikit Aliansi Hooligan menunjukan taring dan disaat itu juga wilayah Naga Merah pun terancam.


ALIANSI HOOLIGAN....BERSAMBUNG