LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC THE WHITE VS SHADOW 4



(Sekolah, Pagi Hari)


Sama seperti kemarin, hari ini bahkan lebih berisik dari sebelumnya, tentu berita tentang The White tidak akan menghilang begitu saja.


“Apa yang terjadi?”


“Kau benar-benar tidak tahu Ferdi? Itu, The White, dia menunjukan identitasnya”


“Hah?”


Ada orang yang berusaha mengambil identitas The White, dan dia bahkan menunjukan dirinya melalui internet. Aku ingin tahu siapa orang yang melakukan hal seberani itu.


“Siapa orangnya?”


Aku melihat ke layar handphone Abdul, disana terlihat berita tentang pengumuman datangnya pahlawan The White. Berita menyebutkan bahwa orang bernama Albert memproklamirkan dirinya sebagai The White menggunakan pakaian yang sama, dan mulai memberikan bukti-bukti tentang apa saja yang dilakukan sebelumnya.


Beberapa masyarakat percaya dan yakin jika orang itu adalah The White, menyebabkan berita panas ini menjadi viral di seluruh dunia.


Namun bagi dunia, The White masih terdengar asing, tapi tidak dengan warga kota ini, dia adalah seorang pahlawan yang dibangga-banggakan.


Saat orang yang mengatakan kebenaran bahwa pahlawan itu kembali muncul dengan mengungkapkan identitas, semua orang akan percaya.


“Apa kau percaya ini? Jika dia benar-benar ada, berarti cerita dia menghabisi semua preman jalanan dalam satu malam itu sungguhan”


“Aku rasa begitulah, apa kau percaya dengan berita ini?”


“Eh, aa, aku masih sedikit meragukannya, tapi apa kau melihat berita lainnya. The White kembali beraksi melawan preman jalanan di gang 1, itu juga menjelaskan kejadian terbunuhnya banyak orang di rumah kosong dekat pinggiran kota bukan?”


Abdul adalah orang yang bisa membuat cerita apapun menjadi masuk akal, tapi dia kurang mengetahui fakta. Aku rasa itu tidak masalah untuk sekarang, hal ini karena membuat diriku tidak di curigai dan memang orang itu terbukti palsu maka The White akan teredam selamanya.


“Baiklah-baiklah, aku percaya. Lalu cepat letakan handphone kalian, jika tidak ingin diambil”


Waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, artinya pelajaran dimulai, dan untuk urusan lain di sekolah itu seperti biasa.


...***...


Bu Dona menuju ke kelas IPS 2 untuk mengajar, sesaat melewati koridor ia merasakan sebuah hawa yang tidak biasa. Ia melihat petugas yang sedang membersihkan halaman, namun dengan pakaian serba hitam, merasakan sebuah keanehan setelah melihatnya.


Tanpa diduga orang itu mengangguk kepadanya sebagai salam perkenalan,


“Siapa itu? Petugas baru? Aneh sekali pakaiannya”


Bu Dona tidak ingin membuang waktu untuk mengajar, ia meninggalkan petugas kebersihan yang mencurigakan itu.


...***...


(Sepulang Sekolah)


Aku sudah berjanji dengan Shadow untuk bertemu, menelpon Frank agak berlebihan dan mungkin dia juga kenal dengan Shadow. Maka itu aku membawa motor sendiri, menunggu orang cukup sepi kami bisa berangkat.


“Tapi dimana orang itu?”


“Master”


Orang dengan pakaian kebersihan memanggil master, tapi aku kenal dengan suaranya.


“Hah? Kenapa kau menggunakan itu?”


“Saya rasa untuk menjadi orang biasa memerlukan pekerjaan, jadi saya menjadi petugas kebersihan disini”


“Bagaimana kau bisa masuk?”


“Saya hanya membaca lowongan pekerjaan di luar dan langsung kesini, saya langsung membersihkan halaman”


Orang ini benar-benar mudah di perintah, meski kemampuannya luar biasa tapi dia sedikit bodoh seperti Ari. Aku menepuk dahi karena ulah Shadow,


“Baiklah aku mengerti, tapi tidak seperti ini juga. Apa kau sudah menemui kepala sekolah atau orang yang memberikan lowongan pekerjaan itu?”


“Tidak, karena di lowongannya berkata langsung bekerja”


“Benarrr! Tapi tidak seperti itu, haa, sebenarnya aku berpikir bagus kau bekerja disini, tapi untuk pekerjaannya yang tidak bagus”


Aku rasa kami akan membuat keributan jika tetap disini, jadi aku memutuskan untuk langsung pergi.


“Kau membawa perlengkapan?”


“Iya master”


“Pakailah dan tunggu aku di belakang sekolah. Aku ingin mengambil motor di parkiran”


“Baik Master”


BERSAMBUNG....