LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI BAB 9



(Bagas VS Iaz)


“Cih, Aryo cepat sekali kalah. Jadi kita lanjutkan, pengecut?” sapa Iaz di tengah tawuran


“Hem, jangan pikir aku akan lari lagi”


“Baguslah!”


Pertarungan Bagas dan Iaz sudah mencapai puncak, saat ini Iaz berada di atas Bagas.


“Buk…buk…bak”


“Akh..akh..kuh”


Serangan Iaz mulai mengenai Bagas, tapi ada juga yang berhasil di tahan.


“Kau itu lemah, kau hanya bisa menempel pada Joko. Mau seberapa keras kau berusaha, kau akan selalu jadi pecundang di mataku”


“Sialan kau…” Bagas kembali berdiri


“Cuh” Bagas meludah kearah Iaz, sedikit darah keluar dari mulutnya


“Aku memang selalu bersama Joko, tapi dia adalah temanku”


“Bajinga* kecil ini!”


Iaz kembali melancarkan pukulan, namun semua itu terhenti oleh pukulan dari arah lain.


“Buuukkk!” Joko memukul wajah Iaz sampai membuatnya jatuh


“Akhh, sialan siapa…” ucapan Iaz berhenti setelah melihat Joko


“Jok, kenapa kau malah kesini?”


“Karena sahabatku sedang dalam kesulitan”


“Cih, kalian ini bermain keroyokan. Tidak adil”


“Ingat apa yang kau katakan dulu? Ini adalah pertarungan jalanan, tidak ada wasit, tidak ada aturan. Yang ada hanya menang dan kalah” jelas Bagas


“Hahhh”


Bagas dan Joko sama-sama menyerang Iaz, pukulan bertubi-tubi mengenai tubuhnya.


Walau tidak adil tapi ini yang paling penting adalah mereka menang dan menyelesaikan masalah malam ini.


“Haahh, bukk” pukulan dari dua tangan yang berbeda menuju perut Iaz


Pukulan bersama dari Bagas dan Joko membuat Iaz terkapar di tanah, pingsan tak sadarkan diri.


...***...


(Rendi VS Fin)


Sisi lain dari pertarungan sengit antara aliansi Hooligan dan geng Expose, kini dua musuh di masa lalu bersatu untuk mengalahkan musuh baru yang lebih kuat.


“Buak”


“Ahh, apa-apaan ini? Dia kuat sekali, hampir seperti Joko”


“Kurasa kau salah. Kekuatan ku tidak sampai seperti Joko”


“Yah benar juga sih. Tapi kalian sama-sama membuat aku kesal”


Rendi kembali menyerang Fin, serangan dari keduanya saling di hindari. Meski begitu Fin masih belum serius dalam melawan Rendi, karena saat ia serius senjata akan keluar dari belakang.


“Buak!” suara Aryo terjatuh


“Waktunya untuk serius”


Fin mengeluarkan gir sepeda yang cukup besar di ikat dengan rantai, di ayun-ayunkannya ke atas kepala.


Rendi tahu bahwa Fin tidak akan segan untuk menyerang menggunakan gir itu.


“Ayo maju!” Fin maju sambil melayangkan gir miliknya


“Gila!” Rendi pun lari karena takut mati


“Jangan lari bangsa*!”


Kejar-kejaran antara Rendi dan Fin berlangsung cukup lama, tidak ada yang berani ikut dalam pertarungan mereka.


“Sialan” Rendi mulai kehabisan nafas


Namun Fin yang berlari sambil membawa gir masih berdiri tegak,


“Sudah menyerah hah?”


“Cih, bajingan ini”


“Rasakan ini!”


“Wush...wush…wush!” suara angin yang terbentuk dari putaran gir Fin


“Grak!” sebuah kayu mengenai gir yang sedang berputar


Gir milik Fin lepas dari rantainya, membuat padangan Fin maupun Rendi mengarah pada asal kayu.


“Kau tidak apa-apa preman imut?” tanya Kak Revan dengan nada mengejek


“Revan ya, sudah lama tidak bertemu”


“Yo Fin, kau masih gila saja ya. Bermain-main dengan senjata berbahaya itu”


“Kau juga masih sering bermain pemukul kan. Apa tangan mu baik-baik saja sekarang?”


“Sialan kau ya, ini semua gara-gara kau tahu”


Fin dan Revan adalah kenalan satu SMP, keduanya adalah anak nakal yang sering tawuran di jalanan.


Mereka berdua bertemu saat tawuran dahulu dan membuat mereka saling bermusuhan. Suatu hari sebelum perpisahan sekolah, Fin dan Revan saling mengadu kekuatan.


“Rasakan ini!”


“Pakk, buk, buk, bak”


“Hah, buk, bak, bak”


Keduanya saling menyerang, memang bagi orang yang sering menggunakan senjata keinginan menggunakan selalu ada.


Saat keduanya hampir seimbang, Fin tiba-tiba mengeluarkan gir dari belakang bajunya dan menyerang Revan.


Meski berhasil di tangkis, hasil serangan gir Fin membuat tulang tangan kiri Revan retak.


“Cih ada dua ya”


“Ini seperti dulu ya Revan. Apakah kau mau menangkis benda ini lagi?”


“Tenang saja, kali ini aku juga akan menggunakan senjata. Kita lihat siapa yang akan kehilangan tangannya” tunjuk Revan menggunakan kayu di tangan


PERTEMPURAN ALIANSI....BERSAMBUNG