LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI BAB 4



(Pasar Tegal)


Beberapa anak yang mengendarai motor tidak berhenti menganggu para pedagang dan pembeli dengan suara knalpot bising mereka.


Jika dilihat dari penampilan mereka adalah anak-anak nakal yang masih SMA.


Benar, anak-anak dari Aliansi sudah mulai bergerak untuk merusuh pasar.


“Woi, pergi kalian” teriak Raka


Lukman mengambil kayu sebesar lengannya untuk menakut-nakuti, memang beberapa waktu mereka pergi lari.


Tak berapa lama kemudian mereka datang lagi dengan personel yang lebih banyak.


Malam nya tanpa diketahui anak-anak aliansi datang ke pasar dan merusak tempat dagang di pasar.


Beberapa hari sudah berlalu dari kejadian itu, namun tidak ada gerakan dari Naga Merah karena yang berbuat adalah anak-anak.


Hingga malam itu terjadi, sebuah kebakaran di salah satu tempat pedagang di malam hari membuat mereka yang berjaga sangat terkejut,


“Heii kebakaran!” teriak Lukman


Warga di dekat kejadian segera datang dan membantu memadamkan api, walau tidak besar tapi api berhasil melahap kios itu.


Ketenangan dan ketenraman di pasar itu sudah hilang, kini Naga Merah tidak bisa diam.


Namun langkah mereka sedikit terlambat, kepercayaan mulai pudar di lahap kegelapan malam.


“Hei kalian, bagaimana bisa terjadi kebakaran?” tanya seorang warga


“Ini pasti ulah anak-anak itu!” tegas Raka


“Kalau begitu seharusnya kalian bisa menghentikan mereka bukan. Dari kemarin mereka membuat masalah tapi kalian diam saja”


“Benar, cuma makan duit haram saja”


Tuduhan yang seharusnya bertuju pada musuh kini berubah arah,


“Tapi kan bapak ibu, ini…” ucapan Raka di potong oleh Lukman


“Baik bapak ibu, kami berterima kasih sebelumnya dan sekaligus meminta maaf, kejadian ini tidak akan terulang lagi” ujar Lukman


“Awas saja ya!”


Kemarahan warga memang tidak bisa dihindari, namun beban kini berada di pundak geng Naga Merah.


(Geng Naga Merah)


“Sialan, ternyata mereka sampai berbuat hal sekeji itu”


“Ini sudah tidak bisa di maafkan, kita harus memberi mereka pelajaran” tegas Dodo


“Benar, lusa malam kita hajar anak-anak itu”


“Kenapa tidak mala mini bang? Jika lusa kan terlalu lama?”


“Kita masih belum berkumpul sepenuhnya, dan juga kita harus izin terlebih dahulu pada pemimpin besar”


Saran Dodo yang terkesan tergesa-gesa dan desakan tidak henti itu adalah bagian dari rencana nya juga.


Sebuah pengkhianatan yang tidak diketahui oleh rekan-rekannya, bahwa musuh di dalam selimut tidak bersembunyi lagi.


(Suara Telpon)


“Lusa malam mereka akan menyerang pos anak-anak itu”


“Benarkah? Ini informasi berharga. Baiklah, aku akan mempersiapkan anak-anak itu”


“Hahaha, baiklah. Tapi jangan lupa dengan janji mu pak, setengah dari wilayah yang kalian kuasai akan di pimpin olehku” tegas Dodo


“Tentu”


Telpon di tutup, dari pandangan Dodo ia sangat senang karena kerja sama yang ia buat dengan perusahaan Vortex.


“Jangan salahkan aku bang Naga, hehehe”


Namun dari sisi perusahaan Vortex, Dodo hanya salah satu boneka dari rencana mereka. Bahkan dengan adanya Dodo semua rencana berjalan dengan lancar.


“Dasar bodoh, memang nya siapa kau hah, dasar anjing kampung” ujar Vortex setelah telpon berakhir


“Dia bahkan tidak tahu jika dia di manfaatkan, sungguh bodoh” ejek Antonio


“Kau sudah dengar itu bukan? Siapkan anak-anak itu”


“Baik pak”


“Lalu tugas untuk anda Tuan Roa….”


Roa dan anak buahnya berada di ruangan Vortex, dengan wajah dan tekanan menakutkan membuat profesi mereka sebagai pembunuh bayaran professional bukan hanya julukan.


“Baiklah” tegas Roa


PERUSAHAAN VORTEX....BERSAMBUNG