
Setelah selesai membasmi semua anggota Black Python, Si Putih kembali ke ruangan utama. Menumpuk semua mayat menjadi gunung, seperti sebuah tumpukan sampah.
Kini akhir dari anggota Black Python di Indonesia telah terjadi, tanpa sisa mati di tangan Si Putih.
Dendam dan kemarahan sudah tercapai, setelah berakhir tentu Si Putih hanya merasakan satu hal seperti biasa, Kekosongan.
"Kurasa yang disana juga hampir selesai"
Pakaian putih berubah menjadi merah karena darah orang-orang yang ia bunuh, topeng yang ia pakai terasa pengap.
"Haa, seharusnya aku memakai pakaian warna hitam" ujar Si Putih yang duduk di atas tumpukan mayat sambil melihat kedua tangan yang berlumuran darah
...***...
(Timur Tengah)
Sebuah tugas dari masternya, sang bayangan mulai menunjukan diri.
"Crass, crat, buak!"
Sebuah pertempuran terjadi di markas pembunuh bayaran Timur Tengah.
"Sialan, tunjukan dirimu!"
"Dor...dor...dor"
"Tratatatatat"
Suara tembakan dan dengunan peluru terdengar di sebuah reruntuhan batu. Tempat persembunyian dari Tentara Pembunuh Bayaran"Black Pyhton" di Timur Tengah.
"Bos, bagaimana ini? Dor...dor"
"Dor...dor...dor"
Tembakan dari tempat yang tidak di ketahui, semua anggota Black Python mulai berkurang.
"Dor, dor"
"Akh...akh!"
Hanya tersisa 5 orang yang belum terbunuh, membentuk sebuah lingkaran untuk melindungi diri.
"Hei siapa kau? Siapa yang mengirim mu? Apa alasanmu menyerang kami?" tanya bos Black Python
Mendengar pertanyaan itu sang bayangan Si Putih pun keluar. Berusaha menjawab pertanyaan untuk masternya.
"Sing!"
Shadow tiba-tiba muncul di hadapan Black Python, dengan jubah tak terlihat ia kembali menghilang.
"Apa?! Menghilang lagi?"
"S..siapa kau sebenarnya?"
"B..bos, bagaimana ini?"
Ketakutan mulai meninggi, cerita lama pun teringat oleh sang atasan. Cerita tentang mantan pembunuh bayaran yang membunuh targetnya dari bayangan.
"Kau, jangan-jangan, pembunuh bayaran, Shadow!" tegas Black Python
"Oh, ternyata kau tahu siapa aku" suara tanpa wujud terdengar
"Tentu saja, bukan pada ku tapi master ku! Kau salah menganggu orang, sekarang matilah!"
Shadow yang tidak terlihat itu seketika sudah berada di depan Black Python. Mengeluarkan senjata pisaunya, ia menusuk musuh.
Pistol pun ia keluarkan dari saku, sekarang ia kelihatan dari tembus pandang nya. Anggota Black Python lain pun tak menyiakan kesempatan, serangan balik kepada Shadow.
"Dor...dor!"
Namun serangan Shadow lebih cepat, dalam waktu kurang dari 1 menit. 5 orang tersisa dari Black Python dihabisi.
"Tidak..mungkin, aku mati oleh...salah satu pembunuh bayaran terkenal...Shadow..."
"Sayang sekali..." Shadow menunjukan diri
"Sekarang matilah, demi masterku!"
"Dor!"
Tembakan dari peluru terakhir pada Black Python menyelesaikan pertempuran singkat itu.
Namun dengan kehancuran dari Tentara Pembunuh Bayaran Black Python, kekuatan di Timur Tengah mulai tidak seimbang.
50 orang di habisi dalam satu malam oleh seseorang, berita itu menjadi hangat di Timur Tengah bahkan hingga ke dunia.
Pelaku nya tidak diketahui hingga sekarang, di duga hanya konflik wilayah antar pembunuh bayaran.
"Misi selesai, master" pesan Shadow pada Ferdi
...***...
(Minggu, Pagi hari)
"Kak Ferdi, bangun!" suara seseorang yang tidak asing membangunkan
"Ada apa Gina?"
"Ayo bangun, kakak masih ingat kan janji kakak kemarin? Kita harus berangkat pagi-pagi"
"Tidak bisakah kita pergi agak siang? Ini hari Minggu, bisa bersantai sedikit di rumah"
"Tidak mau, hari ini pokok nya kakak harus memenuhi semua permintaan ku"
Tidak bisa aku tolak karena aku sudah berjanji,
"Haa, baiklah. Aku akan bersiap dulu"
"Bagus, kalo begitu pertama kita ke Gelora Jakabaring, kita olahraga pagi disana"
Aku hanya membalasnya dengan anggukan,
"Tapi...ingatan dari kemarin malam masih membekas. Dosa yang aku buat, kembali bertambah" pikirku
Beruntung aku meminta Sanjaya untuk membereskan semua, dan menyembunyikan kasus kemarin malam.
Pesan dari Shadow pun aku terima, bahwa Tentara Bayaran, Black Python telah dihabisi semua. Dengan begitu semua sudah berakhir, ancaman telah usai bukan?
BERSAMBUNG....