LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PEMAGANGAN 7



Selesai dari toilet aku langsung menuju ke lantai 10 menggunakan lift dan mencari ruangan tempat Fadil berada. Lantai 10 sangat luas, saat keluar dari lift hanya terlihat lorong luas dengan pernak-pernik mewah di setiap depan ruangan.


Saat aku menatap, aku melihat ada 2 orang yang berdiri di depan ruangan dengan rasa ketakutan. Satu orang pria yang berusia 30 tahunan dan satu orang wanita berumur 20 tahunan, dengan dokumen di tangan mereka berdiri di ruang manager.


“Permisi, pak, bu. Apa disini benar ruang maganer?”


Kedua orang itu langsung menatap ku dengan tersentak karena mereka masih focus pada suara di dalam ruang manager.


“S..siapa kau anak kecil? Apa ada urusan dengan manager?”


“Iya, aku ingin bertemu dengan Fadil. Apa dia ada di dalam?”


Kedua nya membisu,


“S..saat ini pak Fadil maupun pak Ari tidak bisa diganggu. Mereka sedang sibuk” kata seorang pekerja perempuan di samping


Saat aku ingin menjawab suara keras dari dalam ruangan terdengar, suara seperti perkelahian, barang di lempar seperti kekacauan. Aku mengenal suara itu, Ari dan Fadil di dalam sana pasti sedang melakukan hal bodoh lain.


“Haaa, mereka berdua ini”


Pintu tidak di kunci, aku langsung saja membuka nya.


“H..hei kau! Mau apa?” sang pria bernama David menghentikan aku


“Kulihat kalian berdua adalah bagian administrasi bukan?”


Aku sedikit menebak dan hasilnya benar, tugas mereka seperti sekertaris yang membantu secara tidak langsung. David dengan umur yang tidak muda terlihat berisi dan cekatan, lalu perempuan disampingnya adalah sekertaris Ari di perusahaan bernama Khai.


“Kriieet!”


Saat aku membuka pintu, kedua orang bodoh saling melempar bantal dan dokumen, mereka sepertinya tidak memperhatikan aku datang.


“Haa, mereka bertengkar lagi” David menepuk dahi


“Kau, apa yang kau lakukan dengan masuk secara tiba-tiba?” tanya Khai


“Aku disini mau menemui dua orang bodoh”


...***...


Ruangan kantor tempat direktur utama kulihat sangat kotor dan berantakan, membuat aku sedikit naik pitam oleh kedua orang bodoh di depan ku. Namun ada dua orang lain di dalam sini yang tidak boleh aku lupakan.


“Diam” kataku dengan nada dingin


Ari dan Fadil menghentikan pertengkaran mereka, wajah mereka berubah menjadi anak penurut dan berdiri tegap. Aku tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi, atau mungkin selama beberapa tahun ini mereka sering bertengkar seperti ini di belakang.


“Si..siap Kapten”


Dua orang di belakang ku terkejut dengan mulut terbuka, aku tidak tahu apa maksud mereka melakukan itu dan itu terlihat sangat bodoh. Raut wajah mereka mengatakan bahwa anak ini bisa menghentikan pertengkaran dari dua bocah nakal ini?


“Kalian berdua bersihkan kekacauan ini” perintah ku dengan tegas


“Oh, baiklah. Kalian berdua, tolong bersihkan ini…” Ari yang langsung memerintah dua orang di belakang ku


“Aku menyuruh kalian berdua yang melakukannya, kenapa kau memanggil orang lain? Apakah kau ingin aku hukum nanti?”


“Eh, ttidak, tapi kami tidak di hukum ya. Baiklah kalau begitu”


Menurut Ari sebelumnya mungkin ia sudah pasti di hukum maka ia menyuruh kedua pekerja itu melakukan tugasnya. Tapi itu tidak benar karena aku tidak ingin memukul mereka, tangan ku sudah lelah untuk bekerja.


“P..pak, kalau begitu ayo kita ke ruang rapat” ajak Sekertaris


“Ya, baiklah. Kalian berdua jika sudah selesai langsung saja menyusul”


Aku dan dua pekerja itu langsung pergi meninggalkan Ari dan Fadil di dalam sana, membersihkan kekacauan yang mereka buat. Aku juga membutuhkan informasi dari mereka tentang perusahaan dari beberapa tahun terakhir.


“Nah, kakek tua, aku sudah kembali jadi jangan datang lagi ke mimpiku” batinku


BERSAMBUNG....