LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PREMAN PASAR BAB 2



...***...


“Jadi kita disini akan memulai rapat bulanan Geng Naga Merah”


”Sebelum itu aku mau tanya, (dia) itu siapa sih?”


“Maksudnya pemimpin utama kan? Bang Putih?”


“Hah, kalian tidak perlu tahu karena dia tidak ingin diganggu”


“Tapi bagaimana mungkin, bang Naga pun tidak pernah kelihatan lagi di rapat”


Debat antar 5 besar inti Geng Naga, karena ketidakhadiran pemimpin utama dan ketua mereka.


“Ayah sedang ada urusan lain jadi tidak bisa datang. Lalu untuk Bang Putih dia tidak akan datang, namun dia tetap mengawasi”


“Sejak awal aku tidak mengerti kenapa kalian takut sekali dengan Bang Putih, asal kalian tahu Geng Naga Merah seharusnya bisa menjadi geng besar yang menguasai kota ini” jelas Dodo


“Tapi tujuan kita bukanlah itu! Dengar, geng Naga Merah hanya menguasai wilayah Plaju, tugas kita hanya menjaga keamanan dan membantu dengan dibayar. Jika bang Putih tahu, kalian tahu akibatnya bukan”


“Tentu saja aku tahu, aku bahkan masih ingat 1 tahun yang lalu. Semua anggota kita bahkan Ketua Merah sampai dibuat pingsan oleh Bang Putih” kata Putri sebagai salah satu anggota wanita di Geng Naga Merah


“Sayang sekali aku tidak ada disana tahun lalu, tapi kurasa kalian melebih-lebihkan. Kekuatan kita sekarang saja bahkan mungkin bisa mengalahkan Si Putih”


“Dodo!” teriak semua inti lain pada Dodo


“Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak. Kau mungkin akan menyesal”


Dodo tampak bingung dan kecewa dengan para rekannya seperti pengecut,


“Aku akan pergi, untuk laporan Opi Mall akan aku serahkan pada anak buah ku” Dodo pergi meninggalkan rapat


“Hahh, andai saja Dodo tahu yang sebenarnya. Jika kita bersama ketua saja tidak bisa mengalahkan Bang Putih yang sendirian”


Cerita legenda satu tahun lalu saat Si Putih beraksi sebagai pahlawanan jalanan, mengalahkan satu persatu geng dalam satu malam.


Bagi beberapa orang mungkin tidak percaya, bahkan identitas nya pun belum diketahui. Tidak bagi mereka berempat, mereka disana saat semua anggota Naga Merah di kalahkan.


Si Putih melepas topeng karena panas, disaat itulah mereka terkejut si pahlawan jalanan itu tersenyum dingin seperti orang gila.


Menatap mata ke empat orang yang tergeletak di hadapannya sambil berkata,


“Kalian semua lemah, boleh aku membunuh kalian?” kata Si Putih yang masih terngiang di kepala mereka


“Jika benar aku tidak ingin bertemu dengannya lagi” kata Putri memegang kedua pundaknya


“Aku juga” lanjut Akai ketakutan


Mereka diam sejenak dan mulai kembali rapat setelah tenang,


“Untuk laporan keuangan dari berbagai tempat aman. Lalu untuk amal hari Jum’at nanti bagaimana?”


“Aku dan Lala yang urus, kalian fokus saja sama keamanan”


Walau Naga Merah adalah geng preman namun mereka memiliki perkerjaan yang mulia, setiap uang sisihan dari pungutan akan dibelikan nasi untuk dibagi ke orang-orang tidak mampu di jalanan.


Beberapa tahun ini semua kegiatan mereka dilihat oleh masyarakat sehingga padangan mereka berubah terhadap Naga Merah. Bukan sebagai geng preman tapi sebagai pahlawan jalanan.


“Apa di wilayah masing-masing ada masalah?”


Di sisi lain anggota Naga Merah hanya ada 25 orang, 5 inti sebagai ketua di wilayah masing-masing.


Wilayah Naga Merah mencakup pasar Mal Plaju, Jalanan Plaju, Tempat Hiburan Patra Jaya, Oppi Mall Jakabaring dan Pusat Belanja Tegal.


15 orang anggota lama bertahun-tahun yang bertarung melawan Si Putih dan 5 anggota baru yang bergabung beberapa bulan.


Pekerjaan mereka adalah mengambil uang upah dari parkir dan mengangkat barang dari pusat perbelanjaan atau jalanan.


Satu hari bekerja Naga Merah dapat menghasilkan uang 200 ribu, anggota baru mendapat uang 70 ribu sedangkan anggota lama 100 ribu.


Sisa uangnya disimpan dan diamalkan, lalu untuk anggota lain memiliki perkerjaan seperti jasa antar menggunakan mobil, katering dan keamanan.


Semua itu karena perintah dari Si Putih untuk mencari uang secara halal dan tidak merugikan masyarakat.


Dan entah bagaimana usaha mereka berjalan lancar dan Geng Naga Merah menjadi besar tanpa harus menakuti masyarakat.


Namun beberapa masalah datang, terdapat wilayah di stadion Jakabaring, Palembang namun kerena rawan konflik antar masyarakat, preman dan supporter bola, Naga Merah melepas nya.


Kini banyak geng lain yang bermunculan karena tidak ada lagi Si Putih, semua itu di mulai dari Aliansi Hooligan.


“Bagaimana dengan Oppi Mall? Kudengar Aliansi Hooligan dengan perusahaan besar bekerja sama. Jika kita diam saja tempat itu akan diambil”


“Tampaknya mereka sudah bergerak lebih terbuka, Aliansi Hooligan”


“Mereka bahkan melibatkan anak-anak sekolah. Jika begini kita akan kehilangan tempat mencari uang”


“Tapi bang Putih berpesan jangan menyerang sebelum diserang”


“Bagaimana jika kita meminta agar bisa tetap disana, kita dapat bekerja sama dengan perusahaan itu”


“Kurasa itu mustahil. Aliansi Hooligan pasti akan memonopoli tempat itu secara langsung”


“Benar juga, kurasa kita harus mencari tempat lain”


“Apa Dodo akan terima hal ini? Itu adalah wilayahnya”


“Mungkin dia akan marah”


“Ya begitulah dia”


GENG NAGA MERAH....BERSAMBUNG