
Di rumah pohon yang sepi di pagi hari, Ferdi duduk bersantai di temani biskuit.
"Kapten, ayo makan"
Ajak Ari yang tidak memiliki pekerjaan setiap hari, yah semua tahu jika orang itu sangat payah dalam mengurus kehidupan.
Hilang nya jarak antara orang yang menjadi rantai membuat ia jadi bebas tanpa memikirkan apa pun.
"Diam, lebih baik kau pergi sekarang. Apa kau tidak memiliki pekerjaan?"
"Tidak ada, aku luang sekarang, Tentara sudah di urus oleh Sanjaya, Paspampres kurasa tidak banyak pekerjaan dan membosankan, lalu Jenderal tentara PBB kurasa tidak banyak pertempuran terjadi saat ini"
"Kau yang terlalu meremehkan pekerjaan mu, lakukan pekerjaan mu dengan benar"
"Tentu, tapi walau baru satu tahun aku sudah merasa bosan. Tidak ada pertempuran atau misi besar, hanya berada di kantor yang membuat aku mengantuk"
"Disini kau juga melakukan hal yang sama"
"No, no, no, disini ada kau kapten. Setiap ada kau pasti ada sesuatu yang menarik terjadi"
"Kau pikir aku adalah magnet masalah?"
"Hahahaha"
Di seling pembicaraan kami Fadil datang membawa koper laptop yang berisi dokumen-dokumen.
"Jika kalian berdua tidak memiliki pekerjaan lebih baik bantu aku"
"Oh Fadil, apa itu?" tanya Ari
Ia duduk di tengah kami, membuka tas itu dan semua dokumen yang tebal itu ada di lantai.
"Ini adalah dokumen dari Sriwijaya Company, kalian bisa bantu aku kan? Ini juga adalah tanggung jawab kalian" jelas Fadil
"Sriwijaya Company kah? Sudah lama juga aku tidak kesana"
"Benar! Dasar kau ini kak, padahal sudah menjadi pemilik perusahaan besar di Sumatera, tapi malah membuka usaha keripik pisang"
Aku tahu perkataan Fadil seperti sedang banyak masalah, tentu karena aku yang membebankan semua tugas padanya.
"Itu janji kita pada kakek tua itu kan? Kira-kira sudah berapa lama ya?"
"Entahlah, tapi...itu sudah terlalu lama. Aku tidak bisa mengingat nya"
"Hei bantu aku!"
Ari dan Fadil saling menatap, sampai Ari yang langsung memalingkan wajahnya.
"Sialan kau! Bantu aku" teriak Fadil pada Ari
"Kerjakan sendiri, itukan tugasmu"
"Ini tugas mu juga tahu, selain itu kau kemarin tiba-tiba datang ke kantor dan membuat kekacauan"
"Itu karena kau yang salah"
"Apa katamu?!"
...***...
(SMK XX, PAGI HARI)
"Baiklah itu saja untuk sekarang. Jangan lupa dengan laporan magang kalian"
Tugas dari guru di akhir semester pada siswa nya, dengan sedikit informasi untuk melakukan pemagangan di akhir semester.
"Bagaimana dengan mu Kevin? Apa kau sudah menemukan tempat untuk magang?"
"Ya, aku meminta ayah ku untuk memasukan aku magang di Sriwijaya Company"
"Waaa, hebat sekali. Enak sekali punya orang dalam ya"
Perkataan temannya itu tidak di indahkan oleh Kevin, karena pikiran nya masih melayang jauh.
Tentang apa yang terjadi saat pertempuran malam melawan Geng Naga Merah. Seseorang yang mengalahkan dia dan anak buahnya yang kuat.
Malam itu menjadi kenangan buruk bagi Kevin, luka dan trauma mendalam membekas di wajah dan hati.
"Siapa dia?"
Berharap tidak bertemu lagi dengan orang itu, ia akhirnya berhenti dari pertarungan jalanan. Awal berpikir dia adalah yang terhebat dari anak sekolah di wilayah ini, kini ia bertemu dengan lawan yang lebih kuat darinya.
"Ada apa Kev?"
"Tidak ada, lebih baik kita pulang dan mempersiapkan diri untuk magang nanti"
BERSAMBUNG....