
(Sriwijaya Company)
“Lho, Dek Ferdi, eh bukan, Pak Ferdi sedang apa anda disini?”
Seseorang memanggil namaku dan aku pun langsung menoleh, orang itu aku mengenalnya, dia adalah Pak Tris mantan penjual ikan di pasar.
Saat itu ia memiliki masalah pada hutang dan barang dagangan nya diambil, istrinya saat itu sedang hamil sehingga membuat ia depresi. Aku tahu bahwa dia adalah orang baik dan langsung saja aku menawarkan pekerjaan di Sriwijaya Company.
“Pak Tris, apa kabar?”
“B..baik pak, ini benar-benar kejutan karena bapak datang kesini”
“B..bapak?” Oppo sedikit bingung
“Oh, apa ini teman-teman bapak?”
Aku diam sebentar dan memikirkan tujuan mereka datang kemari untuk apa.
“Benar juga kalian disini sedang apa?”
“O..o, kami sebenarnya mau mendaftar magang disini, tapi tampaknya tidak bisa”
Aku sedikit terkejut karena mereka mengatakan akan magang disini sebagai anak SMK, kupikir mereka memiliki keperluan lain. Namun hal yang tidak bisa aku hiraukan adalah kata “tidak bisa” dari mereka.
“Apa maksudnya tidak bisa?”
“I..itu, sebenarnya awalnya kami mau mendaftar disini tapi gagal, sementara orang-orang yang lain menggunakan orang dalam seperti orang tua mereka untuk magang” jelas Oppo
“Tapi awalnya kami juga ingin meminta bantuan ayah ku yang seorang karyawan di gudang, tapi kurasa tidak bisa melawan anak-anak petinggi lain”
Aku mengerti sekarang, satu lagi masalah terlihat. Sebenarnya cara ini dilakukan oleh semua perusahaan baik itu besar atau pun kecil, dengan menggunakan otoritas orang dalam mereka memasukan angota keluarga atau kerabat mereka dengan mudah hanya karena hubungan darah atau keuntungan.
Tapi ini bukan lah hal aku inginkan, masuk dengan pendaftaran dan tes lalu diterima atau tidak, tanpa mengutamakan tingkat pendidikan tapi Skill dan ilmu yang dimiliki untuk menjadi bagian perusahaan adalah hal wajib.
“Begitu rupanya, Pak Tris, saat ini anda berada di bagian mana?”
Aku bertanya pada pak Tris sebagai orang yang aku masukan ke dalam perusahaan, namun aku memasukan nya dengan syarat dan tes yang dilakukan oleh perusaahaan terlebih dahulu.
“Saya bagian dari pengawas sungai dan danau pak, saya baru kembali karena ada laporan pencemaran yang dilakukan oleh warga setempat”
“Kalau begitu apa anda tahu dimana tempat untuk mendaftar anak magang? Bawa mereka bertiga dan katakan pada panitia dan karyawan yang ada, tes mereka satu per satu tanpa ada kecurangan, jalan kan sesuai prosedur jika mereka tidak ingin di pecat. Sampaikan itu”
“B..baik pak”
Pak Tris tampaknya sedikit takut dengan nada bicaraku, seolah ia melihat sebuah amarah. Namun ia tahu bahwa di depan nya adalah pimpinan perusahaan.
“Kalian bertiga…”
“I..iya pak!”
Ketiganya gugup dan aku menatap mereka dengan bodoh.
“Jika kalian ingin mendaftar lakukan tes terlebih dahulu, kalau berhasil kalian bisa masuk tapi jika tidak cari tempat lain saja. Dan jika kalian melihat kecurangan lainnya, langsung saja katakan padaku”
Pak Tris dan Ketiganya langsung menegapkan punggung,
“Satu lagi, Pak Tris. Apa kau tahu dimana kamar mandi dan ruangan Fadil?”
“Em, benar juga. Sebenarnya sejak kemarin perusahaan sedang menunggu kedatangan anda pak, akan lebih baik jika bapak langsung ke ruangan manager di lantai 10, dan untuk kamar mandi, bapak tinggal ke kiri dan di samping ada toilet” jelas Pak Tris
“Oke, kalau begitu sampai jumpa”
Saat aku langsung pergi ke empat orang itu saling berbisik,
“P..pak, apa bapak mengenal orang tadi? Dan bapak memanggil dia dengan sebutan ‘pak”
Oppo bertanya pada Pak Tris, Kevin dan Rey juga sedikit penasaran dengan sikap Pak Tris pada Ferdi.
“Eh, kalian tidak tahu. Pak Ferdi itu yang tadi itu sebenarnya pemilik perusahaan ini tahu”
Ketiganya mendengar dan langsung saling melihat satu sama lain, tak lama mereka mengerti dan berteriak keras karena tidak percaya.
“Ehhhh!”
BERSAMBUNG....