LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC BLACK PYTHON



(Rumah Regina)


Malam panjang telah berakhir, pertempuran antar sekolah selesai dengan aku kembali ikut campur sedikit.


Melelahkan, tapi masih ada yang harus aku lakukan. Benar, menghancurkan akar permasalahan.


"Emm"


Tubuhku berat seperti ada yang menindih, saat kubuka mata Gina tidur berada di atasku. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi, tapi beberapa hari ini kami menjadi dekat.


"Gin...bangun, sudah pagi"


Aku membangunkan Gina, berupaya mengubah gaya hidupnya jadi lebih baik.


"Emm, iya kak"


Gina bangun dengan mengusap kedua mata, menyapa ku dengan senyum di pagi hari.


"Pagi kak"


"Iya pagi, pergi mandi dan siap-siap sekolah. Kakak akan membuat sarapan"


"Em"


Bersiap diri sekaligus menyiapkan sarapan untuk Gina seperti kebiasaan ku hampir 6 bulan ini.


"Ngomong-ngomong kak apa kakak kosong Sabtu ini?" kata Gina sambil memakan Roti


"Ah, kenapa?"


"Itu...aku mau jalan-jalan keluar. Tapi aku masih takut kalau kejadian kemarin terulang lagi"


"Maaf kalau Sabtu kakak ada urusan penting yang tidak bisa di tinggal. Bagaimana kalau Minggu?"


"Eh yang benar?, Oke tidak apa kalah begitu"


Benar, ada satu hal yang masih harus aku lakukan. Mungkin dia juga sudah mulai bergerak disana, mengakhiri masalah ini.


"Cepat bersiap, kita akan pergi sekarang"


"Siap kak"


...***...


(Perusahaan Vortex)


Suasana tegang terjadi di ruangan Vortex, tentang kekalahan dan kegagalan misi dari regu "Black Python".


"Tidak aku sangka kalian akan kalah"


"Berhenti mengejek, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi orang itu...anak berkaca mata itu sangat kuat" ujar Roa


"Lalu apa yang ingin anda lakukan, Tuan Roa?"


"Persetan dengan bisnis mu, tapi aku akan membalas dendam pada anak itu. Kami, semua anggota Black Python akan menghabisi anak itu"


"Baiklah, itu tidak masalah. Dan ini..." Vortex menyerahkan cek


"Bagus, dengan begini semua kontrak sudah selesai. Tapi lebih baik kau berhati-hati, kota ini, memiliki monster yang sangat berbahaya"


"Hahaha, tapi Tuan Roa akan mengurus itukan. Jadi kurasa itu tidak masalah"


Roa hanya menatap tajam Vortex, serasa ia akan di manfaatkan.


"Sepertinya kau sudah mulai berani padaku ya, jangan lupa kau harus melapor pada Bos besar Pyhton di Timur Tengah"


Seketika Vortex terkejut mendengar itu, tentu sebuah ketakutan jika berurusan langsung dengan pemimpin Black Python yang kejam.


"B.. baiklah Tuan Roa"


Roa dan Kitan pergi meninggalkan ruangan, hanya tersisa Vortex dan Antonio yang tertekan.


"Pak, sekarang kita harus bagaimana?" tanya Antonio


"Diam! Semua rencana ku gagal. Dan itu karena Geng Naga Merah dan anak misterius itu. Apa mungkin dia Si Putih?"


Antonio seketika teringat dengan kejadian lain di atap,


"Saya rasa juga begitu Pak, ketika saya mencari informasi tentang anak itu sangat sulit untuk di cari"


"Mustahil, tapi apa mungkin dia sudah kembali. Sekarang anak-anak SMK itu tidak berguna, lebih baik kita mulai bergerak sendiri"


"Baiklah pak, benar juga saya memiliki informasi lain. Tentang kejadian yang tidak diketahui, Kevin dan Jhon, mereka menghadapi orang yang kuat juga. Bahkan mereka di kalahkan"


"Maksud mu ada anak misterius lainnya?"


"Iya pak, dan mungkin dia lebih kuat dari orang yang mengalahkan Tuan Roa"


"Kenapa kau berkata seperti itu?"


"Saya tahu kenapa anda menginginkan saya menjadi tangan kanan anda. Selain saya cekatan, saya juga kuat sebagai mantan petinju profesional yang ilegal"


"Ya aku beralasan demikian, dan apa hubungannya dengan anak itu?"


"Anda tidak tahu, tapi Jhon adalah senior ku saat menjadi petinju ilegal. Dia lebih kuat dari saya, dan orang seperti itu kalah karena anak-anak, tentu bukan suatu hal bisa di terima"


"Mustahil, jadi di kota ini, banyak sekali... monster ya"


BERSAMBUNG....