Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 08



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Selamat hari senin 😘 Kemaren author gak update karena authornya sedang ada acara rutinan 😘


Markas cabang Organisasi AZZA kota C Negara A


Di ruang rapat pagi hari, Neira, Alfa dan Bintang bersama Irsyad, Kenan, Fidel, Athaya, Arwan, Hana, Bob, Darius, Anita, Ben dan Karim sedang membicarakan masalah serius.


"Ada apa paman Darius? Tiba-tiba saja paman mengabarkan kami semua untuk ke ruang rapat?" Tanya Neira dingin dan datar.


Hoam


Bintang menguap beberapa kali karena saat dirinya asyik tertidur nyenyak dibawah selimut bergambar luar angkasa digendong oleh Ben secara tiba-tiba menuju kamar mandi. Bintang tidak mandi sama sekali hanya cuci muka dan sikat gigi lalu ganti pakaian. Alfa hanya memakai pakaian joging tadi pagi juga ditarik paksa oleh Athaya.


Darius memainkan keyboard lalu layar besar turun secara perlahan-lahan. Darius mengetik lagi keyboard di hadapannya ini. Beberapa menit kemudian, terpampanglah sebuah pulau tidak berpenghuni.


"Paman, bisa dijelaskan apa maksud paman tentang pulau itu?"


Darius mengetik lagi dan melihat sebuah video tentang pulau membuat Neira, Bintang, Alfa serta para orang tua menahan napas dan membelalakkan kedua mata mereka.


"Pulau perdagangan organ tubuh manusia." Gumam Hana tak percaya.


"Kamu benar Hana. Itu adalah pulau perdagangan organ tubuh manusia."


Darius mengetik keyboard kembali lalu muncullah sebuah video dimana salah satu agent pemerintah memberikan videonya sebelum meninggal ditangan seorang lelaki.


Di video itu ada banyak sel yang diisi pria, wanita, anak-anak dan para orang tua dengan pakaian putih. Bahkan ada para wanita dan para gadis yang sedang hamil juga berada di dalam sel. Ternyata mereka diculik untuk di ambil organ tubuh mereka bahkan para wanita dan para gadis yang hamil hanya diambil bayi untuk dijual kepada orang yang ingin memiliki anak.


Brak


Neira menggebrak meja dihadapannya bahkan mengumpat saat melihat video itu sampai tubuh Bintang dan Alfa tersentak kaget.


"Aa/nona muda !!!!" Teriak Bintang dan Alfa kesal sambil mengelus dada yang hampir saja lepas. Neira menoleh ke arah Bintang dan Alfa sambil cengir begitu saja.


"Paman Darius, apa ini dari pemerintah?" Serius Neira dengan aura intimidasi.


Para orang tua alias para ketua organisasi AZZA hanya menahan napas, Bintang juga melakukan hal yang sama. Aura yang dikeluarga putra putri pasangan Gava-Leo benar tidak main-main saat ini.


"Iya, nona muda kecil. Para petinggi pemerintah meminta organisasi kita untuk membantu mengatasi pulau itu. Tetapi kita harus be-" BRAK


Ucapan Darius terpotong karena Darel membuka pintu ruangan rapat dengan keras membuat Bintang mengumpat kata-kata sumpah serapah. Alfa menatap datar dan dingin Darel. Abyan hanya terdiam saat melihat sikap tuan mudanya seperti bunglon.


Neira melihat siapa yang datang membulatkan matanya : "bayi besar penguntit, lo ngapain kesini?" Pekiknya.


Jangan tanyakan para orang tua membulatkan matanya saat ketua Black Blood datang ke markas organisasi AZZA.


Darel berjalan kearah Neira dengan aura intimidasi yang kuat membuat para orang tua meneguk saliva kasar tetapi berbeda dengan Neira dan Bintang biasa saja karena bagi mereka aura intimidasi Darel tidak berbahaya kecuali orang tua dan saudara mereka. Alfa sedikit gemetar dan detak jantungnya berdisko ria karena aura Darel berbeda dari aura kedua atasannya.


"Hai sugar." Lembutnya dengan tersenyum manis.


Neira hanya mendengus berbeda dengan Bintang, bodo amat. Alfa biasa saja karena dia pernah bertemu Darel walaupun hanya sekali berbeda dengan para orangtua menampilkan wajah cengo, kaget dan syok.


"Ngapain kamu kesini bayi besar?" Ketus Neira tidak bersahabat.


"Membantumu menyelesaikan permasalahan di pulau itu." Tunjuknya santai.


"Aku tidak perlu bantuanmu bayi besar penguntit."


Darel tertawa saat melihat wajah menggemaskan Neira yang sedang kesal saat ini.


"Organisasi AZZA dan mafia Black Blood bekerja sama sugar." Ucapnya santai seperti dipantai.


"APA !!!" Pekik Neira syok.


Darel menganggukkan kepalanya dengan watados. Lalu duduk ditengah antara Neira dan Bintang. Lalu mengedipkan matanya ke Alfa yang duduk disebelah Bintang membuat Alfa mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Hai ... calon adik ipar." Goda Darel mencolek dagu Bintang bahkan merangkul tubuh Bintang.


"Ya allah ... nih om om siapa sih ... aa Neira manggil si om dengan sebutan bayi besar penguntit, terus si om ini manggil gue calon adik ipar. Otaknya butuh ke psikiater deh." Batin Bintang menatap Darel dan Neira bergantian tanpa melepas rangkulan Darel dari tubuhnya.


"Bayi besar, bisa lepaskan rangkulanmu dari adik kesayanganku." Ketus Neira tidak terima.


"Jangan ketus dan benci dong, sugar. calon istriku. Nanti kamu jatuh cinta sama aku." Pedenya membuat Neira pengen muntah.


Bintang menahan tawa saat mendengar nada pede dari pria disebelahnya ini. Alfa dan Abyan saling pandang dan hanya tersenyum tipis.


"Mimpi di siang bolong." Sarkas Neira mencibir.


Anton awalnya ingin pergi bersama Neira tetapi Neira menolak karena Irsyad tidak mau ada banyak orang yang menjenguknya. Akhirnya Anton luluh juga dan membiarkan Neira dan Bintang pergi ke kota kecil untuk menjenguk Irsyad.


Pergerakan Neira di ketahui oleh orang tuanya karena Karim sempat memberikan tontonan live untuk Gava dan Leo di kota sebelah.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


Markas Pusat Organisasi AZZA negara A


Di ruang rapat, pasangan Gava dan Leo, Zafar dan Miya serta Adam dan Shafa ditemani Lucas, Hide, Otis, Chan danΒ menonton acara live antara Neira dan Darel.


"Selamat datang di keluarga kerajaan tuan Evangelion." batin Gava menatap Darel dan Neira bergantian di layar.


"Siapa pria itu kak Gava?" Tanya Miya mengernyitkan dahinya heran.


"Calon menantuku, miya." Jawab Gava santai.


"Apa?!" Teriak Miya dan Zafar bersamaan.


Gava terkekeh berbeda dengan Adam, Shafa dan Leo tersenyum amat tipis.


"Kak Gava, serius menjadikan pria itu menjadi menantu kakak?" Tanya miya sekali lagi. Gava menganggukkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Zafar.


"Kalung."


"Kalung?"


"Ya, kalung. Apa kalian ingat waktu Neira masuk rumah sakit akibat menolong seorang bocah lelaki berusia 8 tahun?"


"Iya, kami ingat kak/nona."


"Orang tua bocah lelaki itu memberikan kalung bermahkota ratu kepadaku bahwa putriku akan menjadi calon menantunya suatu saat nanti."


"Nona muda. Menikah?" Singkat Adam membuat Zafar dan Miya hanya cengo.


"Dasar es kutub. Bicaranya masih saja singkat, padat dan tidak jelas. Pake kode mulu." Batin Zafar dan Miya bersamaan.


"Ya. Penghianat." Singkat Leo dingin dan datar.


Sekali lagi membuat Zafar dan Miya sumpah serapah menyebutkan hewan kebun binatang karena Leo, Adam dan Shafa berbicara singkat.


Shafa dan Adam yang paham hanya mengangguk saja berbeda dengan Gava hanya tersenyum manis tertangkap oleh kedua pasangan itu serta 4 manusia robot perlahan-lahan keluar dari ruangan rapat.


"Baby, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Leo lembut sambil mengelus rambut pendek istrinya ini.


Leo dan Gava itu berpangkuan ya samahalnya Zafar dan Miya, Adam dan Shafa. Gava merapatkan tubuhnya lalu membisikkan sesuatu ke Leo. Leo yang mendengar bisikan Gava hanya melototkan matanya.


"Baby, serius?" Kaget Leo membuat Gava menganggukkan kepalanya.


"Jangan bercanda baby."


"Aku tidak bercanda, baby. Putri kita dan calon menantu kita sudah ditakdirkan bahkan nanti mereka akan memiliki putra dan putri kembar alias 3 anak kembar."


"Apa kita harus turun tangan?"


"Tidak perlu baby. Biarkan calon menantu kita yang akan mengambil hati putri kita, Bintang, Radith, Resmi, Ahsan dan Amzar terus Alana, Alan jangan lupakan para sepupunya yang lain."


"Kasian sekali calon menantu kita baby. Harus melewati para pawang putri kita."


"Hahaha resiko punya 3 orang putri dari 3 keluarga kerajaan. Hahaha"


"Baby apa kamu merestui mereka?"


"Kita bermain dulu sama calon menantu kita baby. Seberapa kuat dia melindungi putri kita." Leo mencubit hidung Gava gemes.


"Baby, main yuk."


"Gak, tadi malam sudah." Tolak Gava halus.


"Tidak ada penolakan baby."


Leo langsung menekan salah satu tombol dimana sofa yang mereka duduki langsung berjalan membuat Gava mengeratkan pelukannya.


"Kita mau kemana?"


"Kamar kita baby."


Leo dan Gava masuk kesebuah lorong ruang rapat menuju kamar pribadi mereka. Bahkan selama dilorong Leo terus saja menyerang Gava membuat Gava mengeluarkan suara merdu.Β 


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...