
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat siang menjelang sore π
Rencananya mau pagi atau siang update karena author keluar rumah ada yang diurus baru deh bisa update mohon dimaklumi π
Neira Pov On
3 bulan pasca perceraianku dengan mas Anton, bahkan 2 bulan juga kehamilan Ratih, mantan sahabatku. Selama 3 bulan aku menumpang di mansion MD, aku dan Mas Anton tidak pernah tidur seranjang dan hubungan kamipun mulai renggang karena aku lebih mengutamakan Bonanza ketimbang mas Anton. Bahkan aku dan Mas Anton sering terlibat pertengkaran kecil karena mas Anton sering cemburu kepada Bonanza.
Saat ini aku berada di balkon kamar lantai 1 mansion MD memandang langit malam ditaburi bintang dan bulan yang menemani serta secangkir susu hangat dan cemilan diatas meja.
"Ya Allah ,,, boleh gak diundur sebulan lagi hari pernikahan gue dan si bayi besar mesum?! Gue baru aja terlepas dari mantan suami gue, masa iya harus nikah lagi?! Ya Allah kabulkanlah doa Neira ini?!" doaku frustasi saat mendengar kabar mengejutkan dimana dengan seenak jidat si bayi besar akan menikahiku seminggu lagi membuat mama Gava dan bibi Embun langsung bergerak cepat.
"Sebegitunya anda frustasi tentanh masalah pernikahan anda dengan tuan muda Emperor, seharusnya anda senang dan bahagia karema menikah dengan tuan muda Emperor." sahut seorang gadis berusia 21 tahun duduk di hadapanku, membuatku mendelikkan mata.
"Bona, loe kan belum nikah?! jadi gak tau gimana rasanya menikah?!" sarkasku. (Author juga belum nikah jadi gak tau rasanya π€)
"Yang anda katakan benar memang saya belum menikah. Tetapi kenapa anda berdoa sama Allah untuk memundurkan pernikahan anda, sebulan lama loh nona muda Neira?" tanya Bonanza datar terkesan hangat sekaligus menggoda.
"Gini ya Bonanza, loe pikir pake logika, loe tau sendiri kalo Mas Anton tidak tau diceraikan oleh gue. Nah itupun melibatkan si bayi besar, tuan muda loe yang seenak jidat mengurus surat perceraian gue. Terus ya gue baru aja lebih tepatnya hari ini 3 bulan masa iddah, masa iya seminggu kemudian gue nikah lagi terus calon suami gue, atasan loe yang seperti bayi besar lagi." sahutku panjang lebar seperti curhat. Bonanza hanya menganggukkan kepala saja, dia paham maksud dari perkataanku.
"Dasar manusia minim ekspresi, gue jelasin panjang lebar dia cuman angguk saja." pikirku kesal dan ingin sekali memukul kepala cantiknya.
Akupun meminum susu hangat dan memakan cemilan. Saat cemilan sudah masuk ke dalam mulutku, aku teringat Bonanza mengatakan si bayi besar dengan sebutan tuan muda emperor.
"Bona, boleh gue bertanya?" tanyaku sambil memakan cemilan.
"Habiskan dulu makanan yang ada dimulut anda. Nanti anda tersedak, saya tidak mau jadi sasaran kemarahan tuan muda Emperor." tegur Bonanza halus.
Akupun memakan makanan cemilan dimulutku lalu meminum susu hangatku. Setelah selesai, akupun bertanya kembali. "Gue boleh nanya gak?"
"Tanyakan saja selagi saya bisa jawab."
"Loe kenapa manggil si bayi besar, tuan muda Emperor?" tanyaku sambil menatap ekspresi datar Bonanza.
"Saya tidak tau nona muda, saya sama yang lain saat baru pertama kali masuk ke mafia Black Blood dan keluarga Evangelion harus memanggil dengan sebutan Emperor dan Empress." jelasnya tenang, datar dan damai. "lebih baik nanti anda tanyakan kepada tuan muda emperor langsung." lanjutnya menatap langit malam.
Akupun menatap langit lalu bergumam: "Jika gue menikah dengan si bayi besar, apa panggilan gue juga akan diganti menjadi nyonya muda Empress."
"Yang anda katakan benar bahkan nama anda tidak sembarang untuk disebutkan bagi mafia Black Blood dan keluarga Evangelion." Ucap Bonanza membenarkan.
Aku hanya menatap langit malam sambil minuman dan makanan cemilan habis tidak tersisa.
Neira Pov OFF
Pagi hari ruangan dapur mansion MD, Neira bersama kepala maid sedang membuat sarapan pagi dibantu Bonanza.
"Wah, nona Bona ternyata jago juga ya soal masak memasak." kagum kepala maid.
"Nih anak selain jago bela diri, masakannya pun jangan dianggap remeh. Wah,, gue comblangin ke Alfa deh, kan lumayan tuh. lagipula Alfa dan Bona cocok juga." pikir Neira teringat bagaimana Alfa memandang Bona seperti pria ke wanita.
Neira tidak sadar bahwa bahwa dia sejak tadi memasak sop ayam membuat kepala maid langsung menegur. "Nyonya muda, hati-hati."
Bonanza dengan sigap mematikan kompor lalu menjauhkan tubuh Neira dari sop ayam yang sudah hampir kering itu.
"sayang, kamu tidak apa-apakan?" tanya seorang pria tampan memeriksa keadaan Neira.
"Aku tidak apa-apa mas Anton, syukurlah tadi Bona membantuku." Lembut Neira berakting.
"Lain kali hati-hati sayang." cemas Anton. Neira hanya menganggukkan kepala saja.
Ratih yang datang bersama Anton tadi hanya duduk di kursinya menatap sengit Neira. Neira berpura-pura melihat Bonanza padahal di ekor matanya melihat tatapan sengit seperti membunuh. Bonanza yang peka hanya berpura-pura acuh saja mengaduk sop ayam agar bisa dimakan untuk sarapan pagi.
"Wah,, nona muda Bona sungguh luar biasa. Sop ayam yang hampir saja tidak bisa dimakan sekarang bisa dimakan" takjub kepala maid.
"Iya, bibi kepala. Terima kasih Bona." Ucap Neira tersenyum manis.
"Sebaiknya kita bergegas menyiapkan sarapan pagi. Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi." sahut Bonanza datar.
"Duduklah mas Anton, biarkan aku, Bona dan bibi Kepala yang akan menyiapkan sarapan pagi kita." Ucap Neira tersenyum lembut.
Anton duduk di kursi kepala keluarga. Anton melihat Ratih yang cemberut dan moodnya yang hancur, langsung menanyakannya dengan berbisik. "ada apa sayang? Jangan cemberut ya, kasian anak kita. Nanti di kantor kamu manja-manja deh sama aku."
Ratih mendengar hal itu langsung tersenyum cerah bak anak kecil. (Dasar Bumil Labil π€£)
Setelah sarapan sudah tersedia, Neira dengan cekatan memberikan sarapan pagi untuk mas Anton. Ratih sebenarnya ingin melakukan itu tetapi dia tahan karena tidak ingin pernikahannya dengan Anton terbongkar.
Setelah sarapan pagi, Neira mengantarkan Anton dan Ratih untuk berangkat kerja. Anton mencium kening Neira, Ratih yang satu mobil dengan Anton hanya memasang tersenyum palsu. Neira dalam hati sebenarnya tertawa puas karena aktingnya.
Setelah kepergian Anton dan Ratih dimobil yang sama diantar supir pribadi. Neira langsung masuk ke dalam mansion dan memasuki kamar Bonanza lantai 1.
Kamar Bonanza, Neira berganti pakaian terlebih dahulu. Bonanza pun sama juga berganti pakaian.
"Nona muda, tuan muda Emperor ingin anda datang ke perusahaan Evangelion."
"Ngapain gue kesana?"
"saya tidak tau nona muda Neira."
"Baiklah."
Neira langsung mengambil hoodie, topi dan masker untuk menutupi identitasnya. Bonanza juga melakukan hal yang sama. Setelah selesai mereka bergegas pergi dari mansion MD karena para maid sibuk jadi tidak ada yang memperhatikan penampilan Neira maupun Bonanza.
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...