
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Author sering update malam, soalnya kalo pagi, siang atau sore gak sempat author update π Ngetik aja disela-sela author santai π€
Neira Pov On
Saat ini aku, Jiya, paman Karim, bayi besar (Darel), tuan Abyan tanpa Alfa sedang berada di ruangan ceo perusahaan robot RR. Ditengah meja ada sebuah berkas yang baru saja diletakkan tuan Abyan.
"Berkas apaan sih?! Kenapa warna coklat?! Biasanya pake map atau stopmap?! Lah ini sejenis amplop warna coklat ukuran besar?!" pikirku menebak.
"Ini apaan bayi besar?" tanyaku menunjuk map besar warna coklat.
"Buka saja sugar." lembut Darel.
Aku penasaran mengambil map warna coklat itu dan membukanya perlahan-lahan. Kedua mataku melihat beberapa kertas putih di dalamnya lalu tangan kananku mengangkat perlahan-lahan kertas tersebut. Baru saja kertas putih itu keluar setengah dari map coklat, kedua mataku membaca dengan tertera surat Pengadilan membuatku langsung menarik penuh kertas tersebut.
Aku membaca penuh hati-hati ternyata pengadilan menyetujui surat cerai antara namaku dan mas Anton.
"Bayi besar, ini serius kan?! loe gak lagi ngeprank gue kan?!" tanyaku dingin dan datar.
Darel menggelengkan kepala.
"Surat apaan itu nona muda?" tanya Jiya penasaran.
"Surat cerai."
Jiya dan paman Karim langsung menatap kami bahkan telinga mereka beberapa kali berputar.
"Iya, ini surat cerai gue dan mas Anton, jiya. Pamqn karim." Ucapku membenarkan.
"Kok bisa nona muda?! Bagaimana bisa?!" tanya Jiya dan paman Karim bersamaan.
Aku menunjuk Darel yang dalang dari semua ini. Jiya dan paman Karim menatap Darel seperti meminta penjelasan. Darel menatap Tuan Abyan agar bisa menjelaskan ke Jiya dan paman Karim.
Tuan Abyanpun menjelaskan ke paman Karim dan Jiya masalah pengurusan surat cerai antara diriku dan mas Anton, mantan suamiku.
"Maksud loe, gue harus tetap tinggal di mansion MD sampai masa iddah gue selesai lalu gue nikah sama tuan muda loe?! tuan Abyan, bayi besar. Otak kalian masih waraskan gak stress atau geserkan." Sarkasku ceplas ceplos dan pedas.
"Sugar, aku melakukan ini agar kamu aman. Lagipula kita harus merahasiakan penceraianmu dari semuanya." Lembut Darel menjelaskan.
"Kalo merahasiakan gue masih bisa tapi kalo tinggal di mansion itu lalu tidur sekamar dengan mantan suami gue, terus gue digrepe-***** apa gak dosa hem." sarkasku lagi.
"Begini saja, saya ada jalan keluar untuk nona muda Neira." Ucap tuan Abyan. Aku, Darel, paman Karim dan Jiya menatapn tuan Abyan.
"Tuan muda Darel, kita panggil Bonanza saja." usul tuan Abyan. Bonanza, gadis berusia 21 tahun anak buah mafia Black Blood dan akan menjadi asisten Neira setelah Alfa dan Jiya.
"panggil."
Tuan Abyan menelpon orang yang bernama Bonanza agar datang ke perusahaan robot RR.
"Bagaimana?"
"Dia akan segera datang tuan muda Darel."
"Siapa Bonanza? dia gadis kan?"
"Dia anggota mafiaku, dia termasuk 20 orang gadis yang berada di anggotaku."
"Gadis?! kok bisa?! bukannya loe anti perempuan, bahkan rumor mengatakan loe suka sesama pisang?!" Ucapku ceplas ceplos tanpa saringan membuat Darel menghela napas beberapa kali.
Jiya dan Tuan Abyan terkikik berbeda dengan paman Karim hanya memasang wajah datar seperti biasa.
Neira Pov Off
Darel Pov On
Hari ini aku dan Abyan menyerahkan berkas surat cerai ke tempat calon istriku di perusahaan robot RR. Di dalam hati sebenarnya bersorak gembira akhirnya Neira, gadis yang selalu saja datang ke mimpiku saat diriku berusia 20-24 tahun akan menjadi nyonya Evangelion.
Pagi hari aku, gadisku (Neira), Nona Jiya, Abyan dan paman Karim sedang duduk di sofa dimana ditengah meja ada sebuah berkas surat cerai antara calon istriku dan mantan suaminya, Anton.
Aku hampir saja menyemburkan tawa karena wajah gadisku sungguh menggemaskan karena dia memasang berbagai macam ekspresi saat melihat amplop coklat besar berada diatas meja.
"Buka saja sugar." lembutku.
Dia yang penasaran mengambil map warna coklat itu dan membukanya perlahan-lahan. Kemudian dia langsung menarik kertas tersebut keluar dari map coklat.
"Bayi besar, ini serius kan?! loe gak lagi ngeprank gue kan?!" tanyanya dingin dan datar. Aku hanya menggelengkan kepala.
"Surat apaan itu nona muda?" tanya nona Jiya penasaran.
"Surat cerai." Ucapnya sambil menatapku.
Nona Jiya dan paman Karim langsung menatapku maupun Abyan bahkan telinga mereka beberapa kali berputar.
"Iya, ini surat cerai gue dan mas Anton, jiya. Pamqn karim." Ucapnya membenarkan.
"Kok bisa nona muda?! Bagaimana bisa?!" tanya nona Jiya dan paman Karim bersamaan.
Dia menunjuku, seperti dalang. Nona Jiya dan paman Karim menatapku seperti meminta penjelasan. Aku malah melemparkan ke Abyan. Abyan menjelaskan ke paman Karim dan Jiya masalah pengurusan surat cerai antara Neira dan Anton, mantan suaminya.
"Maksud loe, gue harus tetap tinggal di mansion MD sampai masa iddah gue selesai lalu gue nikah sama tuan muda loe?! tuan Abyan, bayi besar. Otak kalian masih waraskan gak stress atau geserkan." Sarkasnya ceplas ceplos dan pedas.
"Sugar, aku melakukan ini agar kamu aman. Lagipula kita harus merahasiakan penceraianmu dari semuanya." jelasku lembut.
"Kalo merahasiakan gue masih bisa tapi kalo tinggal di mansion itu lalu tidur sekamar dengan mantan suami gue, terus gue digrepe-***** apa gak dosa hem." sarkasnya lagi.
"Begini saja, saya ada jalan keluar untuk nona muda Neira." Ucap Abyan. Aku, gadisku, paman Karim dan nona Jiya menatap Abyan.
"Tuan muda Darel, kita panggil Bonanza saja." usul Abyan.
Ya, Bonanza. Anak buah perempuan dari mafiaku. "panggil." Abyan yang sigap dan tanggap langsung menelpon Bonanza agar datang ke perusahaan robot RR.
"Bagaimana?"
"Dia akan segera datang tuan muda Darel."
"Siapa Bonanza? dia gadis kan?" tanyanya seperti cemburu.
"Dia anggota mafiaku, dia termasuk 20 orang gadis yang berada di anggotaku."
"Gadis?! kok bisa?! bukannya loe anti perempuan, bahkan rumor mengatakan loe suka sesama pisang?!" Ucapnya ceplas ceplos tanpa saringan membuatku menghela napas beberapa kali.
Nona Jiya dan Abyan terkikik berbeda dengan paman Karim hanya memasang wajah datar seperti biasa.
Abyan Pov Off
...ππππππ...
Ruang Ceo Perusahaan Robot RR
Bonanza baru saja tiba 10 menit yang lalu atas perintah dari Darel dan Abyan. Neira terus saja menatap penampilan Bonanza yang tergolong feminim tetapi datar dan dingin.
"Loe namanya Bonanza?" tanya Neira memastikan.
"Iya, nona muda." jawab Bonanza datar. "Tuan Darel, tuan Abyan. Apa pekerjaan saya?" lanjutnya datar dan dingin terkesan hormat.
"Jaga. Selamat. 3 bulan." kode Darel SPJ.
"Baik, tuan muda Darel." singkat Bonanza.
"Buat apa Bonanza jagain gue selama 3 bulan bayi besar?! gue bisa jaga diri sendiri kok?!" protes Neira.
"Alibi Sugar." lembut Darel membuat Bonanza beberapa kali mengerjapkan matanya karena suara Darel yang lembut terkesan hangat dan manja.
"Sepertinya gadis ini begitu istimewa, tuan muda Emperor sampai saya harus turun tangan agar bisa menjaga gadis ini. Kata tuan Abyan, gadis ini bukan gadis sembarang." batin Bonanza tersenyum amat tipis.
"Emmm ... gue manggil loe Bona aja ya, loe jadi saudara sepupu gue terus loe seperti gadis yang trauma gitu biar mantan suami gue percaya, kalo lo tidak bisa jauh dari gue, loe panggil gue itu Aa Neira soalnya adek gue manggil gue, Aa." Neira menjelaskan panjang lebar.
"Baiklah nona muda Neira." angguk Bonanza datar.
"Hari sudah mulai siang, shift kerja gue di cafe Ardhias sudah selesai. Jadi kita harus pulang ke mansion."
Neira berjalan lebih dulu diikuti Bonanza dan Karim. Darel dan Abyan juga keluar dengan arah yang berbeda.
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...