Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Paet 39



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Selamat malam atau tengah malam reader 😘


H-1 menuju tahun 2022 πŸ₯Ί


Author sistem SKJ (Sistem Kebut Jam) 🀣


H-4 Pernikahan Neira dan Darel


Pagi hari sekitar pukul 6 pagi di markas cabang organisasi AZZA lebih tepatnya di sebuah kamar Neira dan Darel masih saja bergelung di ranjang kingsize dimana Vivi dan Lusi sudah berkacak pinggang membangunkan si dua beruang hibernasi sejak 30 menit yang lalu.


"Nona muda Neira, tuan muda Bintang." sahut Vivi dan Lusi terus saja menggoyangkan tubuh Neira dan Bintang tetapi hasil apa? TETAP sama tidak bergerak sama sekali alias KEBO πŸ˜‚


"Ya allah mamud Vivi. Mereka kapan bangunnya sih?! Sudah jam 6 pagi loh?! Padahal nanti pesawat akan berangkat sekitar pukul setengah 8 pagi." Lusi merosotkan bahunya.


"Aku juga bingung cara bangunin mereka, Lus. Dikeluarga kita tidak ada yang kebo seperti tuan muda kecil atau nona muda kecil." Vivi menggelengkan kepalanya bingung.


"Mamud Vivi, Bibi Lusi." sapa seseorang dengan suara datar terkesan hangat yang baru saja memasuki kamar Neira dan Bintang membuat Vivi dan Lusi menoleh sambil bernapas lega.


"Akhirnya tuan muda Darel datang juga." sahut Vivi.


"Ada apa?"


"Calon istri tuan muda Darel dan calon adik ipar anda sangat susah dibangunin."


Darel melangkah ke arah kingsize dimana Neira berada. Dia duduk ditepi ranjang dan mengusap kepala Neira. Dia gemes melihat wajah polos Neira yang sangat damai dan terlelap. Lalu tanpa tau malu Darel menurunkan wajahnya lebih tepatnya bibirnya dan langsung mencium Neira.


Lusi dan Vivi melihat hal itu hanya memasang wajah kikuk dan malu karena Darel tanpa tau malu melakukan didepan mereka.


"Ya allah ,,, nyonya Besar, tuan besar semoga saja anda tidak spot jantung ya." batin Vivi mengalihkan pandangannya.


"Ya allah, nyonya ayya, tuan Leo menantu kalian sungguh luar biasa. semoga nanti anda diberikan cucu kembali ya." batin Lusi berdoa sambil memejamkan mata.


Neira yang merasakan ada benda kenyal dan basah dibibirnya perlahan-lahan membuka matanya. Betapa kaget dan syok saat mata Neira dan Darel bertemu. Neira yang hampir kehabisan napas dengan wajah memerah langsung saja memukul dada bidang Darel membuat Darel menyudahi ciuman mereka.


Neira mengambil napas rakus selama beberapa detik dan berusaha duduk lalu menatap tajam Darel bak pedang.


"Bayi besar, kamu cari kesempatan dalam kesempitan ya. Bisa-bisanya melakukan tindakan yang tidak pantas." marah Neira melotot tajam kearah Darel, sedangkan Darel hanya memasang watados.


Neira mengarahkan pandangan kearah lai seketika melihat Lusi dan Vivi yang tersenyum manis serta menggoda.


"Bi-bi Vi-vi, bi-bi lu-si. ka-kalian se-sejak ka-kapan disini." Ucap Neira terbata-bata dan memasang wajah merah karena malu.


"45 menit yang lalu." goda Vivi. Lusi hanya terkikik saja.


Mendengar jawaban itu Neira langsung mengangkat selimutnya kasar sehingga Bintang disebelahnya terguling ke lantai.


Bugh


"Awh!!! punggung dan pantatku." teriak Bintang serak sambil meringis kesakitan.


Neira langsung menggeserkan tubuhnya ke arah Bintang, berbeda dengan Vivi dan Lusi langsung saja bergegas ke arah Bintang lalu berjongkok.


"Tuan muda Kecil apa anda baik-baik saja." cemas Vivi dan Lusi bersamaan.


"Kurang baik, punggung dan pantatku agak sakit." balas Bintang tidak melihat sekitar. Dia mendongakkan kepalanya lalu melihat dua wanita yang dikenalnya. "loh, bibi Vivi, bibi Lusi. Kalian ngapain disini?" tanyanya.


"Membangunkan anda tuan muda kecil dan nona nuda kecil."


"Membangunkan kami?" beo Bintang membuat Lusi dan Vivi menganggukkan kepala.


"45 menit yang lalu."


Kedua mata Bintang melotot lalu melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.25 pagi.


"Aa penerbangan kita jam berapa?"


"setengah 8 pagi."


"Aa kita belum siap-siap dan sarapan pagi." sahut Bintang heboh dan segera bangkit dari duduknya lalu ngacir ke kamar mandi membuat Vivi, Lusi dan Neira melongo tidak percaya.


"Bibi, itu adik Neira kan?"


"Iya, nona muda kecil."


"Kok heboh banget ya. Padahal kan tinggal sejam lagi."


Vivi dan Lusi sama menganggukkan kepalanya.


"Nona muda Neira, sebaiknya anda mandi agar tubuh anda lebih segar."


"Baiklah bibi. Bayi besar, kamu keluar dari kamar kami. Aku mau mandi." Neira menganggukkan kepalanya sekaligus mengusir Darel secara halus.


Vivi dan Lusi keluar dari kamar berbeda dengan Darel menolak halus: "Aku tidak akan keluar." berjalan kearah sofa panjang yang terletak tidak jauh dari ranjang kingsize.


Neira bangkit dari ranjang dan menuju ke sofa dengan kedua tangan melipat di dada sekaligus mengancam. "Aku bilang keluar bayi besar. Kalo kamu masih keras kepala, aku akan batalkan pernikahan kita."


"Sugar, aku tidak takut ancamanmu." goda Darel meledek.


Neira mendenguskan napasnya lalu berbalik untuk menuju kamar mandi tetapi Darel dengan cepat menangkap pinggang Neira sehingga Neira duduk dipangkuan Darel.


Kkyyaammmppttthh


Teriakan Neira langsung dibungkam oleh tangan kanan Darel. Neira berusaha memberontak tetapi tidak bisa karena tenaga Darel sangat kuat.


"Diamlah sugar. Jangan berontak." sahut Darel berusaha menahan tubuh Neira yang terus saja berontak.


Neira terus saja bersuara dibalik bungkaman tangan Darel. Darel langsung membalikkan tubuh Neira dan bangkit dari sofa panjang menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, tubuh Neira diletakkan diatas closet.


"Bayi besar, apa-apaan ini?! Kamu sungguh lancang bayi besar." teriak Neira dengan nada marah. Bersyukurlah kamar mandinya dilengkapi kedap suara jadi teriakan Neira tidak keluar karena kebiasaan Neira pasti akan memutar musik di dalam kamar mandi 🀭.


"Kita akan mandi bersama sugar." sahut Darel acuh sambil menyalakan kran air hangat di bak mandi.


"Apa hanya mandi?" tanya Neira memicingkan matanya curiga.


"Iya, kita cuman mandi paling ada pelus pelusnya." goda Darel dengan tersenyum manis.


Neira mendengar hal itu melototkan matanya tidak terima lalu ingin bangkit tetapi Darel langsung menahannya bahkan langsung membuka pakaian luar Neira.


"Kamu ngapain bayi besar." protes Neira kaget bercampur malu.


"Ya, mandi. Apalagi sugar." balas Darel.


"Tapi kalo ketahuan bagaimana? kamu tau sendiri Bintang juga tidur disini."


"iya, aku tau. Ini kamar kalian kan. Makanya ada 6 ranjang kingsize."


Neira menganggukkan kepala saja. Akhirnya Neira dan Darel mandi bersama diselingi suara gaib. Sementara Bintang yang sudah selesai mandi dan berpakaian lengkap langsung saja keluar dari kamar RR menuju ruangan makan. Bintang sama sekali tidak mengetahui kalo Neira sedang digrepe-***** oleh Darel.


30 menit kemudian, Neira dan Darel baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian lengkap. Wajah Neira yang kelelahan berbeda dengan wajah Darel seperti mentari pagi. Mereka keluar dari kamar RR menuju ruang makan.


Setelah sarapan pagi Neira, Darel, Bintang, Alfa, Abyan, Bonanza, Karim, Ben dan Anita berangkat ke bandara pribadi karena pukul 7.20 pagi. Setelah menunggu 10 menit, akhirnya penerbangan ke kota sebelah dilakukan dengan menempuh waktu 1 jam setengah.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...