
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat malam atau tengah malam reader π
Masih episode khusus Alfa ya π
Masih di Pulau Tanpa Nama, saat aku dan tuan Abyan sedang menjalankan misi di sebuah ruangan seperti pengendali pulau ini. Aku terus mendengar percakapan mereka tetapi tuan Abyan yang tiba-tiba saja diberi kode tuan Darel langsung menolehkan wajahnya.
"Ada apa?"
"Nona muda Neira tiba-tiba masuk klinik."
"Apa?!"
Aku hampir saja teriak jika tidak ada tuan Abyan menutup mulutku.
"Jangan berisik. Kita sedang dalam misi. Sebaiknya kita menunda misi untuk sementara terlebih dahulu, keselamatan majikan kita paling utama." Tuan Abyan perlahan memberikan perintah mundur.
30 menit kemudian, Aku dan tuan Abyan tiba di tempat klinik dimana melihat tubuh tuan Darel bak setrika.
"Bagaimana keadaan nyonya Ala, tuan Indra?" tanyaku cemas memberikan nama samaran untuk kedua majikanku dan tuan Abyan, sebenarnya sih canggung kalo ngobrol sama tuan Darel.
"Aku tidak tau apa yang terjadi dengan istriku." geleng tuan Darel. Aku melihat kerapuhan yang berada di dalam diri tuan Darel.
"Bukannya tuan dan nyonya pergi ke gedung Timur?" tanya tuan Abyan memastikan.
Tuan Darel menyerahkan sebuah video dari ponsel mini ke aku dan tuan Abyan membuat kami menonton video tersebut hanya beberapa menit saja, tubuhku bergetar.
"Ada apa Andy?" tanya tuan Abyan cemas arahku.
Aku hanya menatap tuan Darel dan tuan Abyan bergantian lalu menatap nona muda Neira yang berada di pintu ruangan perawatan.
Aku mengingat kejadian 4 tahun yang lalu dimana tuan Saguna kabur dari pulau terpencil kerajaan Moonlight dan menculik nona muda Neira membuat 3 keluarga besar langsung turun tangan untuk menangkap tuan Saguna tetapi mereka tepat waktu untuk menyelamatkan nona muda Neira karena hampir saja tuan Saguna mengambil mahkota nona muda Neira membuat tuan besar dan nyonya besar kalap bahkan tuan Saguna berhasil lolos dari penjara markas cabang organisasi AZZA dengan mudah karena memiliki anak buah yang setia dengannya alias penghianat. Sejak saat itu nona muda Neira mengalami trauma berat dan membutukan waktu 2 tahun untuk memulihkan traumanya.
"Tuan Andy." sapa tuan Abyan menepuk pundakku. Andy, nama samaranku ya disini sedangkan Dana, nama samaran buat tuan Abyan.
Aku yang tersadar sadar menggelengkan kepala. "Aku baik-baik saja."
"Nona muda, anda harus kuat dan jangan mengingat kenangan menyakitkan itu lagi." batinku berdoa.
30 menit kemudian, dokter yang merawat nona muda Neira keluar. Dokter itu mengernyitkan dahinya saat melihatku dan tuan Abyan.
"Perkenalkan dokter saya Dana dan ini Andy, kami orang kepercayaan tuan Indra dan nyonya Ala." Ucap tuan Abyan yang paham dari tatapan dokter.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya tuan Darel dingin.
"Istri anda tidak apa-apa tuan Indra, hanya kelelahan saja." balas dokter itu tersenyum. "Tuan Indra, kalo mau tempur tolong jangan terlalu keras. kasian istri anda." lanjutnya menasehati.
Aku menatap tajam tuan Darel dimana tuan Darel memasang wajah dingin dan datar berbeda dengan tuan Abyan hanya memasang wajah syok dan kaget.
"kalo begitu saya pamit, silahkan masuk."
"baik dokter." ramah tuan Abyan.
Aku, tuan Darel dan tuan Abyan memasuki ruangan perawatan tersebut dimana nona muda Neira terbaring dengan selang oksigen dan infua ditangan kanannya.
Saat tuan Darel ingin menggengam tangan kiri nona muda Neira, aku langsung menepisnya dengan dingin dan aura tidak biasa: "Apa maksud dokter tadi tuan Darel?"
"Aku tidak melakukan apa-apa tuan Alfa, aku hanya memberi tanda di leher saja agar tidak ada curiga. Lagipula nona muda mu masih tingting." balas tuan Darel santai dan lempeng banget lalu menggeser tubuhku. Aku langsung memeriksa leher nona muda Neira ternyata benar apa yang diucapkan tuan Darel.
Hampir 5 jam kami berada di ruang perawatan, aku dan tuan Abyanpun duduk di sofa pojok menunggu terbangunnya nona muda Neira berbeda dengan tuan Darel yang terus saja menggenggam tangan nona muda Neira.
"Sugar, kapan kamu bangun? Kata dokter hanya 4 jam kamu tertidur. Kenapa masih saja tertidur?" Lirih tuan Darel.
"Air." lirih nona muda Neira terbata-bata.
Tuan Darel dengan sigap membantu nona muda Neira bahkan sambil membaringkan kembali.
"Dimana? Kenapa?" Tanya nona muda Neira lemah.
"Ruang perawatan sugar. Kamu pingsan saat kita kembali ke gedung utama."
"Alfa." Lirih nona muda Neira menatapku.
Aku mendekat kesisi satunya. "Ada apa?"
"Bang Saguna Alfa. Dia masih hidup." Lirihnya mencengkram tangan tuan Darel.
"Tenanglah nona muda. Anda akan baik-baik saja."
"Tapi aku takut kejadian itu terulang kembali." Isak nona muda Neira.
"Tidak akan nona muda. Anda sekarang sedang menyamar jadi kita tidak akan ketauan."
"Semoga saja. Tapi aku tetap takut Alfa."
"Nona muda, hilangkan ketakutanmu. Percayalah semua akan baik-baik saja."
Nona muda Neira hanya menganggukkan kepala.
"Ehem-ehem ... asyik bener ya saling genggaman tangan padahal belum jadian dan SAH." Sindir tuan Abyan membuat genggaman tuan Darel dan nona muda Neira terlepas.
"Bayi besar terima kasih." Lirih nona muda Neira tulus membuat senyum lembut dan tulus terbit di bibir tuan Darel.
...ππππππ...
Gedung Barat Kamar Merah Muda tempat tuan Darel dan nona muda Neira. Aku melihat wajah datar dan dingin Tuan Darel yang sangat menusuk karena aku dan tuan Abyan mengikuti sampai kamar ini.
"Kalian tidak keluar?" tanya tuan Darel dingin dan datar bahkan auranya sama sekali tidak bersahabat. Aku maupun tuan Abyan menggelengkan kepala artiya menolak halus. "Ganggu." dengus tuan Darel datar dan dingin.
"Ganggu dari mana, malahan saya menyelamatkan majikan saya dari para buaya yang ingin menerkam mangsanya." pikirku. "Maafkan saya tuan Darel, saya melakukan ini karena saya tidak mau terjadi apa-apa sama nona muda Neira." Ucapku datar membuat tuan Darel memutar matanya malas dan menatap tajam.
"Kalian nanti tidur dimana?" tanya nona muda Neira yang akhirnya buka suara menatap kami.
"Lantai/ranjang." jawabku dan tuan Darel Alfa bersamaan kemudian menatap sengit.
"Jawaban yang benar?"
"Lantai/ranjang." Sekali lagi jawaban berbeda dariku dan tuan Darel membuat nona muda Neira dan tuan Abyan menatap satu sama lain.
"Siapa diranjang? Siapa di lantai?" tanya nona muda Neira sekali lagi.
"Nona muda/kita." jawabku dan tuan Darel, membuatku menatap tajam setajam silet dan protes: "Apa maksud anda tuan Darel? Anda ingin satu ranjang dengan nona muda Neira, BIG NO. Saya tidak setuju."
"Saya hanya ingin menjalankan peran saja sebagai seorang suami." Ucap tuan Darel tidak mengalah.
"Peran suami hanya diberkas palsu yang anda buat tuan Darel, bukan diberkas asli." sindirku telak.
"Sudah, sudah. Jangan berdebat. Kalian bertiga tidur di lantai. Ada kasur cadangan dilemari. Biarkan aku di ranjang sendiri." Mutlak nona muda Neira.
Pagi harinya saat asyik-asyiknya berkelana di alam mimpi diriku dibangunkan oleh tuan Abyan dengan cara menepuk lengan kiri. "Tuan Alfa."
Aku yang mulai terusik perlahan-lahan membuka mata dengan suara serak khas bangun tidur: "Ada apa?"
"Sudah pagi."
Aku perlahan-lahan duduk sambil mengumpulkan nyawa satu persatu dan bangkit dari kasur, lalu melipat kasur setelah itu berjalan ke arah kamar mandi.
Tidak sampai 20 menit di dalam kamar mandi, aku yang baru saja keluar dengan pakaian lengkap hanya mengernyitkan dahi heran saat melihat tuan Darel terduduk di lantai dimana nona muda Neira menatap sini kearah tuan Darel.
Akupun berjalan ke arah tuan Abyan dan berbisik:
"Tuan Abyan, ada apa?"
Tuan Abyan menceritakan apa yang tadi di lihatnya. Alfa hanya manggut-manggut saja. "Baguslah, kenapa gak tendang asetnya saja nona muda." pikirku.
Lalu nona muda Neira bangkit dari ranjang kingsize menuju kamar mandi sambil membawa pakaian lengkap. Sebelum masuk kamar mandi, tubuh nona muda Neira berbalik dengan nada mengancam : "Kalian bertiga silahkan ke balkon kamar ini terlebih dahulu, masuk lagi nanti 30 menit kemudian. Kalo kalian melanggar siap-siap saja aset kalian, gue potong."
Bak anak kucing kepada sang induk kucing. Kami mengangguk bersamaan dan meneguk saliva kasar. Kami langsung saja menuju balkon kamar dan duduk di sofa yang sudah disediakan, jangan lupakan cemilan dan minuman hangat yang sudah disiapkan tuan Abyan.
Selama nona muda Neira mandi, tuan Abyan mengeluarkan laptopnya untuk melihat bagaimana rencana yang disusun oleh tuan Darel. Aku melihat hal itu hanya mengamati sebenarnya di dalam hatiku sangat takjub dengan rencana tuan Darel yang sedang meminum botol dot susu rasa vanilla 99% mendekati sempurna.
"Nih manusia satu, kalo sudah ada botol dot. Wajahnya polos banget seperti anak kecil. Coba botol dotnya gak ada, yang ada wajahnya datar dan dingin." batinku mengamati tuan Darel.
"Selesai." singkat tuan Darel dingin.
"Anda tau?" tanyaku datar dan singkat.
"Ya."
Tuan Abyan mendengar percakapan singkat antara tuan Darel dan diriku hanya diam tanpa kata.
"Makan tuh kode tuan Abyan, emang enak. Ngerti gak kamu kami ngomong apa." pikirku terkikik.
"Anda dan Neira?"
"Cinta pertama."
"Serius?"
"Ya."
"Anton?"
"Tenang."
Membuat tuan Abyan menggaruk kepalanya saat mendengar percakapan singkat kami.
"Kalian ngo-" "Lo serius bayi besar?" Ucapan tuan Abyan dipotong oleh nona muda Neira. Tuan Darel hanya menganggukkan kepala saja.
"Tunggu, tunggu. Tuan muda, nona muda, tuan Alfa kalian ngomong apaan? Saya sama sekali tidak mengerti?" tanya tuan Abyan bingung.
"Lo gak ngerti mereka ngomong apa tuan Abyan?" tanya nona muda Neira memastikan. Tuan Abyan menganggukkan kepala saja.
"Lo berapa tahun bekerja dengan si bayi besar?"
"9 tahun, saat usia tuan muda Darel 16 tahun."
"Ckckck ... 9 tahun bekerja sama si bayi besar, lo gak ngerti omongan singkatnya." Cibir nona muda Neira.
"Nona muda Neira, apa anda mengerti?" tanya tuan Abyan balik.
"Mau gue jelasin gak mereka ngomong apa?" Ucap nona muda Neira menaik turunkan alisnya. Tuan Abyan dengan semangat 45 menganggukkan kepala.
"Oke. Dengerin baik-baik penjelasan gue ya. Gue hanya jelasin singkat aja." Ucap nona Neira duduk disofa dekat tuan Darel.
Penjelasan singkat nona muda Neira membuat tuan Abyan paham.
"Anda tidak sedih?"
"Buat apa sedih? dia sudah menodai pernikahan suci kami. Jadi gue akan pernah sedih atau menyesal jika gue dan dia bercerai." Jelas nona muda Neira sambil meminum susu hangat rasa stroberi.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat kami mengalihkan pandangan ke arah pintu.
"Siapa?!" teriak nona muda Neira.
"Pelayan nyonya Ala."
"Ada apa?"
"Tuan Saguna ingin bertemu dengan nyonya Ala dan tuan Indra."
Aku melihat tubuh nona muda Neira mematung, menatapku dan menggelengkan kepala. Tuan Darel melihat hal itu dengan mengeluarkan suara dingin dan datar. "Kemana?"
"Ke gedung Selatan, tuan Indra."
"Baik, sejam lagi kami akan kesana."
"Baiklah saya permisi."
Setelah pelayan itu berlalu, aku dan nona muda Neira menatap tajam tuan Darel.
"Maksud, anda. Tuan Saguna. Nona muda disini." singkatku dingin dan datar sekaligus tidak terima.
"Tidak. Bersama." tekan tuan Darel dingin dan datar.
"Gak bayi besar, gue gak mau." geleng nona muda Neira kuat sambil mencengkram ujung baju.
"Sugar, lawan masa lalumu. Jangan terjebak. Ingat kamu seorang putri dari tuan Leo dan nyonya Ayya." Lembut tuan Darel sekaligus menyemangati.
"Tetapi ..."
"Tenanglah nona muda Neira, tuan muda Darel sudah memiliki rencana." Yakin tuan Abyan.
Aku tersenyum tipis saat nona muda Neira menganggukkan kepala karena tuan Darel dan tuan Abyan.
Tuan Darel bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke arah nona muda Neira. "Sugar, tetaplah berada disampingku agar aku bisa melindungimu."
Aku tersenyum sangat lebar saat nona muda Neira tersenyum manis, hangat dan lembut.
"Sugar jangan tersenyum seperti itu." manja tuan Darel cemburu membuatku dan tuan Abyan memutar mata.
Kamipun keluar dari kamar merah muda bahkan para pelayan disana hanya taunya kami adalah saudara dari kedua majikan kami.
...ππππππ...
...Part terpanjang ya guys, mau 2K π€...
...Jangan tanyakan sampai episode berapa part Alfa,,, 40 part author rangkum versi Alfa π€£...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...