Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 16



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Maaf Baru Bisa Update 😊 Dalam seminggu kayanya 5 hari aja deh author update ,, weekend author mau metime 🀭


Hari kedua pulau tanpa nama


Pagi hari di kamar merah muda, Neira merasakan aneh di daerah salah satu gunung kembarnya. Neira perlahan-lahan membuka mata lalu menundukkan wajahnya ternyata mulut Darel sudah berada di salah satu gunung kembarnya bak bayi dengan wajah damai dan tenang.


"Dasar bayi besar mesum. Harus benar-benar dibangunin ini, kalo tidak bisa gue gak gadis lagi." Batinku mengumpat dan perlahan-lahan menarik salah satu gunung kembar.


"Akhirnya lepas juga." Gumam Neira meletakkan kepala Darel ke bantal lalu memasang baju kaosnya.Β 


Saat Neira ingin bangkit dari ranjang kingsize.


Kyyaaaaaa


Teriak Neira karena pinggangnya ditarik oleh Darel sehingga tubuh Neira jatuh ke pelukan Darel.


Dug dug dug


Dug dug dug


Dada Neira dan Darel berdisko ria saat berpelukan bahkan sampai kedengaran telinga masing-masing.Β 


"Mau kemana sugar? Temani aku saja." Serak Darel khas bangun tidur.Β 


"Mau ke kamar mandi. Aku mau buang air kecil." Ucap Neira dengan dada masih berdisko ria.


Darel melepaskan pelukannya lalu mengangkat Neira ala bridal style menuju kamar mandi. Wajah Neira memerah malu karena Darel, notabenenya pria yang baru saja kenal beberapa hari sudah sangat romantis dan selalu mementingkan diri Neira.


Di dalam kamar mandi, Darel perlahan-lahan meletakkan tubuh Neira di atas toilet.


"Sugar, aku keluar. Kamu mandilah dulu."


Neira menganggukkan kepala, tubuh Darel keluar dari kamar mandi dengan senyum misterius.


Darel berjalan kearah balkon, jendela kamar dimana ada seorang pria bertopeng hitam menunduk hormat.


"Bagaimana penyelidikan kalian?" Tanya Darel dingin.


"Berjalan lancar tetapi ..." ucapnya terpotong menunggu reaksi Darel yang masih sama diam, datar dan dingin memandang pemandangan di depan kedua matanya.


"Tetapi berhubungan dengan masa lalu orang tua nona Neira, tuan Darel." Tegasnya membuat kepala Darel menoleh ke arah pria bertopeng hitam itu.


"Apa maksudmu Gesang?" Gesang adalah orang kepercayaan Darel yang dipilih langsung keluarga Evangelion.


"Saguna Osric, mantan putra mahkota dari kerajaan moonlight. Putra dari tuan Jacob dan mantan permaisuri Genia. Ratih Amelia, putri dari Saguna dan Aina." Jelas Gesang datar.


Wajah Darel tetap tenang, diam, datar dan dingin mendengar fakta yang sangat mengejutkan ini sebenarnya di dalam hati dan pikirannya banyak sekali pertanyaan untuk calon istrinya ini.


"Baiklah. Cari lagi bukti lain di pulau ini." Titah Darel. Gesang pergi setelah hormat ke Darel.


Darel memasuki kamar kembali tetapi melihat pemandangan menurutnya yang bikin kepalanya tiba-tiba pusing dan boynya berontak. Darel melihat Neira memakai pakaian dimana kaosnya kebesaran menutupi sampai setengah paha dengan celana super duper pendek.


"Sugar, kamu ingin memancingku." Ucap Darel berusaha normal.


Neira yang berada di meja rias menoleh ke Darel dengan wajah polos. "Gue tidak memancing lo, pakaian gue emang seperti ini."


"Tapi bisakan celana kamu diganti pakai celana panjang?" Tawar Darel memohon. Neira berdiri dengan wajah dibuat super duper polos lalu mendekati Darel.


"Bisa gak sih lo jangan mesum, bayi besar. Kita disini hanya menjalankan misi. Jadi gue mencari pakaian yang nyaman buat jalani misi." Ucap Neira tersenyum genit sambil menggoda dan jari telunjuk kanannya berada di dada bidang Darel.


Gluk


Darel merasakan tenggorokannya tercekat saat mendengar suara genit dan menggoda Neira.


Neira merasakan kalo boy Darel menusuk perutnya. "Dasar omes, gue genitin dikit aja udah panas dingin." Batin Neira kesal.


Kemudian Neira menjauh dari tubuh Darel dan berjalan ke arah belakang tubuh Darel. Darel yang masih di dunia fantasi tiba-tiba saja ada yang mendorongnya dari belakang sambil menuju kamar mandi.


BLAM


Pintu kamar mandi di banting oleh Neira membuat Darel terkekeh dibalik pintu.


"Mandi sana. Bersihkan pikiran omes lo bayi besar." Teriak Neira dibalik pintu.


Neira duduk di meja rias dengan wajah kesal bercampur malu. "Dasar bodoh kamu, Nei. Sudah tau si bayi besar gampang tergoda sama lo." Batin Neira mengacak rambutnya.


Tok tok tok


"Siapa?"


"Saya nyonya Ala."


"Pelayan." Batin Neira. "Ada apa?"


"Saya ingin memberitahukan kepada anda dan suami anda untuk segera datang ke gedung Timur untuk memilih pasangan yang ingin anda ambil anaknya." Pesan pelayan itu dibalik pintu.


"Baiklah pelayan. Saya dan suami saya akan kesana." Ucap Neira sedikit berteriak.


"Apa maksud pelayan tadi? Ambil anak dari dua pasangan yang kami pilih?" Pikir Neira tanpa tau kalo Darel baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dipinggangnya sementara handuk satunya mengusap rambut basah.


Darel melihat Neira yang melamun langsung saja mendekatinya sambil mengelus pucuk kepala Neira. "Sugar ada apa?"


Neira tersadar dari lamunannya mendongakkan kepalanya lalu menunduk kembali karena malu wajah Darel tepat di hadapannya bahkan hidung mereka bersentuhan.


Darel yang gemes langsung saja terkekeh dan reflek mencium dahi Neira. Awalnya Neira menunduk langsung mendongakkan kepalanya.


Cup


Bibir keduanya bersentuhan membuat Neira membulatkan matanya dan ingin menyudahi ciuman tidak sengaja tetapi tengkuknya ditahan oleh Darel dengan tangan kanannya.


Ciuman Darel dan Neira berjalan hampir 10 menit bahkan Darel menahan tubuh Neira agar tidak menjauh. Lalu Darel dengan cepat memberikan tanda di leher kanan dan kiri Neira.


Setelah selesai Darel memberikan tanda di leher Neira. "Sugar jangan dihapus, ini membuktikan kalo kita suami istri. Orang-orang disini sungguh berbahaya." Ucap Darel lembut sebenarnya di dalam hatinya :"maafkan aku sugar, aku melakukan ini karena beberapa pelayan, maid dan pengawal disini curiga tentang hubungan kita."


Darel bangkit dan menuju walk in closet. Neira yang mendapat perlakuan seperti itu tiba-tiba saja berteriak bak orang tidak waras :"bayi besar omes, jangan cari kesempatan dalam kesempitan. Ya allah, bibir dan Neira gak gadis lagi." (bersyukur tiap kamar dipasang kedap suara 🀭)


Di walk in closet, Darel terkekeh dan tersenyum lebar saat mendengar suara maut dari Neira. Setelah hampir 10 menit di walk in closet, Darel keluar tetapi di kagetkan oleh tubuh Neira yang berdiri di depan pintu dengan wajah masam dan kedua tangan bersilangan.


"ya allah, sugar. kamu bikin aku kaget saja. Syukur aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung." Darel mengusap dadanya.


Neira memicingkan mata saat melihat pakaiannya dengan pakaian Darel. "Bayi besar, pakaian lo sama pakaian gue kok sama?!"


Pakaian yang dipakaian Darel dan Neira seperti pakaian pasangan yang berbeda warna. Neira warna merah muda alias pinky sedangkan Darel warna hitam.


"aku juga gak tau sugar." Darel menggelengkan kepalanya.


"ganti gak?" protes Neira.


"aku malas sugar." tolak Darel halus lalu berjalan ke arah meja rias mengambil parfum sekaligus menyemprotnya.


"Tadi siapa yang ketok, sugar?"


"pelayan yang pernah datang kesini."


"apa katanya?"


Kita di suruh ke gedung Timur."


"Gedung Timur?"


"Iya."


"Buat apa kita kesana?"


Neira menjelaskan apa yang dibicarakan oleh pelayan tadi membuat Darel membulatkan matanya.


"Sebaiknya kita cepat kesana."


Neira dan Darel keluar dari kamar merah muda. Seperti biasa Darel merangkul pinggang Neira agar tidak ada yang curiga.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...