Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 17



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Maafkan author baru bisa update πŸ™


Di sepanjang perjalanan menuju arah Gedung Timur, Darel dan Neira memindai sekitar dengan cara berangkulan layaknya pasutri agar tidak dicurigai.


Neira sesekali melihat pintu bernama biru tua dan coklat tua yang digembok seperti ada sesuatu yang membuatnya ingin kesana.


"Bayi besar, kenapa kedua pintu itu digembok?" Tanya Neira berbisik.


"Aku tidak tau sugar." Bisik Darel menggelengkan kepalanya.


"Apa lo tidak penasaran?" Bisik Neira. Darel hanya diam. "Sebaiknya kita kesana bayi besar. Gue merasakan ada sesuatu yang disembunyikan dipulau ini." Lanjut Neira memutuskan.


30 menit kemudian, pasangan Darel dan Neira tiba di gedung Timur dan salah satu pelayan menyambut mereka. Pasangan Darel dan Neira mengikuti pelayan itu menuju tempat duduk mereka.


Wajah Neira seketika syok dan kaget tetapi ditutupi dengan wajah manis dan polos andalannya berbeda dengan wajah datar dan dingin Darel hanya tersenyum amat tipis dan ide kotor terbesit di kepalanya.



(☝ Sofa berbentuk ranjang khusus Pasutri)



(☝ ranjang khusus untuk wanita atau pria yang sudah tidak tahan 🀭)


"Silahkan tuan Darel, nyonya Ala." Ucap pelayan itu mempersilahkan.


Darel maupun Neira langsung memasuki sofa berbentuk ranjang itu. Pelayan itu berlalu. Neira mengamati sekitar ada 10 pasutri hari ini bahkan mendengar suara merdu yang bersahutan-sahutan di 3 sofa berbentuk ranjang dengan warna biru, merah dan hijau.


"Ya allah, selama dua hari Neira disini selalu saja melihat bahkan mendengar suara burung bersahutan. Syukurlah si bayi besar bisa menahan sesuatu yang bergejolak." Batin Neira berdoa sambil meringis.


"Ya allah, Darel gak tahan ya Allah. Ingin nyerang belum SAH ya allah." Batin Darel tersiksa.


"Para ladies and gentlemen, welcome in island !!!"


Suara mikropon di depan membuat Darel dan Neira tersadar ke alam nyata.


"Apa kabar kalian hari ini? Baik dan sehat dong."


"Saya tau para nyonya dan tuan disini sudah tidak sabarkan untuk melihat bagaimana wanita atau pria yang masih segel?"


"Baiklah, tidak perlu banyak bicara langsung saja kalian semua keluar dari tirai ini?"


Ucap pembawa acara itu.


Satu persatu pria muda atau wanita muda keluar dari tirai berwarna hitam disusul 6 orang wanita hamil berusia 5-6 bulan.


Neira dan Darel saling pandang saat menyaksikan hampir 20 orang keluar dari tirai berwarna hitam. Neira juga membulatkan matanya saat Saguna keluar terakhir di tirai warna hitam dengan pakaian hitam.


"Abang saguna." Gumam Neira tidak percaya tetapi didengar oleh Darel.


Darel menatap Saguna dari atas sampaiΒ  bawah. "Lelaki itu bernama Saguna Osric, masa lalu dari sugar." Batinnya dengan pandangan sulit di artikan.


Saguna yang keluar terakhir menatap satu persatu 10 pasutri yang berada di sofa berbentuk ranjang masing-masing. Seketika matanya terpaku dengan mata Neira.


"Siapa wanita ini? Apa aku kenal dengannya? Kenapa mata itu mirip sekali dengan seseorang? Tapi siapa?" Pikir Saguna memutuskan kontak mata dengan Neira.


"Tuan Saguna." Panggil pembawa acara membuat Saguna tersenyum tipis. "Silahkan tuan pemilik pulau tanpa nama yang memberikan sambutan dan penjelasan seperti biasa." Lanjut pembaca acara itu mempersilahkan.


Jeduar


Fakta mengejutkan untuk Neira saat mendengar Saguna Osric, mantan putra mahkota kerajaan Moonlight adalah pemilik Pulau Tanpa Nama.


"Jadi andalah pemilik tempat ini, tuan Saguna Osric." Gumam Neira dengan penuh amarah.


Saguna menjelaskan secara detail penjelasan tentang pulau tanpa nama untuk para pasutri.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


"Ar, Kai tidak akan macam-macamkan sama putri bungsu nona Ayya?" Tanya Embun menatap Arlo yang lagi asyik dengan dot bayinya.


"Percayalah sama putra kita, beauty. Kai tidak akan berbuat macam-macam ke Neira, calon menantu kita." Lembut Arlo.


"Tetapi aku mendapat kabar bahwa putra kita sudah melakukan tindakan diluar batas." Ucap Embun menghela napas panjang.


Arlo memeluk Embun dan menepuk punggung Embun agar tenang, nyaman dan damai. "Tapi dia masih gadis, beauty. Lagipula putra kita tidak mungkin langsung asal celup saja. Bisa-bisa nona muda Ayya dan tuan muda Leo langsung melakukan sesuatu kepada putra kita." Jelas Arlo mengingat bagaimana pasangan Gava dan Leo kalo berhadapan para musuhnya layaknya iblis berwujud malaikat.


"Kamu benar, Ar. Kalo sampai kai mencelup si Neira dipastikan nona muda Ayya dan tuan muda Leo akan turun tangan langsung." Ucap Embun yang paham betul sikap Gava ketimbang sikap Leo.


"Biarpun mereka berbahaya beauty, aku lebih berbahaya dari mereka." Ucap Arlo tersenyum smirk.


Embun mendongakkan kepalanya. Dia mengingat bagaimana Arlo lebih berbahaya dari Gava dan Leo membuat Embun mengingat flashback


Flashback 24 tahun silam


Markas organisasi Zero Zone di ruang rapat, Arlo berusia 22an dengan lantangnya ingin menikahi Embun berusia 20an berhadapan dengan Adam, Gava dan Ryker.


"Kau serius ingin menikahi Embun?" Tanya Gava dengan pandangan penuh selidik.


"Iya, nona muda Ayya. Saya ingin menikahi Embun sebagai pelabuhan terakhir saya." Tegas Arlo mantap.


Brak


Gava menggebrak meja dengan keras sampai terbelah dua.


"Atas dasar apa tuan Arlo mau menikahi Embun, tangan kanan saya?" Tanya Gava menatap tajam Arlo yang masih berdiri tegak dan kokoh.


"Awalnya saya hanya ingin balas budi nona muda Ayya karena sudah menolong dan merawat saya beberapa kali, tetapi saya beberapa kali melihat ketulusan, kelembutan dan kehangatan dari sikap nona Embun membuat jantung saya tiba-tiba berdetak cepat."


"Anda jatuh cinta tuan Arlo, akhirnya si bayi mafia menemukan seseorang yang pas untuk dijadikan pendamping." Ucap Gava tersenyum tipis.


Gava melirik Embun dengan ekor matanya. Dia melihat pancaran cinta dan kasih sayang yang tulus ke Arlo. Arlopun sama.


"Bawalah dia tuan Arlo."


Embun membulatkan matanya saat mendengar ucapan Gava.


"Nona muda Ayya, mohon maafkan saya. Saya lancang nona muda Ayya." Ucap Embun menundukkan tubuhnya dan meminta maaf.


"Lancang dalam segi apa?"


"Saya lancang karena saya meninggalkan nona muda Ayya lebih dulu sebelum anda menikah. Seharusnya anda adalah prioritas saya, bukan sebaliknya."


Gava berjalan ke arah tubuh Embun dan menepuk punggungnya beberapa kali.


"Pergilah bun. Lagipula banyak anak buah organisasi zero zone."


"Tapi bagaimana dengan sumpah saya kepada anda nona muda?"


"Sumpah lo akan tergantikan jika suatu saat nanti salah satu anak kita menikah bun."


"Apa maksud anda nona muda Ayya?"


"Aku bermimpi bun. Kita jadi besanan dimana anak perempuan gue ditakdirkan sama anak lo nanti."


"Nona muda Ayya. Jika suatu saat nanti kedua anak kita bertemu saya akan memberikan sesuatu dari leluhur saya untuk anak perempuan anda."


"Saya tunggu tuan Arlo Evangelion."


Akhirnya Embun dan Arlo bersatu bahkan menikah sebulan mengundang organisasi Zero Zone bahkan Gava dan Adam juga memberi selamat.


Flashback Off


"Beauty." Panggil Arlo membuat Embun tersadar.


"Memikirkan masa lalu." Tebak Arlo. Embun menganggukkan kepala.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Emak bapak Darel baru muncul 🀭...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...