Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 30



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Author update siang agak sore soalnya author 5 hari kerja jadi hari sabtu-minggu author weekend 😊 Kalo hari minggu khusus author istirahat ya 😘


Siang hari mansion MD, Neira pulang bersama Bonanza. Baru saja memasuki pintu masuk kepala maid melihat nyonya mudanya bersama seorang gadis berusia 21 tahun dengan wajah datar dan dingin.


"Bibi kepala, perkenalkan dia saudara sepupu Neira, namanya Bonanza dipanggil Bona. Bona, ini bibi kepala maid mansion ini." jelas Neira ramah dan sopan.


Bonanza hanya menganggukkan kepala dengan wajah datar dan dingin sedangkan kepala maid mengangguk canggung.


"Maaf bibi Kepala, Bona memiliki trauma mental. Saya yang akan merawat Bona." lirih Neira mulai berakting.


Kepala maid mulai merasa iba saat Bona dikatakan mengalami trauma mental.


"Apa tuan Anton sudah di kasih tau nyonya?" tanya Kepala maid.


"Belum bibi kepala, nanti Neira bilang ke mas Anton buat Bona tinggal disini selama beberapa bulan paling lama 3-4 bulan untuk kesembuhannya." jelas Neira mengelus pucuk kepala Bonanza. Bonanza masih tetap diam bak patung hidup.


"Baiklah, saya akan membersihkan ruang tamu agar nona Bonanza bisa beristirahat." Ucap kepala maid berlalu.


Setelah kepala maid berlalu, Bonanza mendekati telinga kanan Neira tanpa sepengetahuan Neira dan berbisik: "anda harus tidur dengan saya nona muda Neira."


Neira yang mendengar bisikan itu langsung mengusap dadanya beberapa kali.


"Bonanza, loe bisa gak sih kalo berbisik ditelinga gue pake kode gitu. Gue kira loe makhluk halus tau gak." gumam Neira sarkas.


Bonanza hanya mengedikkan bahu acuh membuat Neira mendengus dan menbatin: "gak atasan, gak bawahan, bikin gue darting tau gak."


Neirapun mengapit lengan kiri Bonanza agar mengikutinya ke ruang keluarga. Di ruang keluarga, Bonanza melihat sekitar lalu kedua matanya menyipit karena foto pernikahan Neira dan Anton sangat bahagia walaupun sederhana.


"Pernikahan yang suci tetapi terdapat penghianatan." batin Bonanza.


"Loe liat foto pernikahan gue dan mantan suami gue." Ucap Neira memelankan suaranya saat menyebutkan kata MANTAN.


"Ternyata ekspetasi saya berbeda dari realita ya. Di foto seperti ada cinta dan bahagia di kedua mata kalian berdua tetapi ternyata hanya kepalsuan belaka." komentar Bonanza dingin, datar dan pedas.


"Loe peka juga ya." Ucap Neira membenarkan apa yang di komentar pedas oleh Bonanza.


"Saya disini hanya 3 bulan bersama anda setelah itu saya akan kembali dengan pekerjaan saya."


"Ya, gue tau makanya selama 3 bulan loe manggil gue dengan sebutan Aa. Jangan nona muda, takutnya nanti akan terbongkar." Ucap Neira sedikit nada mengancam dengan aura tidak biasa.


Bonanza menganggukkan kepala. Beberapa menit kemudian, kepala maid memberitahukan kalo kamar tau sudah dibereskan dan disiapkan.


Bonanza dan Neira bangkit dari sofa dan menuju kamar tamu di lantai dasar untuk kamar Bonanza 3 bulan kedepan.


Sore harinya, Anton dan Ratih baru saja tiba di mansion MD. Anton celingak celinguk mencari istri kesayangannya lalu lewatlah kepala maid.


"Bibi kepala, dimana istriku?" tanya Anton sopan.


"Nyonya Neira sedang di kamar tamu lantai 1 tuan muda Anton." jawab Kepala maid.


Anton dan Ratih saling pandang kemudian Anton bertanya: "di kamar tamu lantai 1? Apakah ada tamu?"


"Sepupu perempuan nyonya muda Neira baru saja tiba di kota ini tuan muda Anton, nyonya muda Ratih."


"Iya, tuan muda. Nyonya muda. Maaf saya permisi karena ingin menyiapkan makan malam." Ucap Kepala maid berlalu. Setelah kepala maid menuju ruangan dapur.


"Yang, kamukan mengenal banget nih Neira sejak awal masuk kuliah? Emang Neira punya sepupu perempuan?" tanya Anton ke Ratih.


"Tidak juga sayang. Neira sangat tertutup kalo masalah keluarganya." balas Ratih menyakinkan. "Bagaimana kalo kita ke kamar tamu dimana ada Neira dan sepupu perempuannya." lanjutnya.


Anton dan Ratih bergegas ke kamar tamu di lantai 1, di depan pintu kamar tamu.


Tok tok tok


Ceklik


Pintu dibuka memperlihatkan penampilan Neira yang baru saja bangun tidur.


"Mas Anton. Ratih." serak Neira.


"Loe tidur Nei?" tanya Ratih basa-basi. Neira menganggukkan kepala.


"Yang, kenapa tidak di kamar kita saja." Ucap Anton yang tidak tau kalo mereka sudah bercerai kemaren.


"Aa hiks ... aa dimana hiks ... jangan tinggalin bona hiks ... " isak Bona mulai berakting karena mendengar 2 orang dipastikan adalah Anton dan Ratih.


"Iya, bona. Aa akan kesana. Mas Anton, maafkan aku ya. Aku mau ngurus Bona dulu." Ucap Neira mulai berakting.


Anton dan Ratih masu ke kamar tamu dimana Neira berusaha menenangkan Bona yang menangis.


"Siapa yang?" tanya Anton penasaran.


"Dia sepupu perempuanku, mas Anton. Beberapa hari yang lalu dia diculik oleh salah satu bisnis bibiku saat pamanku lagi sakit makanya aku dan Bintang ijin selama seminggu." jelas Neira memeluk Bona berusaha menenangkannya padahal lagi berakting.


"Terus?"


"Dia ditemukan dengan keadaan yang mengenaskan mas Anton, karena cuman aku, kakak satu-satunya perempuan jadi dia akan dititipkan selama disini selama 3 bulan dan ada rumah sakit serta dokter terbaik di kota ini yang direkomendasikan dokter rumah sakit di kota bibiku." jelas Neira lirih dan berbohong demi rencananya.


"Ya sudah, tidak apa-apa dia tinggal disini selama 3 bulan yang penting dia sembuh. Kalo boleh tau siapa namanya sayang? Usianya berapa tahun?" Ucap Anton mengiyakan dan bertanya.


"Bonanza, dipanggil Bona. Usia 21 tahun mas." Ucap Neira.


"Berarti dia kakak sepupu kamu dong. Bukan adik sepupu kamu?" tanya Ratih tidak mengerti.


"Keluarga Ratih, bibi dia itu adik paling bontot ayahku." jelas Neira berbohong kembali. Ratih menganggukkan kepala tanda memahami.


Setelah itu Ratih dan Anton keluar dari kamar tamu, dimana Neira dibiarkan bersama Bonanza. Selama seminggu, Anton sama sekali tidak bisa menyentuh Neira akibat ulah Bonanza yang tidak bisa jauh dari Neira. Pernah satu kali, saat Anton ingin memeluk Neira dari belakang, Bonanza langsung melepaskan pelukan antara Anton dan Neira lalu memeluk Neira layaknya ibu dan anak.


Selama seminggu pula, Anton yang tidak bisa menyentuh Neira malah melakukannya dengan Ratih. Anton benar-benar frustasi selama seminggu bahkan pernah sekali Anton, Neira dan Ratih berkumpul di ruang keluarga tanpa Bonanza, karena lagi di kamar tamu.


Anton dan Neira duduk disofa dimana Anton merangkul pundak Neira membuat Ratih cemburu dan panas. Neira melihat hal itu berakting kembali.


"Yang, selama seminggu bisakah kita sekamar. Aku kangen di kelonin sama kamu yang." rengek Anton bak anak kecil.


"Gimana ya mas? kamu tau sendiri Bona gimana? kalo aku tidak ada disampingnya pasti dia akan mengamuk mas. Kata dokter hanya orang terdekat dan keluarganyalah yang bisa menyembuhkannya." jelas Neira merasa bersalah.


"Ya sudah tidak apa-apa." Ucap Anton lesu.


Neira hanya tersenyum amat tipis berbeda dengan Ratih yang terbakar api cemburu. Anton sama sekali tidak tau kalo Ratih memasang wajah cemburu.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...