
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat malam π atau tengah malam ya π€£
Author kalo kerja gak bisa fokus ke dunia halu, kerjaan authorkan tutor les jadi otak author ke pake buat anak-anak apalagi jika berhubungan masalah berhitung & rumus (Mapel apa ya ?? π taulah yang pernah sekolah π€)
Anton Pov On
Hari ke-7 adalah hari yang sangat istimewa untukku karena hari ini adalah hari kepulangan Neira, istri pertamaku sekaligus wanita yang aku cintai. Aku menyuruh kepala maid untuk memasakkan makanan kesukaannya.
Aku berada di ruang keluarga, menonton tv sambil merangkul Ratih, istri keduaku yang memelukku dari samping.
"Yang, kapan Neira datang?" tanyanya manja.
"Sekitar pukul 3 sore. Kenapa?"
"Kita main yuk." ajaknya manja.
"Main?" tanyaku heran.
"Iya." angguknya.
"Sayang, 3 jam lagi Neira akan datang, jadi nanti aja ya kita mainnya, kalo kita main sekarang lalu kita tidak selesai takutnya kita kepergok Neira?"
"Yah." lesunya dengan wajah berkaca-kaca.
Aku melihat wajah Ratih yang berkaca-kaca membuatku merasa tidak tega karena selama 7 hari, aku meliburkan para maid untuk tidak masuk ke mansion utama karena aku dan Ratih sedang membuat adonan di tempat mansion kecuali ranjang kamarku dan Neira.
"Bagaimana kalo kita main di ruang keluarga?" bisikku serak dan terlintas di kepalaku.
"Tapi ada para maid sayang." rajuknya.
"Tenanglah." Lembutku.
Aku bangkit dan memanggil para maid dan memberi perintah jika mendengar suara gaib jangan ada yang memasuki ruang keluarga.
Para maid mendengar hal itu hanya menganggukkan kepala lalu kembali ke tugas masing-masing. Setelah selesai, aku duduk kembali dan mencium bibir Ratih dengan sangat panas dan rakus.
Aku dan Ratih sama-sama terbakar gelora api bahkan Ratih terus saja mengeluarkan suara gaib membuatku malah tambah panas.
Beberapa menit kemudian, aku dan Ratih sudah polos tanpa sehelai benangpun ditubuh kami. Ratih yang duduk disofa membuka kedua kakinya lebar-lebar agar boy jumboku bisa masuk.
Setelah boy jumboku masuk perlahan-lahan ke sarangnya, perlahan-lahan menggoyangkan dari ritme pelan sampai ritme cepat membuat suara Ratih terus saja mengeluarkan suara gaib. (stop sampai disini, author gak kuat π€£)
Anton Pov OFF
...ππππππππ...
Neira Pov On
Sudah 7 hari aku meninggalkan mas Anton di mansion bersama Ratih, selama itu pula aku mendengar suara gaib dari mas Anton dan Ratih karena sebelum keberangkatanku dalam misi, aku memasang alat penyadap dan CCTV tersembunyi disetiap sudut mansion sehingga melihat aktivitas menjijikkan antara Mas Anton dan Ratih.
Aku masih mengingat waktu hari kelima dimana diriku berada di balkon kamar mansion OS bersama Darel, Alfa dan Abyan. Aku mengambil laptop dan mengetik keyboard untuk melihat CCTV tersembunyi mansion MD. Ternyata yang aku lihat adalah pergulatan panas antara mas Anton dan Ratih membuat hatiku biasa saja dan tidak sakit hati sama sekali berbeda dengan Alfa, Darel dan Abyan mengeluarkan sumpah serapah.
Bahkan Alfa dan Darel ingin sekali memotong boy Mas Anton yang asal celap celup saja. Akupun menceritakan kalo Mas Anton dan Ratih sudah menikah 1 bulan lebih membuat Darel, Alfa dan Abyan memasang ekspresi berbeda.
Kalian tau apa yang dikatakan oleh Darel?
Yang dikatakan si bayi besar yaitu : "sebelum kalian merayakan hari pernikahan kalian yang pertama, aku pastikan kamu, sugar akan bebas dari pernikahan laknat ini, kamu akan menjadi nyonya Evangelion saat hari pernikahan pertama kalian." (Ingatkan cuplikan yang bab awalan π€)
Aku sudah berada di depan gerbang mansion MD sekitar pukul 1 siang, 2 jam lebih awal dari yang seharusnya. Aku berpura-pura memberikan kejutan untuk pasangan penghianat ini yang sedang asyik bermadu kasih di ruang keluarga sejak aku menaiki mobil biasa dimana paman Karim sebagai supirku. Saat berada di pintu gerbang mansion, satpam yang membuka gerbang terkejut.
"Nyonya muda Neira, selamat datang." hormat satpam mansion.
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, pintu gerbang mansion dibuka lebar membuat mobil sederhana itu memasuki mansion.
"Selamat datang ke mansion nyonya muda Neira." sapa mereka hormat dan menunduk.
Aku tau kenapa mereka kaget dan syok karena mereka taunya aku datang pukul 3 sore. Saat pengawal ingin memberitahukan kedatanganku, aku menyuruhnya diam dan membuka pintu utama mansion MD.
Saat aku berjalan beberapa menit, aku mendengar suara gaib-gaib diruang keluarga. Bahkan ada salah satu maid hampir saja berteriak tetapi langsung membungkam mulutnya karena tatapan tajamku.
Aku berjalan ke ruang keluarga, sedikit mengintip ternyata malah menyaksikan pemandangan menjijikkan dimana mas Anton dan Ratih asyik bermadu kasih tanpa tau tempat.
"Ckckck ... pasangan mesum tidak tau tempat untuk bermadu kasih, jadi jijik gue untuk duduk disofa itu." batinku bergidik ngeri.
Aku merasakan ada orang menepuk pundak kananku, kepalaku menoleh dan memasang wajah sedih, sendu dan terluka kepala maid.
"Nyonya muda." iba kepala maid.
"Sakit bi hiks." lirihku terisak mulai berakting.
"Yang sabar dan ikhlas nyonya muda." Ucapnya mengelus pundak kananku.
"Sakit sekali hiks ... bibi kepala hiks ... dadaku sesak bibi hiks ..." lirihku terisak.
Tubuhku dipeluk oleh kepala maid bahkan punggungku ditepuk beberapa kali agar tenang padahal didalam hatiku sudah banyak sumpah serapah untuk mas Anton dan Ratih.
Neira Pov OFF
...πππππππ...
Ruang keluarga mansion MD
Ratih dan Anton sedang bermadu kasih bahkan disaksikan oleh Neira dibalik pintu ruang keluarga bersama kepala maid. Ratih dan Anton terus saja berganti gaya dan posisi sampai Ratih bersandar di tubuh Anton. Keringat mereka bercampur menjadi satu, bahkan air telaga boy Anton menetes dari sarangnya.
"Mas, semoga dia hadir ya." manja Ratih sambil mengusap perut datarnya.
"Iya, sayang. Mas sudah tidak sabar sayang." lembut Anton juga mengusap perut datar ratih.
"Mas jam berapa sekarang?"
"Jam 2.30 siang sebentar lagi Neira akan tiba. Sebaiknya kita bersih-bersih agar Neira tidak curiga." Ucap Anton mencium bibir Ratih.
Anton dan Ratih bergegas memakai pakaiannya dan segera kekamar masing-masing. Sementara Neira yang melihat hal itu tersenyum smirk lalu pergi ke kamar utamanya yaitu kamar Anton dan Neira.
Kamar Utama Anton dan Neira.
Ceklik
Pintu terbuka dan Anton baru saja masuk ke kamar utama dimana Neira yang sudah berada di kamar ini sejak 10 menit yang lalu bergegas membersihkan diri lalu merebahkan di ranjang kingsize. Saat dia menutup pintu, dia melihat seorang wanita yang merebahkan diri dari ranjang kingsize.
"Apa dia Neira?" pikir Anton blank.
Anton perlahan-lahan berjalan ke arah ranjang kingsize dan membuka selimut perlahan-lahan seketika syok dan kaget karena Neira tertidur pulas di ranjang kingsize. Anton langsung memeluk Neira dari samping bahkan ikut merebahkan diri.
Neira pura-pura terusik dan perlahan-lahan membuka mata. "Mas Anton."
"Kapan kamu pulang sayang? bukannya kamu bilang di ponsel kemaren kamu akan tiba jam 3 sore?"
"Sekitar 30 menit yang lalu mas. Tapi tadi aku mencari kamu, kamu kemana saja?"
"mmm.. mas tadi olahraga sayang, ya mas lagi olahraga."
"bohong kamu mas?! mana ada olahraga, wajahnya segar gitu seperti dapat durian runtuh?!" batin Neira.
"maaf ya. mas seharusnya aku bilang dari awal kalo kepulanganku dipercepat."
"iya, gak apa-apa sayang. Aku mandi dulu ya." Anton mencium bibir Neira lalu berjalan ke arah kamar mandi.
"Tunggu permainanku Anton, Ratih. Kalian akan mendapatkan kejutan yang menyenangkan sekaligus menyedihkan." batin Neira tersenyum smirk.
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...