
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Akhirnya author update π
Setelah kabar baik di dunia nyata sudah selesai, author bisa mengerjain nih novel π
Novel baru yang author tunda itu novel "Star Story" and "Secret Child Crowne" π₯°
Kalo novel 'Star Story' tau dong siapa ???
Kalo novel 'Secret Child Crowne' ini novel tanpa unsur mafia tetapi geng aja π
Ratih Pov On
Saat diriku dinyatakan hamil anak Mas Anton, hatiku sungguh senang luar biasa. Akhirnya penantian selama 3 bulan membuahkan hasil. Mommy Juwita sungguh gembira dan senang mendengar dia akan mempunyai cucu dariku.
Aku, mas Anton, Mommy Juwita dan daddy Omar berada di ruang keluarga dengan membawa beberapa bahan makanan untuk diriku dan anak kami. Aku terus saja mengelus perut rataku, mommy Juwita juga melakukan hal yang sama.
"Mommy senang dan bahagia sekali sayang. Akhirnya mommy akan memiliki cucu darimu dan Anton." binar mommy Juwita tersenyum bahagia.
"Iya, mom." anggukku tersenyum manis.
Mommy Juwita memanggil bibi kepala maid agar meletakkan barang bawaan kami baik di dapur dan di kamarku.
Awalnya aku kaget saat mendengar mommy Juwita mengatakan: "Anton, mommy ingin kamu menceraikan Neira secepatnya." tetapi malah bersorak senang didalam hati bahwa mommy Juwita benar-benar tidak menyukai Neira.
"Apa maksud mommy?" tanya mas Anton mengernyitkan dahi.
Perdebatan mas Anton dan mommy Juwita, dimenangkan oleh Mas Anton membuatku mengepalkan kedua tangan agar tidak mengeluarkan sifat asliku.
"Mas Anton, apa susahnya sih menuruti kata mommy Juwita untuk menceraikan Neira?! Jadikan aku bisa satu-satunya jadi nyonya Mahadewa, dan anak-anakku kelak akan menjadi satu-satunya pewaris dirumah ini tanpa ada saingan." batinku mengumpat.
"Mommy." manjaku.
"Iya, menantu mommy. Ada apa?"
"Ratih ingin istirahat ya mom." manjaku lagi.
"Iya, lebih baik kamu perbanyak istirahat. Anton antarkan istrimu ke kamar." angguk dan perintah mommy Juwita.
Mas Antonpun bangkit dari kursinya lalu membantuku ke arah lift di lantai 2 agar menuju kamarku.
Di depan pintu kamarku, aku langsung mencium mas Anton dengan brutal dan panas membuat mas Anton juga melakukan hal yang sama. 5 menit kemudian, ciuman kami berakhir karena mas Anton menyudahinya.
"Nanti malam saja sayang." ucapnya sambil mengusap bibirku.
Aku mengangguk tersenyum lalu masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar inilah, aku langsung menuju walk in closet untuk mencari pakaian super seksi dan hot buat mas Anton.
Setelah mendapat pakaian super seksi dan hot itu tanpa memakai pakaian dalam agar mas Anton tidak akan lepas dari pandanganku.
Akupun meletakkan pakaian super seksi itu diatas ranjang, sebelum menuju kamar mandi. Aku mendengar suara bentakan mas Anton dan mommy Juwita.
Disitu aku melihat Neira ditampar oleh mommy Juwita bahkan mommy Juwita dengan sangat lancangnya mengatakan bahwa Neira disebut pembawa sial, mandul dan tidak jelas asal usulnya.
"nikmatilah neraka dirumah ini Neira. Sebentar lagi kamu akan diusir lalu diceraikan oleh mas Anton." batinku bersorak.
Aku kesal, marah sekaligus kecewa karena mas Anton menyuruh Neira masuk ke kamar. Bahkan Mas Anton dengan terang-terangan mengatakan kalo dia mencintai Neira. Aku juga melihat mommy Juwita menangis lalu dibawa daddy Omar pergi dari mansion.
"Neira, aku akan buat perhitungan denganmu. Aku akan mengambil hati mas Anton agar mas Anton bisa mencintaiku sepenuhnya." gumamku bertekat.
Akupun masuk ke kamarku dan mandi sekitar 20 menit, akupun memakai pakaian super seksi lalu memakai jubah luar dan masuk diam-diam menuju kamar utama mereka.
Di dalam kamar ini, aku menaiki ranjang kingsize, selimut itu hanya menutupi perut sampai kaki saja.
"Neira, ranjang ini akan menjadi saksi antara gue dan mas Anton. Selamat menangis darah." gumamku menyeringai.
30 menit, aku menunggu pintu kamar dibuka terlihat tubuh gagah mas Anton yang masih menggunakan pakaian formal tanpa jas.
"Mas." manjaku dengan suara yang dibuat-buat. Mas Anton mendongakkan kepalanya dan menatapku dengan pandangan sulit diartikan.
Mas Anton berjalan ke arah ranjang kingsize lalu menatap diriku dengan pandangan liar dan jakun naik turun.
"Kenapa dengan pakaianmu?" seraknya berusaha menahan sesuatu.
Aku mendekati mas Anton dan membisikinya dengan mendesah: "mas, aku ingin dirimu."
Aku langsung mencium bahkan ******* bibir Mas Anton. Mas Anton yang sudah tidak tahan sudah merobek pakaian super seksi di tubuhku bahkan tubuh kami sudah terbaring di ranjang kingsize.
Mas Anton seakan-akan lupa bahwa ranjang kingsize ini adalah ranjang miliknya dan Neira. (namanya juga dipancing bu, kalo gak dipancing mana mau π)
Aku perlahan-lahan membuka pakaian mas Anton mulai dari atas sampai bawah dimana tubuhnya sudah polos bak bayi. Aku merasakan boy mas Anton sudah siap tempur dan tangan kananku langsung saja memainkannya. (stop sampai disini π€, author single pikiran author sudah kemana-mana π€£)
Ratih Pov Off
...π£π£π£π£π£...
Di kamar Bonanza lantai 1 mansion MD.
Neira dan Bonanza sedang ditepi ranjang kingsize. Neira memegang pipi kanannya akibat tamparan mantan mertuanya, Juwita.
"Dasar nenek sihir sialan, gue aja gak pernah di tampar oleh orang tua gue. Dia notabenenya hanya mantan mertua berani-berani sekali. Bosan hidup nih nenek sihir." geram Neira mengusap pipi kanannya sambil menahan sakit.
"Nona muda Neira, saya akan mengambil mangkuk besar dan sapu tangan buat anda." datar Bonanza dengan sedikit nada emosi lalu bangkit dari ranjang kingsize menuju pintu keluar.
Setelah Bonanza keluar dari kamar, Neira bergumam seperti berdoa: "Ya Allah, boleh gak sih Nei mengeluarin sifat Nei sebenarnya? Nei capek tau berpura-pura lemah lembut dan merasa tersakiti, ini bukan Nei banget. Kasih petunjuk buat Nei, Ya Allah."
15 menit kemudian, Bonanza kembali dengan mangkuk besar berisi air hangat dan sapu tangan. Dia duduk disisi ranjang kingsize dan menyerahkan sapu tangan buat Neira.
Neira mengambil sapu tangan itu lalu membasahinya kemudian mengkompresnya. "Bona, coba loe ambil minibook itu ya?" Ucap Neira meminta tolong sambil menunjukkan sebuah buku besar biasa di atas nakas.
Bonanza langsung mengambilnya tanpa perlu bertanya dan menyerahkan pada Neira. Neira langsung membuka minibook itu dan mengetiknya membuat Bonanza beberapa kali mengerjapkan mata karena melihat buku besar biasa ternyata adalah barang elektronik.
Bonanza mengernyitkan dahinya heran saat melihat Neira menatap minibook itu dengan penuh amarah. Bonanza mengintip seketika wajah datar berubah sedikit syok dan terkejut karena melihat Anton dan Ratih sedang melakukan aktivitas ranjang di kamar Neira dan Anton lebih tepatnya RANJANG mereka.
"Ratih, mas Anton. Gue akan buat perhitungan dengan kalian. Mas Anton, loe sudah melanggar perjanjian yang kita buat kalo ranjang itu akan menjadi saksi bisu kita jika gue sepenuhnya menyerahkan mahkota gue. Ratih, loe hanya akan mendapatkan mas Anton tapi tidak dengan kekayaan." gumam Neira dengan sorot mata tidak bisa diartikan.
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...