
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat malam atau tengah malam π
Jangan tanyakan author update jam segini π€«
Ruangan ceo Perusahaan cabang EV Com
Di kursi kebesaran, Darel sejak tadi senyam senyum bak orang tidak waras bahkan berkas yang menumpuk dihadapannya sama sekali tidak diperiksa atau dilihatnya.
"Seminggu lagi sugar. Akhirnya, penantianku selama hampir 5 bulan mendekatimu tidak sia-sia." pikir Darel sambil tersenyum bak orang tidak waras mengingat pertemuan pertamanya dengan Neira.
Abyan yang tidak jauh dari tempat duduk Darel hanya bisa menghela napas pasrah.
"Tuan muda Darel kalo lagi sedang jatuh cinta dan kasmaran seperti orang tidak waras. Kadang tersenyum, tertawa dan menggelengkan kepalanya seperti orang mabuk saja."
Abyan sekarang antara galau dan bingung, disatu sisi dia ingin menegur Darel karena berkas yang ada dihadapannya saat ini begitu penting tetapi disatu sisi dia merasa takut untuk menganggu Darel yang sedang jatuh cinta dan kasmaran.
Ponsel Abyan berbunyi menandakan sms masuk dari Bonanza. Bonanza mengabarkan bahwa dia dan nona muda Neira sudah sampai di lobby perusahaan EV com. Abyan ingin mengabari hal ini ke Darel tetapi melihat keadaan Darel yang senyum bak orang tidak waras diurungkan alias tidak jadi π€.
Darel yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil melamun tiba-tiba saja membayangkan kalo Neira yang berada dihadapannya seketika memakai pakaian lucknut.
Ceklik
Pintu ruangan dibuka oleh Bonanza, masuklah tubuh Neira dan Bonanza disambut Darel yang melamun dan Abyan yang mempersilahkan duduk terlebih dahulu. Bonanza dan Neira duduk terlebih dahulu dan melepaskan masker, hoodie dan topi mereka.
Neira mengernyitkan dahinya heran saat melihat Darel melamun dan tersenyum seperti orang yang tidak waras.
"Tuan loe kenapa?" tanya Neira sambil menunjuk Darel. Abyan menggelengkan kepalanya.
Neira pun bangkit dari sofa lalu berjalan kearah Darel. Bonanza dan Abyan juga bangkit dari sofa menuju arah pintu keluar ruangan agar privasi Neira dan Darel tidak terganggu.
"Bayi besar." panggil Neira menepuk pundak kanan Darel. Bukannya sadar Darel malah menarik tangan Neira sehingga Neira berada dipangkuan Darel.
Darel yang masih belum sadar dari lamunannya berkata: "sugar, aku mencintaimu. Kenapa kamu selalu ada disekitarku." membuat Neira terdiam bingung.
Darel langsung mencium bibir Neira secara intens, Neira yang mendapat serangan mendadak memasang wajah syok. Dia bahkan tidak membalas ciuman dari Darel. Darel yang merasakan kalo lawannya tidak membalas langsung saja berusaha menerobos masuk membuat Neira akhirnya mengigit bibir bawah Darel.
"Auuu sakit." ringis Darel yang baru saja sadar. "su-sugar, ke-kenapa ka-kamu di-disini?" tanyanya terbata-bata.
"loe nyuruh gue kesini bayi besar. katanya ada yang mau loe omongin." decak Neira kesal.
Darel yang teringat 2 hari yang lalu dimana dia terbang ke kota sebelah untuk menemui kedua orang tuanya dan calon mertuanya untuk mempersiapkan pernikahannya yang tinggal 10 hari lagi. Gava dan Embun sangat antusias bahkan acaranya diselenggarakan di mansion Evangelion.
"Halo, bayi besar. Jangan melamun dulu." sahut Neira sambil mengusap kedua telapak tangannya ke wajah Darel.
Darel yang baru sadar langsung menenggelamkan ke gunung kembar favoritnya dan menghirup aroma parfum strobery Neira.
"Tumben bayi besar manja." pikir Neira mengusap kepala sekaligus rambut hitam Darel dengan lembut.
"Pernikahan kita tinggal 6 hari lagi sugar." gumamnya manja.
"iya, gue tau. kapan kita berangkat ke kota sebelah?"
"lusa, sugar. Kita akan berada di kota sebelah sekaligus bulan madu selama sebulan."
"Itu sudah aku pikirkan sugar. Kamu tenang saja. Nanti saat kamu pulang ke mansionnya, kamu akan tau apa yang akan aku lakukan."
"baiklah."
Neira terus saja mengelus kepala Darel, Darel yang merasa nyaman karena elusan Neira malah semakin memeluknya erah dan menenggelamkan kepalanya di gunung kembar Neira.
Neira merasakan kalo Darel menggoyangkan pinggulnya bahkan si boy membengkak dibalik celana.
"Bayi besar." lirih Neira sambil mengeluarkan suara gaib. Darel yang sudah kepalang tanggung langsung saja melepaskan celananya dan celana Neira. Bahkan diri mereka hanya memakai pakaian atas.
"Loe mau gue jebol hem?" sarkas Neira sambil melirik boy Darel bak tiang.
"Gak akan sugar, main diluar aja, jepit." seraknya menahan sakit.
"Gak, gue gak mau."
"sugar, tolong aku." mohon Darel puppy eyes.
Neira bingung dan dilema karena kasian melihat Darel menahan sakit atau ketakutan akan jebol. Darel yang tidak tahan langsung saja menarik tangan Neira sehingga tubuh Neira berada dipangkuan Darel bahkan tepat duduk diatas boy Darel. Darel menekan pinggang Neira dan menggerakkannya membuat mereka sama-sama mengeluarkan suara gaib, bersyukurlah ruangan tersebut kedap suara. kalo tidak dipastikan akan terdengar satu lantai π€£
Dua jam telah berlalu, Darel dan Neira terus saja main jepit-jepitan membuat mereka melepaskan semuanya. Neira yang kelelahan mengambil napas yang berada diatas dada bidang Darel. Darel terus saja mengusap punggung Neira.
"terima kasih sugar. Coba kita nikah dipastikan kamu tidak bisa jalan." Ucapnya sambil mengelus pucuk kepala Neira.
kkkrrrruuucccuuukkk
Suara perut Neira yang berbunyi membuat Darel langsung menekan ponselnya dan menyuruh Abyan dan Bonanza membelikan makanan dan pakaian wanita.
Sementara di ruangan asisten, Bonanza dan Abyan mendapat perintah itu hanya mengiyakan saja sambil otak mereka bertraveling.
"Tuan Abyan, tuan muda Emperor dan nona muda Neira gak mungkinkan melakukan itu?" tanya Bonanza datar terkesan syok.
"saya gak tau nona Bonanza. Semoga saja mereka tidak melakukan hal yang aneh-aneh didalam sana. Saya takut jika tuan muda Darel tidak bisa mengontrol dan kelepasan dipastikan tuan muda Darel akan tamat." balas Abyan sambil memamerkan jari telunjuknya ke leher. "sebaiknya kita bergegas ke tugas kita. Nona Bonanza, belilah pakaian yang agak tomboy karena nona muda Neira tidak terlalu suka memakai gaun." lanjutnya bangkit dari sofa. Bonanza juga bangkit dari sofa mengikuti Abyan dari belakang.
30 menit kemudian, Bonanza dan Abyan tiba di depan pintu ruangan ceo.
Tok tok tok
"masuk." sahut suara dingin dan datar di dalam ruangan.
Ceklik
Abyan membuka pintu, tubuhnya dan Bonanza memasuki ruangan dan melihat pemandangan dimana Darel sedang di kursi kebesarannya sambil mengerjakan berkas dengan jas berada di belakang.
"lama. Bona, masuklah. Bantu Sugar."
"Baik, tuan muda Emperor."
Bonanza melangkah ke ruangan pribadi Darel dan melihat kalo Neira hanya memakai jubah mandi.
"Akhirlah loe datang juga. Mana pakaian gue." Sahut Neira sambil mengadahkan tangannya.
Bonanza menyerahkan paperbag ke Neira. Neira langsung ngacir ke kamar mandi dan berganti pakaian.
Selang 20 menit, Neira keluar dengan pakaian casual khasnya. Lalu menarik Bonanza ke luar ruangan pribadi dimana sudah tersedia makanan dan minuman untuknya dan Darel.
Neira tanpa tau malu langsung menutup berkas dihadapan Darel dan membawanya ke sofa tamu untuk makan terlebih dahulu. Bahkan Abyan dan Bonanza juga ikut makan karena terlalu banyak yang dipesan oleh Abyan.
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...