
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat Hari Senin π Author updatenya random gak tau apa pagi, siang, sore atau malam π€£ Kayanya nih novel pake season 2 atau season 3 soalnya panjang banget kalo gak pake season bisa sampai episode ππ΅π€― Yuk kita ke cerita πππ
3 hari telah berlalu, 3 hari juga Neira, Bintang serta Alfa tinggal di mansion OS, jangan lupakan Karim, Ben dwn Anita ikut tinggal dimansion OS bahkan Darel dan Abyan, lebih tepatnya Darel kadang ikut menginap di mansion OS sehingga 2 kamar kosong disulap menjadi kamar Darel dan Abyan di lantai 3.
Mansion OS sudah direnovasi menjadi 5 lantai dan satu roottop. Ruangan makan dan dapur terletak di lantai 1, lantai 2 dan lantai 4. Kamar anak-anak berada di lantai 2 dan 3, kamar khusus pasutri lantai 4 dan lantai 5. Lantai 5 paling spesial untuk ditempati pasangan Gava-Leo dan Kenan-Vivi. Di lantai 3 juga khusus anak yang sudah remaja dan dewasa. Kalo anak-anak usia 8-15 tahun di lantai 2.
Kamar Darel berseberangan dengan kamar Neira jadi kadang-kadang Neira harus ekstra hati-hati kalo keluar kamar karena keingat kejadian dimana dia lupa kalo Darel baru pertama kali menginap, dirinya memakai atasan tanktop dan celana pendek membuat Neira mengeluarkan jurus beladiri membuat Darel terkapar karena tidak siap dan kaget bersamaan.
Kamar Neira di lantai 3 Mansion OS
Malam hari dibalkon kamar, Neira sedang merenungkan perkataan Gava 2 hari yang lalu saat mendengar kisah memilukan oleh Bobby. (Gak author kasih flashback, bukan ceritanya π€£)
"Hiks ... hiks ... gue kok merasa bersalah banget ya sama paman Aily hiks ... hiks ..." lirih Neira terisak sambil memandang langit malam.
"Hhhuueeeee ...." tangis Neira membuat Alfa dan Bintang yang berada disebelah kamarnya langsung mendobrak masuk.
BRAK
Pintu kamar Neira dibuka paksa dimana Alfa dan Bintang langsung masuk tanpa permisi. Bintang langsung memeriksa keadaan Neira berbeda dengan Alfa memeriksa balkon kamar dan seluruhnya.
"Aa, aa kenapa?" tanya Bintang cemas, panik dan khawatir.
"Kalian kenapa?" tanya Neira balik dengan tampang polos.
"Seharusnya tangtang yang nanya kenapa? bukan aa nanya balik?" Ucap Bintang agak kesal.
"Aa hanya ingat perkataan mama tentang paman Aily." sendu Neira.
"Apaan aa/nona muda?" tanya Bintang dan Alfa penasaran.
"Kamu ingat gak diruang rapat 3 hari yang lalu."
"Ingat. Tapi Aa jelasin aja ya jangan dipotong-potong tangtang dan bang Alfa sangat penasaran."
Neira menjelaskan kisah masa lalu Bobby dengan sangat singkat, jelas dan padat membuat Alfa dan Bintang menutup boynya dengan kedua tangannya bahkan meneguk saliva kasar.
"Ya allah kasian juga ya paman Aily. Sudah disiksa habis-habisan terus jadi korban anak dibawah umur, apalagi gak bisa buat adonan." batin Bintang iba.
"Ya allah,,, berikanlah paman bobby jodoh agar di hari tua nanti ada temannya." batin Alfa berdoa.
"Besok aa ke salon AB deh." Binar Neira.
"Ngapain?!"
"Ngajak jalan-jalanlah sebelum balik ke rumah suami."
"Bintang ikut. Abang Alfa ikut juga?"
"Ya."
Neira, Alfa dan Bintang kembali masuk ke kamar. Bintang yang ingin bermanja-manja dengan Neira. Akhirnya tidur di kamar Neira. Alfa tidur di kamarnya seperti biasa.
...ππππππππ...
Neira Pov On
"Nona muda, anda hari ini mau kemana?" tanya bibi Vivi lembut.
"Aku, Bintang dan Alfa hari ini mau ke salonnya paman Aily, bibi Vivi." jawabku ramah.
"Mau ngapain?" tanya bibi Lusi lembut.
"Mau ngajak paman Aily jalan-jalan bi. Kan paman Aily udah bantuin aa Neira selama jalani misi." ceria Bintang.
"Kalian tidak bertiga kan?" tanya paman Kenan lembut sambil memastikan.
"Tidak paman Ken, kami akan bersama paman Karim, paman Ben dan bibi Anita." jawab Alfa.
Setelah sarapan pagi usai aku, Bintang dan Alfa bergegas ke mobil dimana yang jadi supir adalah paman Karim. Paman Ben disebelah kursi kemudi, Bibi Anita dan Alfa di kursi belakang.
Perjalanan dari mansion OS ke salon AB tidak sampai sejam. Saat di depan salon, aku dan Bintang keluar dari mobil dibelakang kami yaitu Alfa, paman Karim, paman Ben dan bibi Anita.
"Selamat datang nona muda, tuan muda. Selamat datang ke salon AB." sambut Curtina ~ Kurt atau Tina, manajer salon AB dengan mendayu.
"Miss Aily." singkatku datar dan dingin.
"Ada. Silahkan datang ke lantai 3 ruangan pemilik salon." Balas Miss Tina mendayu.
Kamipun naik ke lantai 3 menggunakan lift khusus. Saat sampai di lantai 3, kami memasuki ruangan pemilik salon dimana paman Aily sedang serius menata makeup dan rambut seorang model.
"Tina, please deh ~ jangan ganggu aike ~ bereksperimen ~ " protes paman Aily yang tidak melihat ke arah pintu masuk.
"Paman, ini aku dan Bintang, bukan miss Tina." protesku manja.
Paman Aily menolehkan kepalanya seketika menjerit kesenangan dan heboh sambil memeluk kami berdua. "Kyaaaaaa .... nona muda Neira, tuan muda Bintang, kapan kalian datang ke salonnya paman."
"Paman sesak." Ucapku terbata-bata karena paman Aily sangat kencang memelukku.
"Maafkan paman Aily ya nona muda Neira, tuan muda Bintang." Ucap paman Aily melepaskan pelukan kami dan memasang wajah bersalah.
"Tidak apa-apa paman. Paman memeluk kami artinya paman sayang kepada kami. Paman tidak pernah menganggap kami sebagai atasan tetapi sebagai keponakan." bijakku.
"hiks... aduh aike ~ terhura-hura." lebay paman Aily.
"Hati paman sungguh lembut dan sensitif. Terima kasih paman sudah menganggap diri gue, Bintang, kak Resmi, bang Radith, bang Alan dan kakak Alana sebagai anak sendiri." batinku tersenyum manis dan lembut.
"Paman sibuk gak?" tanyaku manja sambil bergelanjut dilengan kekar sebelah kiri paman Aily.
"Tidak, nona muda." gelengnya.
"Yeee, ikut kami ya." ajakku sambil puppy eyes.
"kemana?"
"jalan-jalan paman."
"Iya sudah deh. Sudah lama paman tidak jalan-jalan sama kalian terakhir waktu kalian masih kecil."
Aku dan Bintang bertos ria lalu mengapit lengan kanan dan kiri paman Aily sambil membawa paman Aily ke lift khusus dengan senyum ceria dan bersemangat.
Di lantai dasar, paman Aily menyuruh paman Kurt untuk menjaga salon AB karena paman Aily akan pergi bersama kami jalan-jalan seharian hari ini.
Saat di depan salon, paman Aily duduk ditengah diapit tubuhku dan Bintang. Paman Ben yang mengemudi, paman Karim duduk di kursi sebelah kemudi, kursi paling belakang ada Alfa dan bibi Anita lalu berangkat jalan-jalan.
Neira Pov Off
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...