
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat malam atau tengah malam reader ππ
Auhtor ngerjainya SKJ π
Neira Pov On
Menjelang siang hari sekitar pukul 10 pagi, aku terbangun, dibalik selimut tubuhku masih lemes dan perut masih seperti di tusuk-tusuk.
Ceklik
Pintu kamarku terbuka, masuklah mama dan seorang maid sambil membawa nampan berisi makanan serta segelas air putih dan segelas air berwarna yang menyengat sekali sampai masuk ke hidungku.
"Letakkan disana mbak." sahut mama ramah.
"iya, nyonya besar." maid itu langsung meletakkan nampan makanan di atas nakas tidak jauh dari ranjang kingsize.
Mama duduk ditepi ranjang sambil mengusap kepalaku. "masih sakit baby?" Aku hanya menganggukkan kepala saja.
Aku berusaha untuk duduk dibantu oleh mama. Tangan kanan mama mengambil air berwarna itu dan menyerahkannya kepadaku.
"Apa ini mah?"
"Jamu dari calon mertuamu."
"Hah?!"
"Iya, Jamu bikinan khusus dari calon mertuamu dimana calon suamimu sendiri meminta calon mertuamu membuat jamu khusus."
Aku hanya terkekeh dan menggelengkan kepala. Akupun meminum jamu itu dan menghabiskannya sampai habis tidak bersisa.
Tidak sampai beberapa menit, tubuhku terasa lebih mendingan dari yang sebelumnya, perutku juga mulai mereda.
"Bagaimana?"
"Mendingan kok mah."
"makanlah dulu. Tadi pagi cuman bubur sekarang makan nasi."
Mama menyuapi dan mengurusku seperti anak kecil. Beberapa menit kemudian, makanan habis tidak tersisa sama sekali.
"Kamu lapar apa doyan sih?! Tadi susah banget buat makan bubur atau nasi, lalu sekarang malah habis tidak tersisa. Ini makanan dua porsi loh baby." cibir mama menggelengkan kepala dan terkekeh saat melihatku membelalakkan mata.
"Dua-duanya deh mah." sahutku cengengesan dan menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Ya, sudah kamu istirahat lagi. Biar besok bisa beraktivitas seperti biasa." sahut mama merebahkanku kembali.
Mama terus mengusap kepalaku sambil mataku terpejam kembali. Baru saja terlelap sekitar 1 jam 30 menit, ponselku berdering membuatku malas mengangkatnya dan menolak panggilan lalu tertidur kembali.
Neira Pov OFF
...ππππππ...
2 hari telah berlalu, Neira dan Darel tidak diperbolehkan untuk bertemu sampai hari pernikahan tiba. Darel dan Neira hanya berkomunikasi lewat VC. Darel sempat ingin datang ke mansion RR tetapi tidak jadi karena ancaman calon mertuanya dan ibunya.
"Darel, sampai kamu menemui putriku. Pernikahan kalian batal." ancam Gava tegas dan terlihat tidak main-main saat Darel memVC dengan Neira disambut Gava.
"Kai, jangan nekat baby. Kalo kamu nekat anne dan bibi Ayya akan nekat membawa Neira, calon istrimu pergi jauh." ancam Embun tegas.
Darel sungguh frustasi mendengar ancaman itu membuatnya mau tidak mau uring-uringan jika Neira terlambat memVCnya.
Lalu tibalah hari ini adalah hari Pernikahan Darel dan Neira yang sangat privasi di sebuah mansion EV.
(Pakaian & mahkota Neira)
(Pakaian Pengantin Darel)
Di sebuah kamar yang dihiasi layaknya kamar pengantin, seorang gadis berpakaian gaun pengantin terlihat mondar mandir bak cacing kepanasan. Dua orang wanita paruh baya dan dua orang wanita berusia 22 tahun menatap jengah dan memutar bola mata malas.
"Baby, bisa gak sih jangan mondar-mandi bak cacing kepanasan?! nanti makeupnya luntur terus make up ulang." semprot wanita paruh baya yang memiliki wajah baby face.
"Mah, mommy. Neira gugup banget, Neira pengen ngilang deh atau gak mamah aja gantiin Neira." sahut Neira dengan puppy eyes ke Gava dan Grace.
Pletakk
Gava menyentil dahi putri bungsunya membuat Neira mengusap dahinya. "Kamu ini, seenak ngomong seperti itu. Masa mama yang harus gantiin kamu, kamu mau si Darel dijadikan samsak oleh papahmu hem." semprot Gava gemes sekaligus kesal.
"Tapi kan ma ..." SAH ~~~" ucapan Neira terpotong karena Darel dengan lancar dalam menyebutkan akad nikah.
Neira meneteskan air mata dan memeluk perut Gava, Gava menepuk pundak putrinya. Gava dan Neira sama-sama mengeluarkan air mata kebahagiaan.
"Selamat ya babynya mamah. Sekarang sudah menjadi seorang istri. Berbaktilah kepada suami ya baby." lirih Gava.
Neira mendongakkan kepalanya dan tersenyum lembut dan hangat ke arah Gava, wanita yang melahirkannya.
"Nei, selamat ya. Akhirnya adek gue sudah sold out." sahut seorang wanita berusia 22 tahun tersenyum.
"Iya, kak Resmi."
"Selamat ya adek iparku." sahut seorang wanita berusia 22 tahun yang satunya lagi.
"Iya, kak Intan."
Resmi dan Intan bergantian memeluk Neira. Beberapa menit kemudian, Leo memasuki kamar pengantin dimana Gava, Grace, Intan, Resmi dan Neira berada. Leo berjalan ke arah Gava dan langsung memeluk pinggang Gava. Gava hanya tersenyum lembut dan hangat kepada Leo.
Leo mencium kening Gava lalu beralih ke arah Neira. "Sudah siap?"
"Sudah pah."
"Papah akan mengantarkanmu ke suami yang sekarang baby." Ucap Leo sambil mengangkat tangan kanannya untuk putrinya. Neira menyambut tangan Leo lalu mereka keluar bersama.
Beberapa menit kemudian di aula utama Gedung FC, pasangan pengantin wanita beriringan menuju pelaminan ditemani Leo.
Saat di pelaminan, Leo menyerahkan tangan sang putri ke Darel sambil memberi nasehat.
"Son, jaga putriku. Cintai, sayangi, lindungi, dan bimbinglah istrimu. Jika suatu saat nanti kalian ingin berpisah, serahkanlah istrimu kepada keluarganya dalam keadaan baik-baik saja."
"Papah, aku akan selalu mengingat nasehat papah." ucap Darel mantap.
Gava, Embun dan Arlo bergantian memberikan nasehat untuk Darel dan Neira. Bahkan 4 keluarga besar juga datang yaitu Rajendra, Atmaja, Ramos dan Evangelion.
Neira sempat terkejut karena salah satu tetua dari 4 keluarga menaiki pelaminan satu persatu.
"Bolehkah saya memegang tangan anda nyonya muda Emperor." Ucap salah satu tetua Evangelion.
Neira menatap Darel dan Gava dibalas anggukkan oleh mereka. Yang pertama salah satu tetua Evangelion, dia memegang kedua tangan Neira. Neira dan Darel bersama-sama melihat ekspresi tetua itu yang berubah-ubah. Bahkan dengan lancang memegang perut Neira, wajah Darel merah padam dan ingin sekali memukul wajah tetua itu tetapi diurungkan karena gelengan Arlo. Hampir 5 menit, tetua itu menyudahi apa yang dilakukan untuk Neira.
"nyonya muda emperor. Masa depan keluarga Evangelion sangat cerah." Ucapnya. "tuan besar Emperor, keluarga besan anda sangat tidak biasa. Bahkan keturunan yang akan dilahirkan nyonya muda Emperor akan membawa keluarga Evangelion tidak terbelenggu dengan kebiasaan kuno keluarga kita." lanjutnya menjelaskan.
Arlo dan Embun tersenyum lebar bahkan Darel juga tersenyum sangat lebar dan tulus lalu memeluk tubuh Neira. Gava dan Leo juga saling pandang dan tersenyum manis.
...ππππππ...
...Segini dulu ya reader authornya udah gak kuat lagi ,,, soalnya tadi terjebak hujan deras jadi author di kantor deh sampai hujan agak redaan lalu pake jas hujan π€...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...