
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat pagi apa siang ?? π
Author update lagi π
Ruang Rapat Markas cabang Mafia Black Blood
Darel, Abyan dan beberapa ketua Mafia Black Blood sedang mengadakan pertemuan penting. Sekitar sejam mereka mengadakan rapat tersebut.
Ting
Suara ponsel Abyan membuat rapat sedikit terganggu.
"silent." singkat Darel dengan menatap tajam Abyan.
Abyanpun mengambil ponselnya dan ingin mensilent tetapi tidak jadi karena mendapat sms penting dari Bonanza.
'Nona muda Neira baru saja kena tampar mantan mertuanya. Bahkan mengatakan kalo nona muda Neiran mandul, tidak jelas asal usulnya serta pembawa sial.'
Abyan langsung berada disamping Darel membuat Darel diam tanpa kata dengan aura dingin dan intimidasi. Abyan menyodorkan ponselnya dimana pesan Bonanza membuat Darel mengepalkan tangannya.
"Kapan masa iddah untuk calon istriku?" singkat Darel dingin dan datar.
"Sebulan lagi tuan Darel. Apa perlu saya persiapkan?" jawab Abyan lalu paham maksud ucapan singkat Darel.
"Iya, tetapi kasih jeda selama seminggu agar persiapan matang." singkat Darel datar dan dingin.
"Baik." angguk Abyan.
Rapat kembali diteruskan, Darel memerintahkan ketua dan anak buahnya diberbagai titik karena beberapa hari kedepan mereka akan menangkap salah satu penghianat mafia yang sekarang berada di pulau M. Setelah rapat selesai, semuanya bubar meninggalkan Darel dan Abyan.
"Abyan, mansion MD." singkat Darel datar dan dingin bangkit dari kursi kepemimpinannya.
Abyan yang paham ucapan singkat Darel hanya menganggukkan kepalanya. Darel dan Abyan keluar dari ruangan rapat dan markas lalu menuju mansion MD.
Malam hari kamar Bonanza lantai 1 mansion MD, Neira dan Bonanza dikejutkan dengan kedatangan Darel dan Abyan melalui jendela kamar lantai 1. Darel membawa Neira ke arah ranjang kingsize dimana Bonanza dan Abyan menjauh.
Darel langsung memeluk Neira bahkan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Neira. Neira hanya menepuk punggung Darel.
"Ada apa bayi besar?"
"kangen." manja Darel.
Darel dan Neira hanya mendengar suara detak jantung masing-masing yang saling berdetak cepat dan nyaring.
"sugar, beberapa hari ke depan aku akan pergi ke pulau M." manja Darel. Neira hanya diam mendengarkan apa yang akan disampaikan pria disampingnya ini. "Aku dan para mafiaku akan menangkap penghianat dari mafia lain dan mafia itu sudah menjadi daftar hitam pemerintahan."
"berhati-hatilah jangan sampai terluka. Pulanglah dengan selamat, i love you." Ucap Neira memeluk leher Darel setelah Darel memberitahukan kepergiannya.
Darel mendapat kata I Love You langsung mengeratkan pelukannya juga mengatakan: "I Love You Too, Sugar. Sebulan lagi setelah masa iddahmu selesai, aku akan melamarmu dihadapan orang tuamu."
Neira hanya menganggukkan kepala saja tanda dia sudah menerima lamaran tidak romantis Darel. Darel melepaskan pelukannya dan menatap Neira dalam. Bibir Darel dan Neira saling bertemu dan bertukar.
Bonanza dan Abyan hanya menghela napas pasrah saat melihat pasangan yang lagi kasmaran bahkan tubuh mereka langsung berbalik menghadap depan karena Darel dan Neira yang lupa menutup jendela dan tirai jendela sudah melepaskan pakaian atas mereka.
Hampir 1 jam setengah, akhirnya Darel dan Neira menyudahi acara kangen mereka. Darel dan Neira memasang kembali atasan mereka. INGAT YA ATASAN SAJA, BAWAHNYA MASIH AMAN π€ Lalu Darel dan Abyan pergi dari kamar Bonanza dimana meninggalkan Neira yang tertidur dan Bonanza yang diberi nasehat panjang lebar oleh Abyan.
Sebulan telah berlalu, hari-hari yang dilalui Neira di mansion MD terasa hambar bahkan Neira selalu berakting tersenyum, polos dan lemah lembut. Selama sebulan juga Ratih dan Anton semakin lengket bak prangko bahkan sempat ke pergok Neira.
Neira dan Darel makin dekat dan lengket apalagi Neira yang diperlakukan bak ratu oleh Darel, biarpun kadang Darel menyebalkan dan bertingkah bak bayi jika bersama membuat Abyan, Alfa dan Bonanza hanya memandang iri pasangan ini.
Perceraian Neira dan Anton di 2 bulan 2 minggu yang lalu tercium dan terdengar sampai ke telinga pasangan Gava dan Leo serta pasangan Embun dan Arlo.
Flashback 2 minggu yang lalu
Darel dan Neira sekarang berada di ruangan rapat markas cabang organisasi AZZA bersama kedua orang tua mereka masing-masing.
"baby girl. kenapa kamu menyembunyikan perceraianmu dari kami?" tanya Gava sendu sebenarnya sudah tau masalah perceraian antara Anton dan Neira dimana Darel dengan trik liciknya mampu menyelesaikan perceraian ini.
"Maafkan Nei ya, ma. Nei, menyembunyikan ini juga demi identitas Nei." Ucap Neira merasa bersalah.
"Biarpun demi identitas kamu, bilang sama mama dan papa. Jadi kami bisa mengirim orang untuk menjaga kamu selain paman Karim dan Jiya." Ucap Gava menatap Neira lekat.
"Maafkan Darel ya, bibi Ayya. paman Leo. Baba, Anne membuat kalian datang jauh-jauh kesini." sahut Darel tegas dan tegap membuat Keempat pasutri itu menunggu ucapan Darel. "Darel, melakukan ini karena Darel mencintai Neira." ucapnya tegas.
"Boy, bagaimana dengan wanita yang Anne berikan kalung Evangelion?" tanya Embun memancing.
Darel teringat kalung bermahkota King khas Evangelion yang diberikan oleh Arlo. Darel mengambil kalung itu dari lehernya dan meletakkan kalung bermahkota King warna hitam ke atas meja. Neira yang merasa tidak asing dengan mahkota itu juga mengambil kalung itu dilehernya setelah seminggu perceraiannya dengan Anton.
Saat Neira meletakkan kalung bermahkota queen berwarna silver. Darel memandang Neira lekat lalu mengalihkannya ke Embun.
"Akhirnya kamu memakainya Neira. Bibi senang sekali karena kamu memakai kalung itu." Ucap Embun tersenyum manis.
"Maksud Anne apa?" tanya Darel tidak mengerti.
"Boy, Anne memberikan kalung pasangan ke orang tua Neira karena kalian ditakdirkan untuk bersama." jelas Embun.
"Baba?" Arlo hanya menganggukkan kepala saja sambil meminum dot bayi.
"Bapaknyakan suka dot bayi nih?! Anaknya seperti bapaknya gak ya suka dot bayi?! Semoga saja gak deh. Kalo iya, ya Allah kasian putriku nanti sudah ngurus bayi kecil lalu ditambah bayi besar. Macam Embun." pikir Gava memandang Arlo dan Darel bergantian.
"Mama ngapain mandangin paman Arlo dan bayi besar bergantian ya?! jangan bilang mama tau lagi kalo paman Arlo dan bayi besar sama suka dot bayi?!" pikir Neira memandang Gava.
"Sebelum kamu memiliki putriku, kamu harus melawan suami bibi dan ayahmu dulu." Sahut Gava membuat Embun, Neira dan Darel saling pandang. "Kalian bertarung 2 VS 1." lanjut Gava.
"Baiklah." angguk Darel semangat 45. "Baba, kalo encok pinggangnya minta dipijitan sama Anne ya." lanjut Darel menggoda.
Arlo mendengus mendengar godaan dari Darel. Embun hanya terkekeh. Sedangkan Leo dan Gava malah berbisik.
"Baby, kalo pinggangku bermasalah pijitin ya."
"ya, sekalian plus plus." bisik Gava frontal.
Leo tersenyum manis saat mendengar pijitan plus plus. Keempat pasutri serta sepasang pria dan wanita keluar dari ruang rapat menuju ruang latihan.
Pertarungan Darel VS Leo dan Arlo sangat menegangkan membuat Gava, Embun dan Neira khawatir. Leo dan Arlo beberapa kali terpukul mundur akibat tendangan yang diberikan oleh Darel. Darel benar-benar menganggap Leo dan Arlo sebagai musuh ketimbang ayah dan calon ayah mertua.
Pertarungan itu berlangsung sejam dan dimenangkan oleh Darel. Darel yang senang langsung memeluk Neira tetapi dihalangin Arlo.
"belum SAH dan tidak sopan. Orangtuanya ada disini." sindir Arlo membuat bahu Darel merosot.
Neira yang tidak tega langsung mengambil dot bayi besar ke Darel, diterima Darel dengan senang hati.
"Ternyata Arlo yang kedua." pikir Gava melihat bagaimana wajah anak kecil Darel saat meminum botol dot bayi itu.
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...