
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat siang atau sore reader π
Mau update malam ternyata ada yang harus dikerjaan dulu π€
Jadi ??? π€£
H-3 Pernikahan Neira dan Darel
Pagi hari di sebuah kamar serba merah muda, Neira sedang meringkuk bak bayi sambil memegang perut dan seluruh tubuhnya tiba-tiba lemas dan tidak bertenaga.
"hiks ... hiks ... mama ... hiks ... sakit ... hiks ..." isak Neira menekan perutnya.
Neira berusaha menekan tombol merah di nakas dengan tangan kirinya. Setelah menekan tombol merah, tidak sampai 10 menit seluruh penghuni mansion RR langsung menghampiri Neira.
Gava duduk ditepi ranjang sambil mengusap dahi Neira yang sejak tadi berkeringat dingin.
"Kamu kenapa baby girl? Kenapa dahimu berkeringat dingin?" cemas Gava sambil melap keringat putrinya.
"sakit mah, mom, bun. hiks ..." lirih Neira kesakitan.
Miya yang berada di dekat kaki Neira langsung saja memeriksa sang nona muda. Ternyata sang nona muda sedang kedatangan tamu. Grace mengusir para pria karena ini urusan wanita.
Hampir 15 menit, Neira dibantu oleh Gava, Grace dan Miya. Setelah selesai, tubuh Neira dibaringkan ke ranjang kingsize kembali.
"Hari pertamamu kedatangan tamu ya baby?" tanya Gava tersenyum. "Padahal 2 hari lagi acara pernikahanmu dengan Darel. Kasian juga ya sama calon menantu mama tidak bisa MP." goda Gava membuat Neira menyembunyikan wajahnya di balik selimut.
"mama." sahut Neira malu dan teriak dibalik selimut, membuat Gava semakin menggoda. Sementara Grace dan Miya juga menggoda Neira.
"Padahal MP waktu awal pernikahan menjadi sepasang suami istri itu sungguh luar biasa loh, sayang." goda Grace memanasi.
"iya, mommy Grace. Bunda Miya kok merasa kasian sama tuan muda Darel, MPnya gagal karena istrinya lagi kedatangan tamu." goda Miya menimpali.
Neira yang dibalik selimut langsung mengeluarkan kepalanya lalu memasang wajah pucat terkesan kesal dan malu.
"Mama, mommy Grace, bunda Miya. Omongannya bisa di saring." sahut Neira agak kesal.
Gava, Grace dan Miya hanya mengedikkan bahu acuh sebenarnya tertawa puas di dalam hati. Kemudian tangan kanan Gava mengusap pucuk kepala Neira dengan sayang. "baby girl, istirahatlah. Mama, mom Grace dan bunda Miya akan keluar."
Neira menganggukkan kepalanya lalu kedua matanya terlelap. Gava mencium kening sang putri lalu bangkit dari ranjang kingsize, samahalnya Grace dan Miya.
Baru saja tubuh Gava, Grace dan Miya keluar dari kamar Neira. Mereka bertiga di kagetkan dengan Leo, Lou dan Zafar dengan wajah kusut, cemas dan khawatir.
"Putri kita hanya kedatangan tamu tiap bulan baby." jelas Gava kepada ketiga pria itu.
"Kedatangan tamu." beo ketiganya.
"iya, mas Zafar, tuan besar, tuan Lou. Nona muda Neira baru saja kedatangan tamu yang biasa wanita alami tiap bulan." balas Miya membenarkan.
Leo, Lou dan Zafar saling pandang kemudian bernapas lega. Lou teringat pernikahan Neira dan Darel tersisa 2 hari lagi.
"Jangan bilang calon keponakan kita gagal MP?" tanya Lou memastikan.
Ketiga wanita paruh baya itu membenarkan membuat ekspresi berbeda dari ketiga pria parug baya.
"Kok gue kasian ya sama calon keponakan gue."
"Kasian Junior."
"Gak masuk sarangnya."
Ketiga pria paruh baya itu mengeluarkan kata absurd membuat ketiga wanita paruh baya itu terkikik.
"tumben kompak." pikir ketiga wanita paruh baya.
Setelah itu mereka keruang makan untuk sarapan pagi yang tertunda akibat Neira yang tiba-tiba saja memencet tombol merah.
...ππππππ...
Neira Pov On
Aku hanya diberi waktu 3 hari bersama keluarga sebelum hari pernikahan. Tadi malam aku, papa dan semua saudaraku dijelaskan oleh mama tentang keluarga Evangelion.
Sekilas info yee,,, marga Evangelion ternyata keluarga dari para raja kaisar yaitu emperor, pokoknya kaisar tertinggi. Marga Evangelion ini sangat berbahaya dan misterius bahkan dalam memilih sang pendamping aja harus melalui ujian para tetua, jika tidak lolos ujian itu biarpun sudah menikah maka akan di anggap sampah oleh marga Evangelion. Diriku juga sempat terkejut karena sudah peraturan turun temurun kalo sudah masuk kekeluarga Evangelion tidak diperbolehkan atau menginap oleh menantu di kediaman orang tua walaupun nanti akan memiliki anak. Aku hanya bisa berdoa semoga saja peraturan itu bisa diubah perlahan-lahan.
""hiks ... hiks ... mama ... hiks ... sakit ... hiks ..." isakku menekan perut.
Aku berusaha menekan tombol merah di nakas dengan tangan kiri karena tangan kananku sedang memegang perut. Setelah berhasil menekan tombol merah, seluruh penghuni mansiom langsung menghampiriku terutama mama, mommy Grace dan bunda Miya bahkan papah, daddu Lou, dan ayah Zafar juga berada di kamarku.
Mama langsung duduk ditepi ranjang sambil mengusap dahiku yang berkeringat dingin.
"Kamu kenapa baby girl? Kenapa dahimu berkeringat dingin?" cemas mamah sambil melap keringatku.
"sakit mah, mom, bun. hiks ..." lirihku kesakitan. Aku masih belum terbiasa kalo hari pertama tamu datang, aku memerlukan bantuan.
Bunda Miya langsung memeriksaku ternyata bunda Miya tersenyum ke arah mama dan mommy Grace. Mommy Grace yang paham langsung mengusir papa, daddy Lou, dan ayah Zafar.
Mama, bunda Miya dan mommy Grace membantuku membersihkan diri kurang lebih 15 menit. Kemudian tubuhku dibaringkan ke ranjang kingsize kembali.
"Hari pertamamu kedatangan tamu ya baby?" tanya mama tersenyum. "Padahal 2 hari lagi acara pernikahanmu dengan Darel. Kasian juga ya sama calon menantu mama tidak bisa MP." goda mama kenbali membuatku langsung menyembunyikan wajahku dibalik selimut.
"mama." Aku malu sekaligus teriak dibalik selimut, membuar mama, mommy Grace dan bunda Miya makin gencar menggodaku.
"Padahal MP waktu awal pernikahan menjadi sepasang suami istri itu sungguh luar biasa loh, sayang." goda mommy Grace memanasi.
"iya, mommy Grace. Bunda Miya kok merasa kasian sama tuan muda Darel, MPnya gagal karena istrinya lagi kedatangan tamu." goda bunda Miya menimpali.
Aku langsung mengeluarkan kepala dari balik selimut menampilkan wajah kesal dan malu bersamaan biarpun wajahku masih pucat.
"Mama, mommy Grace, bunda Miya. Omongannya bisa di saring." sahutku agak kesal.
Mama, mommy Grace dan bunda Miya hanya mengedikkan bahu acuh. Kemudian tangan kanan mama mengusap pucuk kepalaku dengan sayang. "baby girl, istirahatlah. Mama, mom Grace dan bunda Miya akan keluar."
Aku yang nyaman hanya menganggukkan kepala sembari kedua mataku terpejam. Aku merasakan kalo mama, Mommy Grace dan bunda Miya mencium keningku secara bergantian.
Baru saja terlelap 30 menit, ponselku berdering membuatku malas membuka mata. Tangan kiriku menekan tempat ponsel sehingga tersambung ke dalam sebuah layar besar membuat aku melihat siapa menelponku disaat diriku sedang tamu datang. (taulah kalo cewek tamu datang gimana, apalagi hari pertama π€)
"Bayi besar, ngapain VC gue." pikirku mengeser ke arah warna hijau di sebuah layar besar yang bisa sentuh.
Setelah VC tersambung, terpampanglah wajah tampan bayi besar.
"Ha-" "Wajahmu kenapa sugar?! Kamu Sakit?!" salamku terpotong akibat kepanikan bayi besar di seberang VC.
"Aku ba-" "baik-baik bagaimana?! Wajahmu pucat sekali?! Sugar dimana mama dan papa?!" Ucapanku terpotong kembali karena si bayi besar tidak memberikan satu katapun untukku menjawabnya.
"bayi besar, bisa jangan potong ucapan gue." geramku lirih dan serak. Dia langsung menutup mulutnya dan menganggukkan kepala bak anak kecil.
"Tamu gue datang makanya gue jadi lemes gini." jelasku lirih.
"Hah?! Tamu? Mana sugar, kamu dikamar sendirikan?" tanyanya dengan dahi mengkerut.
Aku juga bingung saat mendengar hal itu. "iya, tamu gue datang. Gue di kamar sendiri. Kalo pria asing atau teman masuk kamar gue sudah di jadikan makanan para hewan buas oleh orang tua gue." jelasku menjelaskan.
"Terus kalo kamu sendiri? Kenapa tadi kamu bilang tamu sugar?" tanyanya lagi.
Aku yang paham, akhirnya terkekeh. "Bayi besar, ternyata kamu gak paham ya arti dari tamy datang." pikirku.
"Sugar, jangan melamun. Jawab mana tamunya?" sahutnya dengan wajah cemburu.
"Loe pernah mendengar istilah sebulan sekali kalo semua cewek pasti tamu datangkan?" sahutku memberi kode.
Dia terdiam sambil memikirkan maksud dari kodeku. Sampai 30 menit, dia baru sadar dengan wajah memelas. "Jadi si boy gak akan bisa masuk sarangnya dong?"
Aku menganggukkan kepala membenarkan perkataannya.
"Berapa hari sugar tamumu selesai?"
"7-8 hari bayi besar. Jadi sabar ya."
Dia mengangguk lesu saat mendengar 7-8 hari membuatku antara tidak tega dan terkekeh.
"Istirahatlah sugar. Apa kamu sudah makan?"
"Sudah. Mama, mommy Grace dan bunda Miya melakukannya untukku bayi besar."
"Baiklah, kamu tidurlah. Apa perlu aku menyanyikan sebuah lagu untukmu?"
"Iya, aku mau."
Akhirnya lewat VClah suara merdu si bayi besar membuatku tertidur nyenyak.
Neira Pov Off
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...