
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Bintang pov On
Akhirnya diriku ada pov juga π authornya terlalu lama mengeluarkan povku π katanya nanti juga ada ,, tapi kapan masa iya Aa Neira, tuan Darel, si Anton dan bang Alfa π (cerewetnya anda, yuk jangan banyak omong langsung aja, mumpung mood author lagi baik π)
Saat ini aku berada diruang rapat bersama paman Darius, paman Kenan, bibi Vivi, bibi Lusi, bibi Anita, paman Fidel dan paman Ben. Paman Kenan dan paman Fidel tidak ikut dalam misi karena bukan misiku. Berbeda dengan paman Athaya atau bibi Lusi, mereka akan ikut dalam misi jika aa Neira yang turun tangan.
"Bosan !!!!!!!!!" Pekikku memutar kursi kebesaranku.
Paman Kenan, paman Fidel dan paman Darius hanya menoleh sebentar ke arahku lalu fokus ke komputer berbeda dengan bibi Lusi dan bibi Vivi hanya duduk manis sambil meminum teh dan cemilan karena nonton drama.
"Paman, bibi. Bintang, mau ke taman. Boleh?." Ucapku puppy eyes.
"Taman mana?" Tanya Bibi Lusi lembut.
"Taman kota dekat sini."
"Kenapa gak di markas aja tuan muda kecil?"
"Taman dekat markas cuman liat pengawal dan para maid saja yang bekerja." Ucapku memelas.
"Baiklah, tuan muda kecil. Asal jam 5 sore anda sudah berada di markas." Ucap bibi Vivi sambil menasehati.
"Baiklah bibi. Bi, Bintang bawa Gaby dan Viktor ya."
Viktor Azzam Oliver Sanjaya, disapa Viktor atau pipi Viktor, anak tunggal Kenan dan Vivi berusia 10 tahun. Memiliki wajah tampan terkesan datar dan imut dengan sikap acuh pada sekitar, ceplas ceplos tetapi irit bicara dan dingin, tidak peka, anti perempuan kecuali orang terdekat, protektif, posesif dan manja kepada orang terdekat.
"Boleh tapi bibi minta tolong jaga mereka ya."
"Baiklah bibi. Terima kasih." Aku bangkit dari kursi kebesaran dengan wajah senang dan gembira lalu keluar dari ruangan rapat menuju ruang latihan di ikuti ada bibi Anita dan paman Ben.
Di ruang latihan, aku melihat Viktor dan Gaby sedang latihan menembak.
"Vik !!! Gab !!!" Teriakku membuat Viktor dan Gaby menembak tetapi tidak tepat sasaran.
ABANG !!!!!
Teriak Viktor dan Gaby bersamaan dengan nada kesal. Aku hanya cengengesan saja.
"Ngapain abang kesini?" Tanya Gaby kesal.
"Ajak kalian ke taman kota dekat markas. Abang bosan disini, masa abang cuman duduk manis di ruang rapat tanpa melakukan apapun." Curhatku.
"Ke taman kota. Kenapa gak taman di markas aja bang. Iya sih abang cuman duduk manis karena kalo abang yang ikut dalam misi ini dipastikan kerja sama abang dengan kakak nona muda Neira akan cepat selesai apalagi ada tuan Darel." Cerocos Viktor panjang lebar.
"Woah ... prok prok prok tumben Vik kamu cerocos panjang lebar" takjubku tersenyum lebar sambil menepuk tangan. Viktor hanya menghembuskan napas.
"Yuk, ikut abang yuk abang traktir deh π" rayuku dengan menaikturunkan alis.
"Serius ??? Yuk bang." Binar Viktor dan Gaby lalu menarik masing-masing tanganku menuju pintu utama markas.
"Dasar bocil, seketika gratisan dan traktiran number one." batinku mencibir.
Sampai di pintu utama markas, dua buah mobil sudah bertengger. Mobil pertama dimasuki aku, viktor, Gaby, bibi Anita dan paman Ben. Mobil kedua hanya ada beberapa pengawal untuk menjaga kami.
Sejam kemudian, kami baru saja sampai di taman kota. Suasana taman kota saat ini sangat ramai karena banyak sekali anak-anak dan orang dewasa.
"Rame ya bang Bintang, pipi Viktor." Binar Gaby.
"Iya, abang kira damai dan tenang." Anggukku.
Kami bertiga berjalan beriringan dimana diriku ditengah-tengah antara Viktor dan Gaby. Kami membeli jajanan gerobak yang sangat banyak sebagian kami berikan ke beberapa pengawal.
"Duduk di gazebo aja yuk." Ajakku melihat gazebo yang kosong tidak jauh dari pandangan kami. Gaby dan Viktor menganggukkan kepala. Kami berjalan menuju arah gazebo.
"Gab, nanti dulu berselfinya. Makan dan minum dulu." Ajak Viktor lembut.
"Iya, pipi." Angguk Gaby berjalan kearah gazebo.
Saat sedang makan dan minum, kami dikejutkan dengan kedatangan sahabatku bernama Giselle Arindra Alatas, disapa Gisel. Usianya 16 tahun, wajah cantik dengan sikap feminim dan pemalu, ramah pada sekitar dan cerewet, serta manja. Anak tunggal dari pasangan Anjani dan Jason.
"Loh, Bintang." Sapa Gisel ramah, kandidat calon istri Bintang.
"Gisel, lo ngapain disini?" Kagetku bertanya. lalu celingak celinguk mencari keberadaan paman Ben, Bibi Anita dan beberapa pengawal yang sudah menyingkir.
"Seharusnya gue, lo ngapain disini?" Heran Gisel.
"Ya allah gue lupa π±, Giselkan lagi ada acara keluarga di kota C arah Timur." Batinku menepuk jidat.
"Jawab Bin, lo ngapain disini?" tanyanya memicingkan mata.
"Gue ... gue ..." ucapku berusaha mencari alasan. "Bang Bintang lagi ada urusan kakak cantik disekitar sini." Sahut Gaby membuat diriku bernapas lega.
Gisel menganggukkan kepalanya lalu : "Eeee ... kamu siapa adik manis?" Tanyanya.
"Namaku Gaby dan ini Abang Viktor, kami adik sepupu dari abang Bintang." Bohong Gaby.
Gisel menganggukkan kepala. "Nama kakak Gisel, sahabat abang kalian, Bintang." Balasnya tersenyum ramah.
"Ayok kak Gisel duduk disini." Ajak Gaby ramah. "Bang, geser. Kasih tempat buat kak Gisel." Lanjut Gaby.
Aku menggeser tubuhku agar Gisel ada tempat duduk. Gisel yang baru saja duduk disebelahku menatap semua jajanan gerobak yang masih penuh dengan pandangan kaget sekaligus takjub.
"Makanan dan minuman ini kalian yang beli?" Binarnya.
"Iya, kak Gisel. Lagipula abang Bintang yang traktir kok." Balas Gaby polos.
"Bintang." Ucapnya menatapku. "Lo kerja Bin?" Tanyanya.
"Iya." Bohongku.
"Ya allah, lo kerja apaan? Sebagai apa? Apa setiap pulang sekolah, lo langsung kerja?" Tanyanya beruntun dan kepo.
"Kerja sebagai pelayan di chef Ardhias bareng kak Neira. Ya, gue kerja setiap pulang sekolah." Bohongku lagi. "Maafkan gue ya Sel, gue boong sama lo. Gue gak mau identitas yang selama ini tersimpan rapat, terbongkar begitu saja." Batinku meminta maaf ke Gisel.
"Gaby dan Viktor tau gak kalo bang Bintang kerja di cafe Ardhias?" Tanya Gisel ke dua bocah. Viktor dan Gaby menganggukkan kepala padahal dalam hati mereka ingin sekali membongkar identitas Bintang yang merupakan majikan dari mereka semua.
"Ooo ya, Sel. Lo kesini sama bibi Anjani dan paman Jason?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Iya, lo tau sendiri gimana nyokap bokap gue kalo gue ditinggal sendiri." Ucapnya meminum jus jeruk.
Aku hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. Aku mengenal keluarga Gisel waktu masih TK sampai kelas 3 SD bahkan keluarga Gisel juga mengenal keluargaku hanya keluarga sederhana. Aku dan Gisel berasal dari kota sebelah tetapi Gisel pindah ke kota C saat kenaikan kelas 4 SD membuatku merasa kehilangan sahabat sekaligus saudariku. Lalu pas SMA aku dan GiselΒ bertemu kembali membuat diriku dan Gisel sering sekali ke rumah masing-masing.
Gisel juga memiliki seorang kekasih sekaligus sahabatku bernama Arsyanendra Finn Diningrat, disapa Arsya berusia 17 tahun. Wajah tampan dengan sikap dingin dan datar, acuh dan cuek pada sekitar, serta irit bicara dan dewasa sebenarnya posesif, protektif, cerewet dan manja. Putra tunggal dari Pasha Diningrat dan Rahmi Diningrat.
"Lo sudah bilang ke nyokap bokap lo tentang hubungan lo dengan Arsya?" Tanyaku saat memakan batagor. Gisel hanya berdehem saja.
"Respon mereka bagaimana?"
Gisel menghabiskan makanan yang berada di mulutnya. "mommy daddy setuju aja sih. Asal nilai gue gak ada masalah." Balasnya.
"Yaiyalah setuju lo kan juara 3 paralel." Ucapku memutar mata malas.
"Oya nanti setelah SMA lo mau kemana?" Tanyanya.
"Gue balik ke kota sebelah. Lo tau sendirikan gue anak bungsu." Ucapku menhembuskan napas.
"Iya juga sih. Lo dan kakak Neira kan tinggal disini hanua berdua. Jadi keluarga pada cemas dan khawatir sama lo dan kakak lo." Ucapnya membenarkan.
Aku dan Gisel bercerita panjang lebar sampai waktu menunjukkan pukul 04.30 sore membuat aku, Gaby, dan Viktor pamit pulang. Awalnya Gisel ingin mengangar kami tapi kami menolak karena aku mengatakan pakai aplikasi online.
Bintang Pov Off
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...