Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 47



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Selamat siang reader 😌 Kemaren author gak update karena 2 hari author pulang agak sore jadi author melepas penat dengan cara ngobrol dengan rekan kerja author yang jadwalnya juga sedikit ,,, pahamlah kalo cewek ngumpul gimana??? 🀭


Episode khusus Alfa terakhir ya πŸ˜‰


Hari ke-5 di mansion MD tepatnya di balkon kamar nona muda Neira, kami berlima sedang menonton pertunjukan di sebuah laptop yang diambil nona muda Neira.


Yang ingin ditunjukkan nona muda Neira adalah pergulatan panas antara tuan Anton dan nona Ratih.


"🀬🀬🀬." umpatku (disensor ya,,, soalnya gak baik mengumpat 🀭)


Tuan Darel dan tuan Abyan pun sama mengumpat sumpah serapah.


"Nona muda,, saya ingin sekali memotong si boy tuan Anton jika diperbolehkan." tawarku.


"Aku saja Sugar. Aku ingin memotong si pedang manusia tak berakhlak itu." sahut tuan Darel geram dan beberapa kali menghembuskan napas.


Nona muda Neira akhirnya menceritakan kalo tuan Anton dan nona Ratih sudah menikah selama sebulan membuatku, tuan Darel dan tuan Anton memasang ekpresi berbeda.


Tuan Darel mengatakan: "sebelum kalian merayakan hari pernikahan kalian yang pertama, aku pastikan kamu, sugar akan bebas dari pernikahan laknat ini, kamu akan menjadi nyonya Evangelion saat hari pernikahan pertama kalian."


Akhirnya kamipun menonton saja sambil berkomentar A-Z antara diriku, tuan Darel dan tuan Abyan.


2 hari setelahnya, nona muda Neira harus kembali ke kediaman MD. Aku sebenarnya mau ikut tetapi nona muda Neira menyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


H-5 Pernikahan Neira dan Darel, pagi hari terjadi kabar yang tidak menyenangkan karena aku dikabarkan paman Ben dan bibi Anita harus datang ke rumah sederhana karena tuan muda Bintang ngambek akibat tidak diberitahukan oleh perceraian Nona muda Neira.


"Tang, sudah dong ngambeknya ya." rayu nona muda Neira sambil memeluk sang adik. Tuan muda Bintang hanya diam tanpa kata dengan wajah datar dan dingin.


"Bintang, maafkan abang ya. Seharusnya abang Darel dan kakakmu membicarakan ini bersamamu." sahut tuan Darel lembut berusaha merayu tuan muda Bintang tetapi hasilnya tetap sama nihil.


Aku, nona Bonanza sejak tadi memperhatikanku kemudian memasang wajah malu-malu dan tuan Abyan hanya diam saja tanpa ikut campur.


Berbagai bujuk rayu yang dilontarkan nona muda Neira dan tuan Darel hasilnya malam nada ketus dan unek-unek tuan muda Neira. Bahkan tuan muda Bintang memeluk nona muda Neira dimana aku dan tuan Abyan melihat wajah tuan Darel yang cemburu.


"Ternyata selain si bayi besar, anda ternyata pencemburu akut ya tuan muda Darel. Apa salahnya sih kalo tuan muda Bintang dan nona muda Neira pelukan, lagipula mereka saudara kandung juga." batinku menggelengkan kepala.


"Kapan berangkat ke kota sebelah A? Tangtang kangen sama mama papa?" tanya nona muda Bintang bermanja ria dan ceria.


"Besok pagi kita berangkat ke kota sebelah. Gak kamu aja kangen sama papa mama, aa juga kangen sama mereka." balas nona muda Neira memeluk tuan muda Bintang.


"Kalian berdua bisa gak sih sehari saja akur? Heran deh aku sama kalian berdua seperti tom and jerry tau gak kalo ketemu." sahut nona muda Neira kesal.


Aku sekali lagi hanya menggelengkan kepalanya pasalnya tom and jerry mulai beraksi lagi.


"Aa." manja tuan muda Bintang.


"Ya, tang." balas nona muda Neira lembut.


"Aa sudah packing belum?"


"Sudah."


"Kita tidurnya di kamar markas cabang organisasi AZZA."


"Ide yang bagus. Aa juga mau tidur disana. Lagipula kita berangkat lewat jalur udara menggunakan pesawat pribadi RR jadi gak perlu repot-repot beli tiket." Ucap nona muda Neira menatap kami.


"Sugar, kenapa tidak di mansionku saja." tawar tuan Darel dimana mendapat tatapan tajam dari kedua majikanku.


"Dasar si bayi besar mesum." pikirku menghela napas pasrah. Lalu aku melihat dari ekor mata kalo nona Bonanza menatap dengan tatapan aneh. "kenapa tatapan nih cewek aneh ya?!" pikirku mengalihkan pandangan ke arah lain sebenarnya bergidik ngeri.


"Tuan Darel terhormat, aku seorang wanita terhormat. Lagipula kalian berdua masih belum menikah jadi harus terpisah." Suara tuan muda Bintang yang tegas dan mutlak mengalihkan perhatianku.


Tuan Darel menatap nona muda Neira dengan pandangan puppy eyes tetapi dia menggelengkan kepalanya.


"Aku setuju apa yang dikatakan Bintang, bayi besar." angguk nona muda Neira menyetujui.


"Sebaiknya kita makan siang dulu baru deh kita ke markas organisasi AZZA." sahut nona muda Neira menatap kami.


"Iya, nona muda Neira. Kita ke cafe Ardhias, saya sudah memesankan makanan untuk kalian semua baru kita ke markas organisasi AZZA." Ucapku sambil menghubungi manajer cafe.


Kami semua menganggukkan kepala dan kami sepakat memisahkan mobil nona muda Neira dan tuan Darel.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


Ruang VVIP Cafe Ardhias disiang hari, Kami makan siang dengan tenang dan damai.


"Hem." balas nona muda Neira


"Aa, kalo nikah nanti aa akan tinggal di mansion abang Darel terus tangtang akan kesepian lagi deh." Ucap tuan muda Bintang sendu dan lirih.


"Siapa bilang kamu tinggal dirumah sederhana Bintang." Sahut tuan Darel datar membuat kami menoleh. "Kamu akan tinggal di mansion kami bersama Bonanza dan Alfa. Jangan ada protes." lanjutnya mutlak dan mengancam.


"Serius?!" tanya tuan muda Bintang dan aku bersamaan membuat tuan Darel menganggukkan kepala.


"Tuan muda Emperor. Kenapa saya juga anda Bawa?" tanya nona Bonanza Datar.


Tuan Darel menatap tuan Abyan. Tuan Abyan yang ditatap kemudian menatap nona Bonanza. "Bona, kamu menjadi asisten sekaligus tangan kanan nona muda Neira mulai saat ini. Jadi Bona, kamu akan selalu stay di mansion nanti."


Aku merasakan kalo tuan Darel dan nona muda Neira menjadi mak comblang untuk diriku. Setelah selesai, tuan Darel dan tuan Abyan mengantarkan kami ke markas organisasi AZZA karena besok pagi kami semua akan berangkat ke kota sebelah menggunakan pesawat pribadi RR.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


Pagi harinya, H-4 Pernikahan Neira dan Darel


Aku, Bonanza dan tuan Abyan sudah berada dimeja makan sekitar pukul 6 pagi. Aku terus saja melihat jam tangan yang berada dipergelanganku karena sejak sejam lebih sudah bibi Lusi dan bibi Vivi membangunkan dua majikan kebo.


45 menit kemudian bibi Lusi dan bibi Vivi turun dengan wajah malu dan berbisik membuatku hanya diam saja padahal dipikiran heran, bingung dan banyak pertanyaan. 10 menit kemudian, tuan Muda Bintang baru tiba ruang makan, 20 menit kemudian, tuan Darel dan nona muda Neira juga baru tiba di ruang makan dimana wajah nona muda Neira terlihat kelelahan berbeda dengan wajah tuan Darel bak matahari.


Neira menganggukkan kepala saja. Akhirnya Neira dan Darel mandi bersama diselingi suara gaib. Sementara Bintang yang sudah selesai mandi dan berpakaian lengkap langsung saja keluar dari kamar RR menuju ruangan makan. Bintang sama sekali tidak mengetahui kalo Neira sedang digrepe-***** oleh Darel.


Setelah kami semua selesai sarapan pagi, kami semua menuju bandara pribadi karena sudah pukul 7.10 pagi. Tidak sampai 10 menit dan menunggu 20 menit kami pun memasuki pesawat pribadi menuju kota sebelah dengan waktu 1 jam setengah.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


1 jam setengah kami semua berada di Bandara Pribadi di arah Timur Mansion RR.


Pintu ruangan tunggu terbuka menampilkan aku, nona muda Neira, tuan muda Bintang, tuan Darel, tuan Abyan, nona Bonanza, serta paman Karim, bibi Anita dan paman Ben berjalan ke arah ketiga pasutri terutama sang ibu.


Nyonya besar, bunda dan nyonya Embun merentangkan tangan mereka menyambut kedatangan kami.


"Mama"


"Bunda."


"Anne."


Teriak kedua majikanku, aku dan tuan Darel berlari bak anak kecil menuju sang ibu.


Nyonya besar memeluk kedua majikanku, bunda dan nyonya Embun memeluk diriku dan tuan Darel. Acara peluk-pelukkan memakan waktu 15 menit.


"Bintang, kamu ke mansion utama ya. Neira, Darel, Abyan dan Bonanza kita ke mansion tamu terlebih dahulu." sahut nyonya besar membuat tuan muda Bintang mengernyitkan dahinya.


"Kenapa gak bareng aja, mama?" tanya tuan muda Bintang.


"Tidak bisa baby boy. Mama dan papa ada yang mau diomongin sama aamu dan calon kakak iparmu."


"Bintang paham mama. Mah, Bintang pergi ya, Bintang kangen sama keponakan Bintang." Tuan muda Bintang menganggukkan kepalanya lalu mencium pipi kanan kiri orang tuannya.


Setelah kepergian tuan muda Bintang bersama bibi Anita dan paman Karim. Kami bersiap ke mansion tamu yang sudah disiapkan dengan memakai mobil khusus.


15 menit kemudian, kami sampai dimansion tamu dimana tuan Lou, nyonya Grace dan 2 tuan muda kembar sudah tiba di depan pintu mansion.


Tuan muda kembar memeluk tubuh nona muda Neira. "Nei kangen sama kalian."


"Kamipun sama Nei, kangen juga sama kamu."


Aku melihat wajah cemburu, datar dan dingin tuan Darel pengen menyemburkan tawa puas tetapi aku tahan. Lalu mulutku terbuka tidak percaya karena aksi tuan Darel melepaskan pelukan ketiga bersaudara sepupu itu.


Nona muda Neira yang berada dipelukan tuan Darel langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam tuan Darel dengan nada marah dan kesal : "Bayi besar kamu apa-apain sih?! Asal ngelepasin aja pelukanku sama kedua sepupuku?!"


"Bayi besar? siapa?" beo tuan Lou, nyonya Grace dan tuan muda kembar bersamaan membuat nona muda Neira menutup mulutnya akibat keceplosan.


"Nei, siapa bayi besar?" tanya nyonya Grace.


"Itu, emm, itu mommy Grace, itu." Ucap nona muda Neira bingung.


Keluarga marga Rajendra menatap nona muda Neira dengan penuh tanda tanya berbeda dengan kami yang paham maksud dari nona muda Neira ada yang terkikik dan tersenyum tipis.


"Ayok, Nei. Siapa bayi besar?" tanya tuan Lou sekali lagi membuat nona muda Neira menunjuk tuan Darel dengan jari telunjuk kanannya.


Tuan Lou, nyonya Grace dan si tuan muda kembar hanya menatap tuan Darel dari atas sampai bawah.


"sebaiknya kita masuk. Gak baik kalo ngobrol di depan pintu mansion." tegur bunda membuat kami masuk ke ruang tamu.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...7 part versi Alfa, wow banyak juga ya 🀭...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...