
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Neira pov on
Rumah sederhana tepatnya ruang tamu, aku bersandar di sofa panjang dimana ada Bintang yang sedang memeluk manja padaku. Alfa pergi ke ruang kerja rahasia.
"Tumben aa kesini?" Manjanya.
"Aa gak boleh ke sini Bin."
"Boleh kok, siapa yang ngelarang."
"Bin, malam ini aa nginap disini ya?"
"Hah?! Nginap. Suami aa emang bolehin?" Kaget dan tanyanya balik. Aku menganggukkan kepala.
"Tumben A' biasanya suami aa selalu ngekor bak anak ayam kalo aa kemana-mana?" Tanyanya heran sekaligus mencibir.
"Suami aa lembur sama tuan Pablo dan Ratih. Katanya banyak kerjaan yang harus diselesaikan hari ini. Kemungkinan nginap di kantor." Jawabku seperti biasa.
"Lembur? Masa sih? Biasanya ya A', selembur-lemburnya kerjaan pasti suami akan pulang karena ingat istri yang menanti dirumah." Ucap Bintang curiga sekaligus menasehati.
"Kamu tidak tau Bintang, kalo suami Aa sudah menodai pernikahan suci kami dihadapan Tuhan bahkan dia menikah lagi dengan Ratih, sahabat Aa tanpa sepengetahuan Aa." Batin Neira sakit hati.
"Aa." Sapa Bintang sambil mengelus punggungku dengan lembut.
"Ya, ada apa?" Ucapku baru tersadar dari lamunan.
"Aa baik-baik sajakan?"
"Iya, aa baik-baik saja." Ucapku tersenyum palsu. "O ... iya ,,, kamu mau makan malam menunya apa, malam ini aa akan memasak?" Lanjutku mengalihkan pembicaraan.
Bintang yang senang dan gembira langsung menyebutkan makanan favoritnya yang hampir mirip dengan makanan mama.
"Mandi gih sana." Titahku.
Bintang menganggukkan kepala senang dan gembira lalu mencium kedua pipiku sebelum ke kamar. Akupun juga bangkit dari sofa lalu menuju kamarku.
Di kamar tepatnya jendela, aku duduk sambil memandang langit sore. Di salah satu tanganku ada sebuah kalung pasangan yang diberikan oleh mama saat usiaku berusia 15 tahun.
...
(Ini gambar kalungnya)...
Flashback 5 tahun yang lalu
Mansion utama RR tepatnya di ruang keluarga, Neira, Gava, Leo, Radith dan Resmi tanpa Bintang karena sedang berada dikediaman Rajendra sedang membicarakan hal serius. Gava memberikan sebuah kalung berbentuk mahkota ratu kepada Neira.
"Apa ini mah? Kenapa mamah memberikan Neira kalung?" tanya Neira dengan mengenyitkan dahinya.
"Kalung ini diberikan oleh seorang wanita yang sudah kamu selamatkan nyawa putranya yang hampir saja celaka, baby girl. Wanita itu ingin kamu menjadi menantunya. Wanita itu berkata kalung ini memiliki pasangan. Suatu saat nanti kalian berdua akan bertemu dimana kalung kalianlah yang menjadi petunjuk."
"Mah, bagaimana bisa aku menemukan putra dari wanita itu mah? Pria di dunia ini berjumlah milyaran. Mah, Neira takut saat sudah menemukan putra wanita itu, Neira sudah menikah dan memiliki anak." Ucap Neira merasa putus asa.
"Apa kamu sering bermimpi?" Tanya Gava balik.
"Iya, mah. Neira sering bermimpi. Bahwa akan ada seorang pria yang akan memperlakukan Neira bak ratu."
"Gunakan mimpi itu baby girl. Mimpi itu akan menjadi petunjukmu untuk menemukan pria itu."
Neira hanya menganggukkan kepala saja sedangkan Radith dan Resmi hanya menyimak saja.
Flashback OFF
Sekali lagi aku menatap kalung queen dan beberapa kali menghembus napas.
"Sudah 5 tahun gue mencari lo, lo sebenarnya dimana sih?! Lalu lo siapa?! Kenapa lo susah sekali ditemukan?!" Batinku monolog.
Akupun menutup jendela kamar lalu berjalan ke arah kamar mandi. Beberapa menit kemudian, aku selesai mandi dan berpakaian.
Neira Pov Off
...πππππ...
Author Pov On
Neira yang baru saja keluar dari kamar menuju area dapur melihat Lusi dan Anita sedang menyiapkan makan malam.
"Selamat malam bibi." Sapa Neira ceria.
"Selamat malam nona muda kecil." Sapa Lusi tersenyum lembut
"Kapan kesini bibi Lusi?" Tanya Neira.
"Sekitar setengah jam yang lalu nona muda kecil." Jawabnya tanpa menoleh. "Nona muda kecil, sebaiknya anda ke ruang keluarga disana ada paman Athaya dan putriku, Gaby bersama tuan muda kecil Bintang dan tuan muda Alfa." Lanjutnya.
"Gaby." Binar Neira berlalu begitu saja tanpa pamit ke Lusi.
Gaby Irena Oliver, disapa Gaby. Gadis berusia 10 tahun. Putri semata wayang Athaya Rizal Oliver dan Lusiana Radella Oliver, memiliki wajah cantik dan manis terkesan datar dengan sikap dingin, acuh pada sekitar, bermulut pedas dan jutek sebenarnya manja dan cerewet.
Di ruang keluarga, Bintang dan Gaby layaknya tom and Jerry. Bintang sangat suka menggoda Gaby tetapi hanya di acuhkan saja. Athaya dan Alfa hanya sebagai pengamat antara putrinya dengan Bintang.
"Gaby, gaby, gaby." Panggil Bintang berulang kali.
"Apaan sih bang?! Dari tadi panggil Gaby terus π" Jutek Gaby kesal.
"Kamu terlalu cantik." goda Bintang.
Gaby yang mendengar hal itu hanya memutar matanya malas. Neira yang baru saja tiba hanya terkekeh melihat kelakuan Bintang dan Gaby.
"Dasar bocah. Kalo ketemu berantem mulu. Kalo gak ketemu malah nanya satu sama lain. Heran gue." Batin Neira menggelengkan kepalanya.
Athaya dan Alfa melihat tubuh Neira yang berdiri dibelakang Gaby dan Bintang langsung menyapanya. "Nona muda kecil."
Gaby dan Bintang langsung menoleh kebelakang. Wajah Gaby langsung ceria saat melihat Neira, tubuhnya bangkit dan berlari memeluk Neira.
Neira membalas pelukan Gaby tetapi tidak lama Bintang mengacau acara pelukan Gaby dan Neira tetapi Neira dan Gaby menggoda Bintang.
"Lepas Gab, dia kakak abang." Ucap Bintang berusaha melepaskan pelukan Gaby.
"Gak mau bang. Kakak nona muda Neira juga kakak Gaby." Ucap Gaby tidak mau kalah.
Neira, Alfa dan Athaya hanya terkekeh melihat Gaby dan Bintang perang mulut.
"Gaby, tuan muda kecil. Kalian ngapain peluk nona muda Neira? Kasian nona muda Neira kejepit." pekik Lusi yang baru saja ke ruang keluarga.
Gaby, Bintang, Neira dan Athaya menoleh ke arah Lusi yang berdiri dengan wajah bertanya-tanya.
"Masakannya sudah siap sayang?" Tanya Athaya lembut.
"Sudah. Ayok kita makan malam." Ajak Lusi lembut.
Athaya dan Alfa bangkit dari sofa sedangkan Neira ditarik oleh kedua bocah.
Di ruang makan, Neira duduk ditengah-tengah antara Gaby dan Bintang.
"Aa mau makan apa? Biar Tangtang yang ambilin?"
"Kakak nona muda Neira, Gaby aja yang ngambilin jangan abang Bintang."
"Gab, bisa gak sih mengalah sedikit aja sama abang."
"Gak bisa kalo berurusan sama kakak nona muda Neira." Polos Gaby menggelengkan kepala.
Neira, Alfa, Lusi dan Athaya hanya menyimak perdebatan Gaby dan Bintang. Akhirnya Neira memberikan perintah ke Gaby dan Bintang dengan adil.
Selesai makan malam, Gaby ingin tidur bareng Neira membuat Bintang tidak mau kalah juga ingin tidur bareng Neira.
Author Pov OFF
...ππππππ...
...Baru Gaby, 4 wanita lagi, belum pada keluar π€ Pasangan Bintang dimasa depan nanti siapa ???...
...Nanti keempatnya akan muncul seiring berjalannya waktu π...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...