Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 45



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Selamat malam atau tengah malam reader 😁


Masih episode khusus Alfa ya πŸ˜‰


Aku, nona muda Neira, tuan Darel dan tuan Abyan sedang menuju gedung arah selatan untuk menemui tuan Saguna, mantan putra mahkota Atmaja.


Aku sebenarnya kaget dan syok saat mendapat sms bahwa orangtuaku bersama nyonya besar dan tuan besar datang ke pulau ini.


Beberapa menit kemudian, kami sampai di gedung Selatan tetapi kami tidak di arahkan ke ruangan melainkan di sebuah tempat terbuka dikelilingi hutan dan ada sebuah gazebo.


"Selamat datang ke pulau ini, tuan Indra, nyonya Ala." sapa tuan Saguna sambil menyesap sebuah minuman.


"Terima kasih." singkat tuan Darel sambil terus mengusap telapak tangan kirinya di punggung nona muda Neira.


"Kemarilah. Kita berbincang-bincang terlebih dahulu." Ucap tuan Saguna.


Aku terus mengamati tuan Darel dan nona muda Neira sejak berhadapan dengan tuan Saguna.


"Duduklah." tuan Saguna menyuruh kedua majikan kami duduk di kursi yang sudah disediakan. "Tuan Indra, nyonya Ala, apa kalian bersenang-senang di pulau ini?" tanya tuan Saguna restoris.


"ya. Kami senang." singkat tuan Darel dingin dan datar.


"Hahahaha ... Tuan Indra, anda mengingatkan saya kepada seseorang hahahaha ...." tuan Saguna tertawa.


"Tuan Saguna, saudara saya emang seperti ini. Datar dan dingin kepada orang lain tetapi kalo bersama keluarga dan istrinya akan hangat dan lembut." jelas tuan Abyan dengan nada ramah.


"Berapa lama kalian menikah?"


"15 tahun."


"15 tahun?! Lama sekali. Apa anda mencintainya?"


"Ya saya sangat mencintainya."


"Apa kalian sering melakukannya?"


"Ya."


"Jadi kalian ingin membeli seorang bayi agar dijadikan anak?"


"Ya."


Percakapan singkat antara tuan Saguna dan tuan Darel, nona muda Neira tetap sama yaitu DIAM.


"Nyonya Ala, kenapa anda diam?" tanya tuan Saguna.


Aku tau kalo tuan Saguna sengaja memancing agar nona muda Neira bicara. Aku bisa melihat kalo tubuh nona muda Neira perlahan-lahan bergetar.


BRAK


Tubuhku sempat terjengkit kaget karena tuan Darel menggebrak meja kayu menjadi dua.


"Gesang, sekarang."


Mataku bagaikan melihat slow motion bagaimana tuan Darel melakukan aksinya ke tuan Saguna yaitu menyudutkan tuan Saguna ke tembok agak keras sambil kepalanya mengeluarkan darah segar dan teriakan kesakitan.


Aku dan tuan Abyan juga menahan bos dan dua anak buah tuan Saguna. Jantungku hampir copot karena paman Karim huga membantu kami bahkan putra mahkota Sarkara juga sudah berada dibelakang punggung nona muda Neira.


"Lawan Ra. Jangan lemah, jangan terjebak dengan masa lalu. Apa kamu tidak ingat bagaimana perjuangan bibi Gava dan paman Leo untuk menyembuhkanmu?! Lalu bagaimana brutalnya seluruh keluarga besarmu saat dirimu terpuruk?!" sahut putra mahkota Sarka menyemangati.


Aku juga merasakan ada aura bak iblis yang berada di dalam diri tuan Darel.


"Tuan Darel." Ucap tuan Saguna terbata-bata. "ternyata apa yang dikatakan orang-orang anda sangat berbahaya selain bibi Gava dan paman Leo."


Aku melihat bibir tuan Darel tersenyum manis dan raut wajah tuan Abyan pucat pasi.


"Nona Neira saya mohon, sadarkan tuan Darel. Saya takut dia akan membunuh tuan Saguna." mohon tuan Abyan sambil menahan si bos.


Tiba-tiba saja wajah Nona muda Neira tenang dan santai membuatku, paman Karim dan putra mahkota Sarka langsung menghubungi rombongan paman Irsyad dan paman Athaya agar secepatnya ke gedung Selatan.


Aku terus berdoa semoga saja paman Irsyad dan paman Athaya datang ketempat ini sebenarnya.


"Sugar, mau diapakan?"


"Hem. Bermain yok bayi besar." ajak nona muda Neira bak anak kecil membuat kami meneguk saliva kasar mendengar kata BERMAIN.


Saking santainya nona muda Neira mengambil sebuah obat berwarna hitam membuat putra mahkota Sarka gelabakan."Ra, sejak kapan kamu ambil obat hitam itu?"


"Maafkan Neira ya bang Sarka. Dan terima kasih bang atas nasigatnya." nona muda Neira memohon sambil semangat 45.


"Bayi besar, bisa minta tolong buka mulutnya agar gue bisa memberikan obat hitam ini?" pinta nona muda Neira manja.


Tuan Darel hanya menganggukkan kepalanya saja dan tangan kanan membuka paksa mulut tuan Saguna yang terkatup rapat. Saat mulut tuan Saguna terbuka, nona muda Neira langsung saja meminumkan obat hitam itu dan langsung saja menutup rapat mulut tuan Saguna yang berusaha ingin memuntahkan obat itu.


Akhirnya aku dan yang lain menyaksikan aksi brutal bahkan rombongan paman Irsyad dan paman Athaya datang terlambat karena sudah melihat tubuh tuan Saguna tergeletak begitu saja dengan banjir darah. Bibi Hana dan paman Irsyad langsung berjalan kearah nona muda Neira sekaligus memeriksa keadaannya.


"Neira baik paman Irsyad, bibi Hana. Semuanya." Ucap nona muda Neira tersenyum hangat dan lembut.


Mereka semua baru pertama kali melihat nona muda Neira tersenyum hangat dan lembut ada yang mengeluarkan air mata karena terharu.


"Abyan, susu rasa coklat ada gak?" rengek tuan Darel khas anak kecil. Tuan Abyan langsung memberikan dot botol susu rasa coklat.


"Bayi besar, tubuhnya mau diapain? lalu pulau ini mau diapakan?"


"Hem,, tubuhnya kita mutilasi aja." binar tuan Darel. "Terus pulau ini kita bom agar tenggelam." lanjutnya.


"Dasar pasangan tidak waras" pikirku mengumpat.


Akhirnya aku melihat lagi bagaimana nona muda Neira memutilasi tubuh tuan Saguna dengan wajah tenang dan santai disaksikan tuan Darel (wajah anak kecil), tuan Abyan (menutup kedua mata), putra mahkota Sarka (wajah datar dan dingin), paman Karim, paman Athaya, paman Irsyad, bibi Hana, paman Arwan dan paman bobby serta beberapa anak buah organisasi AZZA dan mafia Black Blood.


Aaaakkkkhhh


"Lo ngapain cubit gue, Bob?" marah paman Arwan menahan sakit.


"Gue gemes setan." sarkas paman Bobby.


"Paman Arwan, paman Aily ganggu kesenangan Neira tau gak." dengus nona muda Neira dengan wajah cemberut.


Paman Arwan hanya memasang wajah santai karena dia juga psikopat haus darah berbeda dengan paman bobby meneguk saliva kasar saat melihat pisau itu.


"Paman Arwan, ada kerjaan untuk paman." Nona muda Neira memasang senyum manis dan ceria membuat paman Arwan berbinar. "Tuan Abyan, Alfa dan paman karim serahkan bos dan 2 orang anak buahnya itu ke paman Arwan." lanjutnya memberi perintah.


Tuan Abyan menatapku seperti meminta pendapat, aku hanya menganggukkan kepala. Bos dan kedua anak buahnya akhirnya kami serahkan ke paman Arwan.


"Ternyata mama sama papa terlambat ya baby girl." Ucap seorang wanita paruh baya diikuti pria paruh baya menggendong seorang pemuda berusia 16 tahun memakai penutup mata diikuti sepasang pasutri paruh baya, seorang pria berusia 34 tahun dan 3 manusia robot.


"mamah, papah, tangtang."


"bunda, ayah."


panggil aku dan nona muda Neira bersamaan ke arah nyonya besar Ayya, tuan Besar Leoz tuan muda Bintang, serta Ayah dan bunda.


Aku berlari bak anak kecil ke arah bunda yang sudah merentangkan tangannya. Ayah juga memelukku dan bunda.


"Bunda, ayah. Kapan kalian datang?"


"Baru saja boy."


Aku yang ingin bermanja dengan bunda hanya mendengar dengan seksama antara nyonya besar dan nona muda, tuan besar dan tuan Darel tanpa ikut campur.


Beberapa menit kemudian, aku melihat seorang yang pernah aku temui pria bernama Gesang datang dengan membawa rombongan mafia Black Blood terlatih menghadap tuan Darel.


"Tuan muda." Sapa tuan Gesang datar.


"Selesai?"


"Ya."


"Kosong?"


"2 jam yang lalu."


"Berapa lama?"


"1 jam dimulai dari sekarang."


"bocah, lo gak streskan? Lo kira sekitar sejam selamat hah?" amuk nyonya besar.


Mendengar amukkan nyonya besar, tuan Darel dan tuan Gesang meneguk saliva kasar.


"Sini mana remotenya, gue undur 30 menit." sarkas nyonya besar mengangkat telapak tangannya ke arah tuan Gesang.


Setelah disetujui oleh tuan Darel, akhirnya remote itu berada di tangan nyonya besar bahkan mengatur ulang bom waktu tersebut menjadi 1 jam 30 menit.


"Nyonya besar, apa itu?" tanya paman Bobby penasaran.


"Ooo ini ... remote kontrol pengendali bom waktu agar pulau ini tenggelam" jawab nyonya besar polos dan santai.


"APA?!" teriak kami bersamaan kecuali tuan besar Leo, tuan muda Bintang, paman Kenan, paman Athaya, paman Karim, paman Ben, bibi Anita, paman Lucas dan paman Hyde.


"Nyonya besar, berapa waktu yang diperlukan?" tanya paman Arwan terbata-bata.


"1 jam 30 menit tapi sekarang 1 jam 20 menit." jawab nyonya besar mulai gak peka sama sekali.


"Nyonya besar, tempat jet pribadi kita 5 km dari arah gedung selatan."


"terus?"


"Bagaimana kita bisa selamat ke tempat jet pribadi dengan waktu segitu πŸ˜”" pasrah ayah.


"Yang diatas apaan?" tunjuk nyonya besar ke atas dimana puluhan jet pribadi tiba 10 menit.


Kami semua menoleh ke atas dan nyonya besar dengan pandangan kagum.


"tundukkan mata kalian dari wajah dan tubuh istriku." dingin tuan besar.


Semua para pria langsung menundukkan kepala kecuali ayah Zafar, paman Kenan, paman Irsyad, paman Athaya, paman Ben dan paman Lucas.


15 menit kemudian, nona muda Neira keluar bersama seorang gadis berusia 14 tahun, bibi Hana dan paman Ryker membuat nyonya besar berjalan kearah putri bungsunya.


"Lama sekali." Ucap nyonya besar lembut memeluk nonq muda Neira dengan penuh kasih sayang.


"maaf tadi Neira bertemu seorang gadis 14 ini." balas nona muda Neira dipelukan sang ibu tercinta.


"Siapa namamu manis?"


"Zalfa Naqiyah." Ucapnya terbata-bata dan menunduk takut.


"Jangan takut, bibi gak gigit kok." lembut nyonya besar kepada gadis bernama Zalfa.


"Baby, sebaiknya kita masuk ke jet pribadi. Waktu yang diperlukan tersisa 50 menit." Ucap tuan besar Leo agak keras sambil menggendong nona muda Bintang.


"Iya, baby." sahut nyonya besar Ayya agak keras. "Manis, ikutlah dengan kami. mau kan?" tanyanya.


"Iya." lirih Zalfa.


"Hana bawa anak ini ke jet pribadi."


"Baik nyonya besar." angguk bibi Hana. "Ayok ikut bibi." ajak bibi Hana ke Zalfa.


Kami semua masuk ke jet pribadi masing-masing. Di dalam jet pribadi khusus.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Bonus ini sudah ya πŸ€—...


...Jangan tanyakan sampai episode berapa part Alfa,,, 40 part author rangkum versi Alfa 🀣...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...