
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...
...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf ππ€«π€...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran ππ€...
...π½π½π½π½π½π½...
Selamat malam atau tengah malam reader π
Author update SKJ lagi π€
Pukul 10 malam Hutan Selatan Negara A, pasangan Gava-Leo bersama Lucas, Hide, Ryker , Yusran dan Haris sedang menunggu kedatangan pasangan Embun-Arlo dengan 3 buah mobil.
Gava sejak tadi mondar mandi bak cacing kepanasan membuat Leo yang berada di dekatnya menarik tubuh Gava sehingga tubuh Gava tertarik dan dahinya kepentok dada bidang Leo.
"Aaauu ... baby. Kenapa asal tarik aku hem?" Ucap Gava meringis sambil mengelus dahinya.
"Jangan terlalu banyak mondar mandir baby. Nanti kamu kelelahan. Aku tidak mau kamu sakit." tegur Leo sekaligus menjelaskan.
"Gimana gak mondar mandir. Embun dan Arlo sampai sekarang belum sampai juga." Sahut Gava memeluk Leo manja.
Leo hanya mengusap punggung istrinya agar tenang dan nyaman. Gava yang diusap beberapa kali menguap bahkan malah memperat pelukannya. Leo yang tau kalo istrinya ini sebentar lagi akan tertidur, terus saja mengusap punggung istrinya.
Usapan Leo yang nyaman dan tenang membuat kedua mata Gava semakin lama semakin memberat tetapi ambyar.
"Sepertinya kami datang diwaktu yang salah deh." celetuk Embun yang baru saja tiba bersama Arlo disebelahnya.
Mendengar celetukan yang tidak asing membuat kedua mata Gava terbuka sempurna dan menolehkan kepalanya ke belakang lalu menatap sengit ke pasutri itu.
Gava melepaskan pelukannya dari tubuh Leo dan berkacak pinggang layaknya seorang ibu memarahi sang anak.
"Kalian dua kok lama banget?! Gue dan suami gue menunggu hampir 1 jam lebih !!!" pekik Gava antara marah dan kesal.
"Kamu kok nyalahin kita sih, Ay. Kamu tau sendiri, kalo sudah jam segini pada tidur, terus dengan seenak jidat kamu nelpon kita bilang urgent. Lalu kamu juga bilang jangan bawa pengawal satupun. Kamu kira gampang apa keluar dari mansion Evangelion tanpa ketahuan dari ribuan penjaga terlatih." semprot Embun tak kalah kesal dan marah.
"Hehehe" cengenges Gava saat mendengar semprotan ala Embun.
"Ada apaan sih?" tanya Arlo penasaran.
Gava memberikan kode ke Yusran. Yusran yang diberi kode langsung membuka salah satu mobil dimana keluar seorang kepala tetua Evangelion dari kursi penumpang membuat Arlo dan Embun hanya saling pandang.
Tubuh kepala tetua itu tertuduk dengan kepala menunduk membuat Embun dan Arlo bertanya-tanya lalu memandang Gava dan Leo bergantian.
"Ada apa ini ayya. Kenapa kepala tetua ada bersama kalian?" tanya Arlo dingin dan datar.
"Tanyakan saja sama tetua kalian." sahut Leo tidak kalah datar dan dingin.
"Kepala tetua." panggil Arlo dingin dan datar. Embun disebelahnya mengusap lengan kanan suami agar tenang dan tidak emosi.
"Maafkan saya, tuan besar Emperor, nyonya besar Empress." Ucap kepala tetua tersebut dengan wajah bersalah. Arlo dan Embun hanya diam menunggu kelanjutan dari ucapan Kepala tetua Evangelion.
"Saya merasa berdosa untuk kelangsungan keluarga Evangelion." lanjutnya.
"Apa maksud kepala tetua?" tanya Embun mewakili Arlo.
"Sebenarnya putra mahkota sekarang adalah bukan putra mahkota yang sebenarnya." Ucap Kepala tetua semakin menunduk.
"Bukan putra mahkota sebenarnya." datar Arlo memahami maksud dari ucapan kepala tetua Evangelion.
Embun yang tidak mengerti hanya diam tanpa mengetahui maksud dari ucapan kepala tetua Evangelion.
"Berjarak 10 km dari sini, saya mohon tolong selamatkan putra mahkota sebenarnya." Ucap kepala tetua Evangelion sambil memohon.
"Yusran, antarkan kepala tetua Evangelion dengan selamat. Embun, Arlo ikut dengan kami." titah Gava lalu menarik tangan Embun untuk memasuki mobil dimana Leo sudah berada di kursi kemudi berbeda dengan Arlo yang sudah berada di sebelah Leo.
"Baik, nyonya besar." tegas Yusran.
"Terima kasih nyonya besar Ramos. Anda dan suami Anda adalah orang yang tepat untuk dimintai pertolongan untuk mengubah keluarga Evangelion." Ucap Kepala tetua itu dengan menunduk hormat.
2 mobil itu melaju meninggalkan Yusran dan Kepala tetua Evangelion. Di sepanjang perjalanan menuju tempat yang dimaksud oleh kepala tetua itu hanya ada keheningan yang melanda.
"Ay, apa maksudnya ini? Kenapa kepala tetua mengatakan kalo putra mahkota sekarang bukan putra mahkota yang asli?" tanya Embun beruntun.
"Bun, apa loe ingat saat pesta pernikahan putra putri kita?"
"iya, saya ingat."
"Putra mahkota itu ngeliat semua wanita seperti domba yang siap disantap."
"A-apa?!"
"Loe pasti syok dan kagetkan. Gue maklum kok karena loe selama ini merawat dia hampir 15 tahun layaknya ibu dan anak tetapi gue liat tatapannya ke loe itu seperti pria ke wanita." jelas Gava menghela napas panjang.
"Bagaimana bisa Ayya? Kok gue gak ngerasa kalo dia bukan putra mahkota sebenarnya?"
"Tetua Senior 3 melakukan ini Embun. Dia yang menukar putra mahkota sebenarnya dengan putranya agar bisa menjadi emperor di keluarga Evangelion." jelas Gava lagi dengan menatap Arlo dengan tatapan intimidasi.
"Loe sungguh bodoh Arlo, bisa-bisanya loe tidak tau ada musuh dalam selimut dikediaman loe. Masa loe tidak mengenal keponakan kandung loe sendiri sih. Masa istri loe harus merawat anak orang lain ketimbang keponakan loe sebenarnya." semprot Gava bak rel kereta api.
"Saya aja baru tau minggu-minggu ini nona Ayya." bela Arlo.
"Kalo loe tau kenapa loe tidak bergerak cepat?! Loe mau keponakan kandung lo jadi tengkorak dulu?!" semprot Gava sekali lagi.
Arlo menatap Leo lewat ekor mata tetapi Leo hanya acuh tak acuh saja. Sepanjang perjalanan menuju tempat penyelamatan putra mahkota Evangelion sebenarnya, Gava terus saja mengomel bak ibu-ibu kehilangan botol tupperware.
...ππππππ...
Hari sabtu (malam minggu) sekitar pukul 12 siang di ruang keluarga Mansion EV kota C, semua aktivitas Bintang, Bonanza, Abyan, Alfa, Anita dan Ben selesai.
"Akhirnya tugas tangtang selesai juga. Terimakasib kak Bona." ceria Bintang sambil merentangkan kedua tangannya sambil berterima kasih ke Bonanza.
"Sama-sama tuan muda Bintang. Saya senang bisa memnmbantu anda." balas Bonanza tersenyum manis.
Alfa melihat interaksi Bona dan Bintang tiba-tiba saja sesuatu yang ada di dalam dadanya bergemuruh dan memasang wajah tidak suka. Abyan malah menunjukkan ekspresi berbeda yaitu menunjukkan senyum manis sekaligus lega bersamaan.
"Tuan muda, nona. Makan siang sudah tersedia di ruang makan." Ucap kepala maid memberitahukan.
"Saatnya makan siang yeeee." sorak Bintang berdiri dan melesat cepat ke ruang makan diikuti Alfa, Abyan dan Bonanza.
Saat di ruang makan, Bintang memanggil Bona untuk dekat di kursi sebelahnya. Bona dan Bintang duduk bersebelahan bahkan dengan manjanya Bintang meminta disuapin oleh Bona.
Alfa merasakan kecurigaan kepada tingkah laku Bintang. Alfa meletakkan sendok dan garpu ke piring lalu bangkit dari kursi kemudian berjalan ke belakang Bintang dan memegang dahi Bintang.
"Anda demam tuan muda." Ucap Alfa membuat Bintang menggelengkan kepalanya pertanda tidak.
Alfa tanpa diperintahkan mengangkat tubuh Bintang ala koala membuat Bintang terus memberontak. Abyan langsung menghubungi dokter pribadi Keluarga Evangelion agar datang ke kediaman mansion.
...ππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...