Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 40



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Selamat sore atau malam reader 😘


Detik-detik menuju tahun 2022 πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Author sistem SKJ (Sistem Kebut Jam) 🀣


Masih H-4 Pernikahan Neira dan Darel


Bandara Pribadi di arah Timur Mansion RR


Pagi hari sekitar pukul 8 pagi ruangan tunggu pribadi Pasangan Gava-Leo dan Pasangan Embun-Arlo bersama Pasangan Zafar-Miya, Hide, Lucas, serta David dan Anika, tangan kanan Arlo dan Embun.


Sejak 30 menit yang lalu Gava terus saja mondar mandir bak setrika membuat Embun dan Miya melihat hal itu jengah, pusing dan hanya menghela napas pasrah. Sedangkan para suami hanya membahas bisnis.


"Nyonya Ayya, bisa gak sih anda duduk diam dan manis dikursi tunggu?! lagipula pesawat mereka akan datang 1 jam lagi." tegur Embun halus.


Gava langsung duduk disebelah Embun dan mengaitkan lengannya ke lengan Embun sambil bersandar kepalanya di bahu Embun.


"Embun, bisa diundurin gak ya pernikahan putra loe dan putri gue seminggu lagi gitu." Rayu Gava sekaligus menawar.


"Kenapa?"


"Masa putri gue cuman 3 hari doang sama keluarganya. Setelah nikah dengan putra loe pasti akan susah bertemunya karena keluarga loe itu sangat ketat dalam memilih pendamping bahkan putri gue cuman bisa mampir tanpa harus menginap dikediaman ini." Ucap Gava terdengar lesu.


"Itu peraturan turun temurun nyonya Ayya. Saya tidak berani melanggarnya." sahut Arlo datar sambil meminum dot bayinya.


"Ubah dong peraturan itu, tuan bayi Arlo. Apa kalian tidak kasian dengan menantu dan keturunan menantu kalian yang akan datang, kalo kangen sama orang tuanya mereka hanya boleh mampir tanpa harus menginap." sahut Gava ketus dengan wajah masam.


Arlo yang mendengar hal itu beberapa kali menghela napas dan menatap Leo dan Zafar tetapi dibalas Leo seperti biasa dengan wajah datar tanpa ekspresi dan Zafar hanya diam saja.


"Nyonya Ayya, seandainya peraturan keluarga kami diubah kemungkinan terbesar akan terjadi perang antar keluarga. Anda sangat mengenal keluarga kami biarpun kita putus komunikasi bertahun-tahun lamanya. Anda juga sangat tau selak beluk keluarga Evangelion seperti apa." Sahut Arlo menjelaskan sekaligus menyindir.


Gava yang tau selak beluk keluarga Evangelion hanya menutup wajahnya dengan frustasi. Leo menatap Arlo lekat seperti meminta penjelasan lebih.


Arlo yang ditatap lekat oleh Leo. "Kamu tanyakan saja kepada istrimu, tuan Leonard. Istrimu sangat tau selak beluk keluarga kami seperti apa."


"Baby." panggil Leo lembut.


"Nanti baby, akan aku jelasin di rumah setelah anak-anak datang sekalian kita jelasin sama Neira, putri kita." balas Gava paham maksud dari panggilan suaminya ini.


Sejam kemudian sekitar 10 menit, pintu ruangan terbuka menampilkan Neira, Bintang, Darel, Alfa, Abyan, Anita, Bonanza, Karim serta Ben yang berjalan kearah ketiga pasangan suami istri.


Gava, Miya dan Embun merentangkan tangan mereka menyambut kedatangan putra putri mereka.


"Mama"


"Bunda."


"Anne."


Teriak Neira, Bintang, Alfa, dan Darel berlari bak anak kecil menuju sang ibu.


Gava memeluk kedua anaknya dengan penuh kerinduan. Miya dan Embun juga memeluk putra semata wayang mereka dengan penuh kerinduan.


"Nei, tang. Akhirnya kalian datang juga." sahut Gava serak dan lirih. Neira dan Bintang hanya memeluk Gava dengan erat tanpa bicara sepatah katapun.


Leo melihat pemandangan itu hanya tersenyum hangat dan lembut. Setelah Neira dan Bintang melepaskan pelukannya dari Gava lalu memeluk sang ayah, Leo. Leo juga memeluk kedua anaknya ini dengan sayang dan penuh kerinduan. Acara peluk-pelukan itu berlangsung selama hampir 15 menit.


"Kenapa gak bareng aja, mama?" tanya Bintang.


"Tidak bisa baby boy. Mama dan papa ada yang mau diomongin sama aamu dan calon kakak iparmu."


"Bintang paham mama. Mah, Bintang pergi ya, Bintang kangen sama keponakan Bintang." Bintang menganggukkan kepalanya lalu mencium pipi kanan kiri Gava dan Leo.


Bintang pergi meninggalkan mereka bersama Anita dan Ben. Setelah kepergian Bintang, Anita dan Ben mereka berangkat ke mansion tamu yang sudah disiapkan oleh Gava dan Leo.


Di mansion tamu RR lebih tepatnya di ruang tamu, pasangan Grace-Lou dengan dua jagoan kembar mereka yaitu Ahsan dan Amzar, sedang menunggu kedatangan rombongan Gava-Leo. Berbagai cemilan dan minuman dihidangkan diruang tamu tersebut.


"mi, kapan sih mama Gava, papa Leo, Neira, calon sepupu ipar datang ke mansion ini? kita sudah menunggu kurang lebih 2 jam loh disini?" tanya Ahsan.


"Mami tidak tau boy. Kita lebih menunggu beberapa menit lagi." Ucap Grace menggelengkan kepalanya.


15 menit kemudian, mereka mendengar suara mobil membuat keluarga Lou saling pandang dan bangkit dari sofa masing-masing menuju pintu depan mansion.


Baru beberapa langkah di depan pintu mansion, si kembar A langsung dipeluk oleh Neira.


"Nei kangen sama kalian."


"Kamipun sama Nei, kangen juga sama kamu."


Darel memasang wajah dingin dan datar sekaligus cemburu karena Neira memeluk dua pria kembar identik di depannya.


Arlo melihat wajah Darel langsung menepuk pundak putranya dengan berkata : "Mereka sepupu kesayangan calon istrimu son. Jadi jangan cemburu berlebihan. Karena di keluarga besar calon istrimu, Neira merupakan keturunan wanita kedua di keluarga Ramos setelah kakaknya Resmi lalu keturunan wanita ketiga di keluarga Rajendra dan Atmaja. Jadi wajar saja mereka akan protektif dan posesif kepada calon istrimu."


Darel hanya terdiam meresapi perkataan ayahnya. "Apa aku terlalu overposesif ya kepadamu Sugar?! Tapi inilah diriku Sugar, aku tidak suka kalo kamu dipeluk oleh pria lain selain ayah dan saudara kandungmu." pikir Darel berjalan ke arah Neira.


Darel sekuat tenaga melepaskan pelukan Neira dan si kembar. Hasilnya Neira berhasil berada dipelukan Darel, si kembar A langsung menatap tajam Darel. Darel juga sama membalas dengan tatapan tajam si kembar A.


Gava yang berada di sebelah Embun malah berbisik: "resiko punya suami overposesif dan overposesif."


"Iya, nyonya Ayya. Anda benar, waktu metime kita aja hanya bisa dihitung pake jari itupun dengan pengawalan super duper ketat." bisik Embun menyetujui.


"Em, kapan-kapan kita para cewek metime ya?" bisik Gava menawar.


"Yuk, sekalian aja bawa para menantu kita." bisik Embun dengan anggukan semangat.


Arlo dan Leo yang mendengar pembicaraan kedua istrinya langsung memeluk pinggang masing-masing.


"Baby, jangan macam-macam ya. Kalo kamu macam-macam bersiap-siaplah aku akan menghukummu." bisik Leo sedikit mengancam membuat Gava meneguk ludahnya kasar. "Ya allah, gue lupa kalo suami gue over banget sama gue." batin Gava meringis.


"Sweety, kamu jalan sendiri tanpa pengawalan. Gak jalan seminggu loh." bisik Arlo mengancam. Embun mendengar hal itu hanya menggelengkan kepalanya lebih baik cari aman dari pada dikurung di kamar dengan pakaian hot dan seksi.


Neira yang berada dipelukan Darel langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam Darel. "Bayi besar kamu apa-apain sih?! Asal ngelepasin aja pelukanku sama kedua sepupuku?!" kesal dan marah Neira.


"Bayi besar? siapa?" beo yang lain membuat Neira menutup mulutnya akibat keceplosan.


"Nei, siapa bayi besar?" tanya Grace.


"Itu, emm, itu mami Grace, itu." Ucap Neira bingung, Darel hanya mengalihkan pandangannya.


Grace, Lou, dan si kembar menatap Neira dengan penuh tanda tanya berbeda dengan Gava, Miya, Embun, Alfa, dan Abyan terkikik sedangkan Leo, Arlo dan Bonanza hanya tersenyum tipis.


"Ayok, Nei. Siapa bayi besar?" tanya Lou sekali lagi. Neira menunjuk Darel dengan jari telunjuk kanannya. Lou, Grace dan si kembar hanya menatap Darel dari atas sampai bawah.


"Bayi besar dari segi mananya?!"


"sebaiknya kita masuk. Gak baik kalo ngobrol di depan pintu mansion." tegur Miya membuat mereka masuk ke ruang tamu.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...