Little Princess and Childish Mafia

Little Princess and Childish Mafia
Part 55



...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati akibat typo bertebaran, kata kasar, vulgar atau hot...


...Berusaha menutupi dengan kata lain, tetapi kalo lupa maaf khilaf πŸ™πŸ€«πŸ€­...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada saja bikin gantung dan penasaran πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½πŸ“½...


Selamat malam atau tengah malam reader 😘😘😘


Author baru bisa update ,,, ini sistem SKJ 🀣


Neira Pov On


2 hari sudah aku berada di ranjang kingsize akibat serangan dari si bayi besar, sekarang aku hanya menggunakan kaos panjang selutut tanpa kain segitiga, bahkan salep yang di kasih mama sudah hampir habis.


Aku menatap jendela yang terhubung dengan ruangan kami, disana si bayi besar sedang lari pagi mengelilingi rumah sederhana ini sudah hampir 10 kali putaran nonstop.


Aku ingin sekali beranjak dari ranjang tetapi tidak mungkin karena rumahku masih agak sakit, agak perih dan agak ngilu.


Aku teringat 2 hari yang lalu setelah kami selesai sarapan yang tertunda di atas ranjang kingsize, si bayi besar malah minta lagi padahal baru saja lepas segel.


Flashback 2 hari yang lalu.


Aku dan bayi besar sarapan di atas ranjang kingsize sampai suap-suapan. Setelah selesai sarapan, bayi besar meletakkan bekas sarapan kami di atas stroller. Bayi besar bangkit dari ranjang kingsize dan mendorong stroller ke arah pintu keluar.


Aku berusaha bangkit dari ranjang kingsize dan berjalan tertatih-tatih menuju balkon ruangan yang menghadap pantai.


Dengan perjuangan dan semangat 45 akhirnya tiba dibalkon ruangan. Sambil memejamkan mata aku menghirup udara pantai yang sejuk dan angin pantai.


Lalu seseorang memberikan selimut ke tubuhku agar menutupi tubuhku bahkan kedua tangannya bertengger diperut rataku, kepalanya di pundak kiriku. Aku hanya mengusap kepalanya dengan tangan kananku.


"Ada apa bayi besar?"


"Biarkan seperti ini sugar." balasnya manja.


Adegan peluk-pelukkan itu tidak berlangsung lama karena si bayi besar langsung memutar tubuhku menghadapnya. Mata kami beradu dan terjadilah pertempuran panas kembali di berbagai tempat ruangan ini kecuali kamar mandi.


3 jam kemudian, pertempuran panas tersebut sudah selesai dimana aku tertidur pulas akibat serangan dahsyat dari si bayi besar yang selalu membawaku terbang ke alam nirwana.


Flashback off


Saking mengingat flashback itu, aku sama sekali tidak menyadari kalo si bayi besar sudah dihadapanku dengan botol dot bayi besar berisi air teh hangat.


"Kkkyaaaaaaa." teriakku sambil mengelus dada.


Si bayi besar menutup kedua kupingnya dimana botol dot bayi besar masih ada di mulutnya.


"Kamu ngapain di depanku bayi besar!." kagetku sedikit ngegas.


Bayi besar melepaskan botol dot bayi besar dari mulutnya menggunakan tangan kiri dan bertanya : "seharusnya aku bertanya ke kamu sugar? Tadi aku memanggil dirimu tetapi kamu hanya diam sambil menatap pantai? Ada apa?"


"Pengen main di pantai." alibiku.


"Rumahmu tidak sakit lagi?"


"Masih sedikit agak sakit." Ucapku cengengesan.


"Maaf."


"Hah?!"


"Maaf, sugar. Seharusnya aku menahan diri agar tidak menyerangmu tetapi aku tidak bisa." Ucapnya menundukkan kepala.


"Kkkyaaaa .... imut dan manis sekali suami gue." pikirku mengulum senyum.


Aku mengangkat dagu suami dan mata kami bertatapan. "Ini tugasku sebagai seorang istri bayi besar. Nyenangin suami merupakan pahala seorang istri." Ucapku lembut dan mencium bibir Bayi besar sekilas.


Dia tersenyum bak anak kecil. Lalu dia bangkit dan mengangkatku ala bridal style menuju balkon ruangan.


Lalu duduk disebuah sofa panjang dimana aku berada dipangkuan tubuh bayi besar. Tubuhku bersandar di dada bidangnya.


"Senang?" tanyanya.


Aku mengangguk saja. Dia membelai kepalaku dan beberapa kali mencium pucuk kepalaku.


"Nyanyi dong bayi besar." Ucapku request.


Neira Pov Off


(Thor ~ Neira)


(Apa ~ Author)


(Jangan diintip dong bulan maduku πŸ₯Ί ~ Neira)


(Kenapa? ~ Author)


(Gue kasian sama loe, thor. Belum punya pasangan πŸ˜‚, nanti gigit jari lagi 😏 ~ Neira)


(Ish πŸ˜’ ~ Author)


(Jangan marah ya thor 😁 ~ Neira)


(Ehem 😌 ~ Author)


(Reader permintaan dari sang tokoh utama, jangan diintip bulan madunya, berarti sebulan yee gak bisa diintip 🀭)


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


Hari sabtu (malam minggu) pukul 10 pagi di ruang keluarga Mansion EV kota C, Bintang bersama Bonanza, Abyan, Alfa, Anita dan Ben berkumpul dengan berbeda aktivitas.


Bintang mengerjakan tugas sekolah yang menumpuk karena izin selama 2 minggu membuatnya beberapa kali menggerutu.


"Ya allah,,, kuatkan dan bantu tangtang ya Allah dalam mengerjakan tugas menumpuk ini ,,, dari 20 tugas baru tugas 5 yang tangtang selesain. Masih ada 15 tugas lagi ya Allah."


Doa Bintang yang menyayat hati membuat Bonanza yang sedang memeriksa markas dadi cctv tersembunyi dari laptop, Abyan dan Alfa yang sedang mengecek berkas dari laptop yang dikirim lewat email bersama-sama mendongakkan kepala.


"Salah sendiri menunda tugas yang diberikan guru tuan muda kecil." cibir Alfa membuat Bintang mendelikkan matanya.


"Bang Alfa, Bintang mana tau kalo tugas yang diberikan guru selama 2 minggu ini hampir 20 tugas." Ucap Bintang berusaha ngeles.


"Ngeles aja terus, tuan muda kecil Bintang." Sindir Alfa lalu fokus kembali ke laptop.


Abyan mendengar perdebatan itu, hanya menulikan pendengarannya karena berkas email yang dikirim terus saja berdatangan sebenarnya di dalam hati membatin: "Ya allah bantu Abyan agar bisa menyelesaikan berkas ini. Abyan ingin istirahat ya allah. Tuan muda Darel, kenapa anda harus bulan madu selama sebulan sih."


Berbeda dengan Bonanza langsung mendekati Bintang yang duduk di bawah dimana sudah ada tumpukan tugas sekolah dan laptop. Bonanza meletakkan laptop yang menyala di dekat laptop Bintang.


"Tuan muda butuh bantuan?" tawar Bonanza.


Bintang mendongakkan kepala dengan mata berbinar langsung menganggukkan kepala.


"Tuan muda Bintang, sebaiknya tugas anda kerjakan sendiri, jangan minta bantuan orang lain." celetuk Alfa seperti menyindir.


Bintang yang mendengar celetukan berupa sindiran langsung melayangkan tipe-x ke dahi Alfa.


Aaaaauuuuu


Ringis Alfa mengusap dahinya dan menatap tajam Bintang, Bonanza dan Abyan hanya melototkan mata saat Bintang dengan watados melempar tipe-x ke arah Alfa lebih tepatnya terkena dahi Alfa.


"Tuan muda Bintang, kenapa anda melempar tipe-x ke saya." sahut Alfa agak kesal.


"Salah abang sendiri, mulutnya sejak tadi sindir Bintang mulu." sahut Bintang sambil mengerjakan tugasnya.


"Mulut abang kan benar, kalo tugas anda harus dikerjakan sendiri bukan minta kerjain sama orang lain." Sahut Alfa kesal.


"Bang. Abang gak liat apa, kak Bona cuman bantuin nulis aja bukan kerjain. Lagipula tugas Bintang cuman disalin aja di buku tugas. Coba sistem ketik, sudah 2 jam yang lalu selesai. Abang kan tau sekolah kami bagaimana, kalo tugas selalu pake ketikan lalu dibikin file terus dikirim ke gurunya langsung terus nilai terpampang jelas lagi." jelas Bintang menerangkan membuat Alfa dan Abyan menghentikan memeriksa berkas.


"Sejak kapan?" tanya Abyan yang baru saja buka suara.


"3 bulan lalu, saat ada guru baru lalu memberikan saran bahwa setiap tugas siswa harus pake tangan terus kalo kasih tugas rumah harus banyak minimal 10 tugas seminggu." jelas Bintang.


Abyan dan Alfa saling pandang, Abyan mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang. Setelah selesai, Abyan merasa ditatap oleh Alfa, Bintang dan Bonanza.


"Saya hanya menelpon seseorang untuk menyelidiki guru baru itu tuan muda Bintang." Ucap Abyan tenang.


"Baguslah." angguk Bintang.


Bintang dan Bonanza bersama-sama mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...