LIEBER SKLAVENMEISTER

LIEBER SKLAVENMEISTER
{52}



Ruangan yang sedikit redup, aroma bunga Lily yang mendomisi ruangan itu. Beberapa kelopak bunga yang layu bercampur dengan kelopak bunga yang masih segar.


Di setiap sudut dinding dipasang lilin aroma terapi. Ruangan itu memang sekilas hanya ruangan biasa, tapi bagi Yohan ini adalah ruangan yang tak boleh di jamah oleh seorangpun selain dirinya. Bahkan para Nanny yang ingin membersihkan ruangan ini tak di izinkan oleh Yohan selain dirinya sendiri.


Menengadahkan kepalanya Yohan menatap bingkai foto yang cukup besar itu, bingkai itu hampir mengisi satu sudut dinding sangking lebar dan panjangnya.


Foto peninggalan terakhir dari seorang anak perempuan yang bernama Caca. Foto dirinya dan juga Jovan yang bersama-sama mencium kedua pipi Cansu, tapi di foto itu wajah Jovan sama sekali tidak ada, yang ada hanya Yohan yang mencium Caca. Katakanlah Yohan memang sengaja memotong bagian wajah Jovan dari foto berukuran besar itu.


Tangan kanan Yohan seperti biasa membawa bunga Lily, mencium aroma bunga itu lalu meletakkannya di atas meja yang memang sengaja berada di posisi bawah bingkai foto guna menaruh bunga Lily setiap harinya.


Rahang yang kokoh, tatapan yang dingin itu seolah mati saat menatap foto itu kembali, Yohan lalu menarik tali gorden yang menutupi foto itu kembali.


Ia keluar ruangan karena tak bisa terlalu lama menatap wajah polos Caca.


“Tuan?” Famoz berdiri di samping pintu.


“Sudah kau siapkan semua?” tanya Yohan tanpa melihat Famoz.


“Para pekerja telah merias ruangan di bawah lantai dasar, undangan juga telah tersebar dari kemarin begitu juga dengan wartawan pers, seperti yang anda minta, malam ini anda akan menikah.”


“Ck, menikah? Kau sebut ini menikah Famoz? Ini hanya pernikahan kontrak yang akan membuat Cansu tak bisa lari dari genggamanku.”


“Tuan, boleh saya bertanya?”


“Apa?”


“Kenapa anda tidak langsung membunuh Nona Cansu? Kenapa anda harus berbuat susah begini hanya untuk dia lebih dekat dengan anda?”


Kenapa? Jelas karena Yohan ingin orang tua Cansu tau rasa karena telah membuat Caca tiada, jadi apalagi? Cansu lah tumbal untuk menebus kematian Caca karena ulah kedua orang tuanya bukan?


Tapi kenapa dalam hati Yohan ia merasa gadis itu harus tetap di sisinya?


Rasa itu seolah memggejolak di hati Yohan yang langsung di tepisnya bahwa ia melakukan ini semua agar lebih mudah membuat Cansu menderita.


Ya karena itu.


“Seharusnya pertanyaan seperti itu tak perlu kau tanyakan Famoz.”


“Maaf Tuan.” Tunduk Famoz.


“Di mana Cansu?”


“Nona berada di kamarnya.”


Akh! Hampir saja Yohan lupa bahwa gadis itu ia kurung beberapa hari ini, jadi Cansu mana tau kalau di mansion ini akan menggelar pernikahan mereka nanti malam.


Seringai licik bersemayam di wajah Yohan yang tampan, ia berlalu pergi menuju ke kamar Cansu.


•••


Byurrr~


Air dingin mengenai tubuh Cansu yang basah kuyup, sangking terkejutnya ia langsung spontan duduk dan terbangun.


“Yohan?”


Ck jadi pria ini lagi yang berulah?


Anak buah Yohan yang menyiram Cansu menundukkan kepalanya kepada Yohan sebelum berlalu pergi.


Sedangkan pria itu duduk dengan bersilah kaki di atas sofa.


“Air dingin untuk putri tidur ternyata bangun juga,” ujar Yohan, “jangan menatapku begitu Cansu, kau bisa menyesal nantinya.” lanjut Yohan.


“Apa kau belum juga puas menyiksaku Tuan?” ujar Cansu sinis.


“Hahaha ....” tawa Yohan sebelum melanjutkan kata-katanya, “tentu saja tidak.”


“Tuan ini rekamannya.” ujar Famoz menyerahkan memorie card kepada Yohan.


“Hidupkan!”


“Baik Tuan.”


Lalu Famoz menyalakan rekaman itu di layar tv yang berukuran besar. Cansu yang masih tak tau maksud Yohan menatap heran kepada pria itu.


Apalagi ini? Tingkah gila apalagi yang ia lakukan?


“Cannsu ... Cansu ....”


“Tolong jangan apa-apakan putriku!”


Zrtttttt~


Layar menghitam bersama dengan wajah orang taunya, padahal hanya panggilan tapi bisa membuat Cansu menangis menjadi-jadi.


“Kaparat kau bedebah! Di mana kau menyekap orang tuaku sialan!!!”


“Hahaha ... kau pasti berfikir mereka mati bukan? Tapi nyatanya memang mareka sudah mati! Itu hanya vidio lama sebelum aku menyekap kediaman rumahmu,” ujar Yohan tersenyum manis.


Dasar brengsek, hampir saja Cansu melempar Yohan dengan vas bunga kalau saja anak-anak buahnya tak menariknya dan mengikatnya di kursi.


“Apalagi?! Dasar gila!” maki Cansu.


“Aish, jangan begitu aku ‘kan jadi senang jika kau menyangka mereka masih hidup, tapi ... jika kau mau melihat jenazahnya itu beda lagi ceritanya.” desis Yohan di kuping Cansu, lalu Yohan menoleh ke arah Famoz, “Famoz tunjukkan rekaman ke dua.”


Di rekaman itu Cansu bisa melihat jazat ke dua orang tuanya yang di awetkan.


Kaparat! Kaparat! Kaparat!!!


“Dasar persetanan denganmu Yohan!” teriak Cansu, nafasnya menggebu-gebu menatap Yohan nyalang.


“Tentu aku akan menguburnya dengan layak asal kau ingin menandatangani ini.” Yohan menyerahkan secarik kertas kontrak di tangannya di hadapan Cansu.


Cansu membacanya dengan teliti, ia tak percaya pria gila seperti Yohan melakukan hal hina seperti ini kepadanya.


“Kau gila heh?! Aku tak mau!”


“Tak mau berarti aku akan memberikan rekaman vidio jazat orang tuamu yang di bakar? Ah tidak, tidak tapi di cincang? Atau di lempar saja ke kandang harimau?”


“Cukup!” teriak Cansu yang berhasil membuat Yohan semakin tersenyum manis.


“Kalau begitu apa kau masih mau atau tidak?”


“A-aku aku mau!” jawab Cansu ogah-ogahan, menurutnya tak ada yang lebih baik selain menguburkan jazat kedua orang tuanya dengan layak, biarkan lah dirinya yang semakin disiksa oleh Yohan asalkan balas budinya selama ini bisa tersampaikan kepada kedua orang tuannya.


“Lepaskan ikatannya.” titah Yohan kepada anak buahnya lalu melepaskan ikatan tali itu dari Cansu.


“Pilihan yang bagus Cansu.”


‘Pilahan yang bagus agar aku semakin mudah menyiksamu.’ batin Yohan.


Tangan Cansu sedikit bergetar saat menandatangani kontrak, hatinya sakit jika ia harus di kekang pria bejat dan gila seperti Yohan.


Tapi ia juga tak rela dengan jazat kedua orang tuanya yang tidak di makam secara layak.


Ini bukan kontrak! Ini hanyalah sebuah ke untungan sendiri bagi Yohan. Cansu menggeretakkan giginya geram saat Yohan berlalu pergi dengan kertas kontrak PERNIKAHAN PAKSA Ini yang hanya menguntungan dirinya.


Bagaimana tidak menguntungkan Yohan, kontrak itu berisi sebagai berikut:


Pihak A: Yohan Amor


Pihak B: Cansu Yan Rasly


Kedua pihak ini akan menikah dengan kontrak yang hanya bisa di lepas oleh pihak A jika ia mau tanpa perlu persetujuan pihak B.


Jika pihak B melanggar kemauan pihak A, maka pihak A wajib menuntut.


Pihak A punya hak secara hukum bagi pihak B tanpa terkecuali.


Dengan adanya tanda tangan kedua pihak maka kontrak ini sah secara hukum negara. German.


Cansu terduduk lemas, ia memeluk lututnya sendiri karena kontrak yang harus memaksakan dirinya untuk menandatangani ini semua.


Setelah ini apa? Bahkan ruang bebas seolah tak akan ada lagi untuk Cansu, gadis itu menangis tersedu-sedu.


•••


Di sisi lain Jovan Amor sudah menyiapkan buket bunga yang mewah di bagasi belakang mobilnya, ia juga berencana melamar Cansu seperti cara yang ia lakukan kepada Jesy malam ini.


Wajah bahagia terpancar di wajah Jovan, kini pilihannya hanya kepada Cansu. Setelah apa yang ia lihat Rebecca gadis yang ia suka bukanlah orang yang baik untuknya.


Entahlah, malam ini akan terjadi drama seperti apalagi? Jelas-jelas kedatangan Jovan akan di kejutkan dengan pernikahan Yohan dan Cansu nantinya.


Takdir adalah manis dan pahitnya kehidupan, jalani dan ikutin semua rencana Tuhan.





**Jadi jero jelassin dulu, nikah kontrak itu mamang ada guys, itu cuman ada di luar negeri, korea dan china paling banyak mendominasi nikah kontrak, karena di sana kalau pasangan muda udah nikah bakal dapet tunjungan dari negara berupa pinjaman gitu deh. Makanya istilah nikah/kawin kontrak ini biasa dilakukan oleh mereka karena adanya keperluan tapi gk tau minjem dimana akhirnya nikah kontrak menjadi pilihan sebagai keuntungan kedua belah pihak untuk dapet pinjaman uang yang banyak tanpa perlu nikah, ibaratnya tu sah nikah secara hukum negara doang tapi bagi mereka gak nikah betulan nanti ada batas tegang di mana mereka bisa cerai.


untuk indonesia sendiri nikah kontrak itu gak ada ya yang ada nikah sirih awokawok:V


Kalau jero ada salah apapun itu boleh kok di kritisin, jero paling suka pembaca yang kritis yang membangun motivasi jero. terima kasih😆😘**