
Yohan Amor pria berusia 23 tahun itu adalah seorang ketua Mafia yang hampir ditakutkan seluruh belahan dunia, namanya yang menyeruak hingga seluruh penjuru negeri membuat reputasinya melejit sebagai Trillionaire termuda nomor satu didunia, siapa yang tak mengenal dirinya? Jika mendengar kata ‘Yohan’ semua orang akan menggidik ngeri dan takut, dia bingas! Bahkan ia selalu terkenal mematikan lawannya dengan cara yang tak manusiawi, ia pria yang tak memiliki hati nurani, sifatnya dingin tidak sesuai dengan wajahnya yang tampan bak dewa Yunani, bahkan saat wanita tau sifat kejam dan sadisnya, bukannya malah membuat mereka mundur menaklukan hati seorang Yohan, malahan mereka seolah-olah tertantang untuk memiliki Yohan seutuhnya, ketampanan dan kekayaannya membuat wanita mana yang tak mengantri untuk menjadi istrinya? Tapi sifat Yohan yang sangat anti dengan perempuanlah, yang membuatnya sampai sekarang tak pernah menjamahi tubuh wanita atau pun wanita simpanan sekalipun, ia terlalu jijik dengan makhluk bernama ‘Wanita’ karena menurutnya wanita itu sama saja, sama-sama murahan dan tidak mempunyai harga diri, rendahan, dan juga menjijikan. Bahkan mereka rela menjual tubuh mereka hanya untuk segepok uang, benar-benar bukan tipe Yohan sama sekali atau bisa dibilang Yohan tak memiliki tipe seperti apa gadis yang ia suka selain masa lalunya yang kelam. Begitulah pikir Yohan kalau mengenai wanita.
Dibalik wajah malaikatnya itu, ia seperti iblis yang siap mencabut nyawa seseorang, Ia kejam, dan Sadis, begitulah ia. Julukannya adalah ‘The Cruel Mafia King’ yang berarti ‘Raja Mafia Yang Kejam’ bahkan karena kekejamannya itu ia dijuluki oleh klan Mafia sebagai ‘The King Of Various Mafia King In The World(Raja dari berbagai Raja Mafia didunia)’
Sungguh mencengangkan bukan? Begitulah dia, kata ‘Sempurna’ seolah tertiup oleh Tuhan kepadanya sejak lahir.
Kini Yohan berdiri menatap lakmat seorang gadis yang kini sedang tertidur tak berdaya di atas ranjang besarnya.
Padangannya dingin dan menusuk, seolah-olah ia sedang mendapatkan santapan lezat untuk hari ini, Ya! Ia menatap Cansu seperti itu, gadis yang kini tertidur lemah tak berdaya, gadis yang kedua orang tuanya telah ia bunuh, dan membuatnya menjadi sandraanya sebagai budak di mansion besarnya kini.
Gadis cantik yang tampak begitu lemah itu, tak membuat Yohan kasihan sama sekali. Malahan ia ingin buru-buru menyakiti gadis itu secara perlahan-lahan.
Rasa benci dan dendam Yohan dengan keluarga ‘Yan Rasly’ membuat hati nuraninya kini semakin tertutupi. Ia membawa Cansu ke mansion nya bukan hanya untuk menjadikan Cansu budakkannya saja, namun ia akan menyiksa gadis itu sampai dengan batin, jiwa, dan raganya. Ia akan mengikis habis objeknya secara perlahan-lahan.
Dan Yohan harap kedua orang tuanya Cansu melihat perbuatannya kepada putri tercinta mereka.
Walau kedua orang tua Cansu sudah berada diatas sana, ia tetap juga tak rela membuat mereka tenang dialam sana. Ia harus menyiksa mereka lebih keras dari pada saat ia mengalaminya dulu, dan hal itu akan ia wujudkan dengan Cansulah barang yang akan ia permainkan layaknya mainan.
“Tuan.” Yohan menoleh, mendapati Famoz, sang tangan kanannya kini berdiri disampingnya. “Ada apa?” tanyanya dingin.
“Tuan Jovan, dia menunggu anda dibawah.”
“Kenapa tidak kau saja yang urus dia hemm?” tanya Yohan dingin.
“Katanya ada sesuatu yang harus ia serahkan langsung pada anda Tuan.”
Yohan mengerinyit, ada perlu apa Kakak nya itu berada di mansion nya? Biasanya saja ia terlalu sibuk dengan dunia mayanya yang sebagai aktor dan model itu. Lantas ada udang di balik batu apa lagi yang Kakak nya itu lakukan?.
“Baiklah aku akan menyusul.”
“Baik Tuan.”
•••
Dia Jovan Amor, Kakak kandung dari Yohan Amor, walau mereka bersaudara tak ada sedikitpun ciri khas yang mirip antara keduanya, malahan mereka cenderung sangat-sangat berbeda.
358° Berbeda! Mungkin ada 2 hal yang melakat pada keduanya yang hampir sama, yaitu ketampanan dan kepintaran di atas rata-rata.
Dan selebihnya, sifat mereka yang cenderung terbalik.
Jika Yohan adalah pria yang terkenal kejam, maka Jovan adalah pria yang terkenal sweet, Jika Yohan terkenal sebagai pembunuh yang sadis, maka Jovan terkenal sebagai sosok pelindung.
Kedua ciri khas inilah yang membuat mata dunia atau publik tidak mempercayai kalau keduanya bersaudara.
“Apa ini?” hardik Yohan tajam kearah map yang kini disodorkan Jovan kepadanya di atas meja.
“Apa lagi jika bukan untukmu,” terang Jovan santai, ia terlalu santai dengan sikap Adik nya yang begitu dingin dengannya.
“Bukan itu yang kumaksud! Tapi apa isi dari map itu heh?!” tegasnya.
Jovan menaikkan bahunya tak tau. “Aku hanya disuruh Daddy memberikannya padamu.”
“Ck, pria busuk itu! Kenapa hah? Dia takut untuk memberikannya langsung padaku?”
“Yohan! Jaga sikapmu! Ia Daddy kita!” bentak Jovan sekartis ia hampir saja berdiri dan menampar adiknya itu.
Tapi Yohan tetaplah Yohan, ia tidak peduli dengan resiko yang ia terima. “Apa?! Kau ingin menamparku heh?! Kau ingin menamparku seperti manusia brengsek itu menamparku dulu hanya untuk istri simpanannya itu hah?! Kalau begitu tampar saja aku! Tampar!!!” tantang Yohan membentak, Jovan langsung reflek meninju Yohan kalau saja ia tidak merasa bersalah dengan Adik nya itu, Jovan menggenggam erat kepalan tangannya yang hampir saja bersemayam dirahang kokoh milik Adik nya itu, walau ia ingin sekali meninju Yohan. Tapi, tetap saja ia tak bisa melakukannya, karena Yohan begini juga karena dirinya, dan Jovan sangat-sangat menyayangi Adik nya itu.
“Kenapa heh? Merasa bersalah sekarang?” seringai Yohan. “Percuma Jovan!”
“Yohan! Aku disini bukan untuk berkelahi denganmu, sepertinya aku harus pergi sekarang, dan kuharap kau membaca map yang kuberikan padamu,” Jovan berlalu pergi meninggalkan mansion Yohan bersamaan dengan pandangan Yohan yang menajam melihat kepergian Jovan, rahangnya kembali mengeras menggengam vas bunga di meja geram, lalu membanting vas bunga itu hingga serpihan kacanya berserakkan di lantai.
“Sialan kau Jovan!” makinya menggeram, bahkan urat-urat Yohan menyembul keluar menghiasi rahang dan tangannya yang kekar.