LIEBER SKLAVENMEISTER

LIEBER SKLAVENMEISTER
{37}



“Cansu siapa?” tanya Fanny, ia terlalu menghapal sifat Yohan yang anti perempuan bahkan juga berlaku terhadap dirinya yang sebagai Mommy tirinya.


“Yohan membawa gadis? Siapa dia? Kurasa aku harus memberikannya hadiah karena membuat seorang Yohan berpaling,” ujar Mr. Lucas.


Rebecca menatap Lucas terkejut, sedangkan Fanny ia tak percaya dengan suaminya, Yohan itu hanya bisa untuk Rebecca!


“Aku tak tau Dad.” Cuek Jovan tak berniat membicarakan Cansu dan Yohan.


“Om tak seriuskan? Bisa saja gadis itu adalah gadis bayaran Yohan agar mempunyai patner ke sini,” terang Rebecca.


“CANSU BUKAN GADIS SEPERTI ITU REBECCA,” teriak Jovan tak suka, sedangkan Fanny dan Lucas menatap tak percaya.


Rebecca menatap Jovan terkejut karena dibentak, baru kali ini seorang Jovan yang berkata lemah lembut dengannya bisa membentaknya kasar seperti itu.


“Jovan! Kenapa kau membentak Rebbeca? Ia jadi bersedih karenamu?!” pekik Fanny lalu memeluk Rebecca spontan.


Rebecca yang mendapat perlakuan itu otomatis berakting menangis dipelukan Fanny.


Sedangkan Lucas ia tak terlalu berniat menyalahkan Jovan yang membuat Rebbeca menangis.


“Sudahlah Rebecca mungkin Jovan benar, kau seharusnya tak menuduh orang sembarangan begitu.” Peringat Lucas membuat Rebecca terdiam, sedangkan Fanny menaruh curiga dengan suaminya, tumben seorang Lucas tak membelanya? Apa suaminya itu sudah tak mencintainya lagi?


“Tamu undangan sekalian, selamat datang di acara penobatan aktor dan model terbaik tahun ini dengan katagori terpopuler, terbaik, dan berbakat.” Suara dari mic yang menggema di dalam ruangan itu, membuat semua hadiri menoleh ke arah seorang mc yang memulai acaranya.


Semua tamu undangan menduduki kursi mereka masing-masing. Berbagai acara memeriahkan suasana.


Bahkan para tamu undangan dipersilahkan membawakan bakat penampilan mereka masing-masing.


Tiga jam berlalu.


Kini waktu untuk membaca nama semua artis dan jajaran model yang mendapat piagam penghargaan pun menjadi sorotan massa.


Mereka berpidato berterima kasih di atas podium saat mendapatkan piagam mereka masing-masing


Saat katagori yang ditunggu-tunggu yakni aktor dan model terpopuler tahun ini, akhirnya nama Jovan terpanggil.


“...Di raih oleh, Jovan Amor!!!”


Semua orang bertepuk tangan saat nama Jovan terpanggil.


“Kepada Jovan di persilahkan naik ke podium.”


Jovan pun naik ke podium, para kru memberikan piagam bergengsi kepadanya.


“Terima kasih semua.”


“Jovan sang aktor dan model legendaris yang hampir tidak pernah tidak naik podium, tepuk tangan atas keberhasilannya yang tak pernah lekang ini, dewa keberuntungan kurasa berpihak juga padanya hahaha,” ujar mc.


“Hahaha,... Aku tak sebaik itu semuanya.”


“Wah benarkah? Coba kau katakan apa yang bisa membuatmu selalu menjadi pemenang setiap tahunnya?” tanya mc itu kembali.


“Aku selalu melakukan itu, tapi kenapa aku tak seberuntung dirimu?”


“Mungkin kau kurang ikhlas melakukan sesuatu.”


“Ya, kurasa itu benar. Coba kita tepuk tangan semuanya.”


Semua orang bertepuk tangan.


“Aku dengar-dengar juga, yang paling waw sekarang, sang dewa Yunani kita akhir-akhir ini juga memerankan peran dramanya dengan sangat baik, dan untuk perempuan utamanya yakni Casely! Silahkan untuk Casely di persilahkan naik ke podium,” ujar mc membuat tepukan riuh dan selamat.


Casely tersenyum senang, seperti biasa saat ia menaiki tangga podium ia meraih tangan Jovan dan menggenggamnya.


Semua orang menyukai mereka, layaknya pasangan serasi, maka itulah mereka.


Di sisi lain Rebecca sangat tak suka dengan Casely yang seperti wanita lintah darat.


Namun, apa bedanya mereka berdua? Bukannya sama-sama liciknya?


Bedanya Casely itu benar-benar mencintai Jovan walau Jovan tak menganggapnya sedangkan Rebecca? Jovan suka dengannya namun untuk cinta ia kurang yakin untuk itu, hal itulah yang dimanfaat Rebecca agar Jovan bisa mendekatkan dirinya dengan Yohan melalui Jovan.


Awak kru memberikan sebuah piagam bergengsi kepada Jovan dan juga Casely. Diantaranya Jovan yang mendapatkan dua piagam dengan katagori artis terpopuler dan model terpopuler.


Sedangkan Casely mendapatkan satu piagam katagori aktor perempuan terbaik.


“Nah buat kalian berdua nih, adakah kata-kata yang ingin disampaikan?”


“Terima kasih buat semua yang telah mempercayai kami dalam peran drama tahun ini, dan puji bagi Tuhan kami memenangkannya dengan mendapat piagam yang berharga ini,” ujar Casely senang.


“Nah kalau, Jovan sendiri?”


“Kalau bukan karena fans ku aku tak akan bediri disini, sejatinya kalianlah yang berhak mendapat piagam ini, di manapun kalian, kalian adalah keluarga kedua bagiku, aku Jovan Amor selalu berterima kasih atas suport kalian,” lanjut Jovan.


Semua orang bertepuk tangan dengan riuh.


“Wahhh dua pasangan serasi ini membuat jiwa jombloku iri, tapi aku ingin bertanya dengan kalian berdua mewakili para wartawan yang menyampaikannya padaku, ku dengar kalian berdua telibat scandal ni, katanya Jovan dan Casely adalah pasangan kekasih, penonton ada yang setuju tidak kalau kita umbar rahasia mereka disini?” tanya mc yang membuat jajaran artis dan model besorak menyetujuinya.


“Tentu saja kami bu—” Belum sempat Jovan berkata, Casley sudah memotongnya.


“Bulan kemari Jovan menembakku untuk menjadi kekasihnya dan aku menerimanya langsung.” Senyum Casely membuat Jovan melototkan matanya.


Sontak para wartawan terkejut bukan main, Jovan pergi dengan Rebecca tapi pacaran dengan Casely?


Mungkin berita mereka akan menjadi topik hot besok dengan rank pertama.


“Waw tak disangka-sangka pasangan yang dijuluki dewa dan dewi ini ternyata memang benar-benar pasangan kekasih, kenapa kalian harus malu begitu hahaha.”


“Hahaha....”


Semua orang tertawa, acara malam ini selesai  dengan Jovan dan Casely yang menguncangkan dunia publik dengan scandal mereka.