LIEBER SKLAVENMEISTER

LIEBER SKLAVENMEISTER
{4}



Nuansa ruangan yang didominasi warna dinding abu-abu putih itu memberitahukan bahwa pemilik ruangan itu tak lain memiliki ciri khas bahwa ia adalah orang yang profesional dalam berkerja.


Interior barang yang tersusun rapi yang ada diruangan itu mendominasi warna hitam elagan yang mewah.


Disana ada seorang pria menghirup gumpalan asap yang ia sesap nikmat, kakinya yang ia tengadahkan di atas meja kerjanya dengan kerah kemeja yang sedikit dikendorkan, membuat wanita mana yang tak berteriak melihat ketampanan dan ke sexy-annya, bahkan mereka menjerit tak tertahankan saat melihat paras dewa berwujud manusia seperti Yohan sekarang yang membuat mereka rela berantrian hanya untuk melihat paras sempurna itu.


Sebelah tangannya kini sedang memegang secarik kertas yang kemarin ia dapat dari sang Kakak.


“Jovan sialan!!!” maki Yohan, lalu merobek kertas yang telah ia baca.


Bagaimana tidak ia tidak memaki sang Kakak?! Ternyata Kakaknya itu lebih biadab dari Daddy nya sendiri.


Ya! Yohan terlalu membenci Daddy nya karena sosok hero dimatanya saat kecil dulu adalah sosok pembunuh Mommy nya sendiri, Jovan juga sama saja dengan Daddy nya itu, sama-sama biadabnya, ia bahkan lebih memilih berada di dekat Daddy nya hanya untuk mendapatkan harta warisan keluarga Amor, dan itu membuat Yohan semakin jijik dengan Kakaknya yang lebih mementingkan kekayaan dan kekuasaannya dari pada masa kecil mereka yang direnggut oleh Daddy mereka yang biadab tanpa rasa kasih sayang seorang Mommy mereka kepada anaknya.


Dan setelah kematian Mommy nya? Yang di lakukan Daddy nya itu malah menikahkan wanita simpanannya selama ini, wanita yang tak lain dan tak bukan hanyalah penjilat hartanya keluarga mereka bagi Yohan, hal itulah yang semakin membuat Yohan semakin jijik dengan Daddy nya.


Bahkan wanita simpanan Daddy nya itu pernah berlaku seperti seorang wanita murahan dihadapannya, mungkin hal itu tidak diketahui Daddy mereka, namun sejak itulah Yohan semakin membenci wanita simpanan Daddy nya itu, dan berujung dengan dirinya yang dituduh Mommy tirinya yang berlaku tidak senonoh terhadap dirinya, dan tentu saja Yohan tidak terima dengan fitnah yang terloncar dari mulut busuk wanita itu. Dan Daddy nya? Bukannya mencari tau apa yang terjadi sebenarnya, ia malah memukul Yohan sampai babak belur dan mengusirnya jauh-jauh bahkan namanya dicoret saat itu juga dari keluarga Amor.


Maka disinilah Yohan, berdiri sendiri dengan usaha yang dibangunnya dari nol sampai merintih karir hingga menjadi Trillionaire muda nomor satu didunia yang banyak membuat orang berdecak kagum saat melihat paras Yohan yang tak kalah dengan reputasinya yang melijit, dan tidak banyak orang ketahui dari usahanya itu ia bisa menjadi Trillionaire, karena aksinya yang memasuki dunia mafia.


Tapi sang Kakak nya itu tak henti-hentinya menghantuinya dengan sering-sering mendatangi mansion nya, mau apa dia? Bahkan waktu Yohan diusir dari rumahnya sendiri atas dasar bukan atas kesalahannya sendiri, Jovan dulu malah membungkam mulutnya tidak berani membela Yohan didepan Daddy mereka, padahal ia tahu semuanya.


Ia bertingkah seolah-olah baik depannya padahal dibelakangnya ia bersekongkol dengan Daddy nya hanya untuk menghancurkannya.


Membela sang Daddy walau tau kesalahannya yang telah membunuh Mommy nya, memberi dukungan disaat Daddy mereka menikah lagi, dan termasuk berlaku baik didepannya tapi jika didepan Daddy nya ia seolah-olah patung yang hanya memperhatikan.


Benar-benar membuat Yohan muak jika mengingat sang Kakak yang ada dimatanya itu.


Dan kini yang harus ia terima mentah-mentah, Daddy-nya itu malah memberi map melalui Jovan yang berisikan kontrak dengan rekan kerjanya yang sebagai landang otak liciknya itu, Ya! Namanya tertaruh dalam kontrak sial itu, sebagai akses jual beli mereka.


Ia pikir dirinya itu akses mereka apa?!


Dan yang membuat Yohan geram bukan kepalang ialah karena ia dijodohkan! Kurang ajar memang! Padahal dulu ia tak dianggap sama sekali sebagai anaknya, dan kini? Tua bangka itu malah menjodoh-jodohkan dirinya dengan seenak jidatnya.


“Ck! Tua bangka tak tau malu!” cibir Yohan. “Disaat seperti ini saja kau malah menganggapku, dulu-dulu kau tak menganggapku layaknya anak, jangankan menganggap layaknya anak menghardikku saja tidak! Benar-benar tak punya muka!” cibir Yohan devil, sorot matanya menampakkan kekejaman dan kebiadapannya, ia tentu saja tak akan membiarkan Daddy nya bahagia begitu saja dengan istri barunya itu diatas penderita Mommy nya diatas surga sana, tentu ia akan membuat perhitungan dengan Daddy nya yang akan membuat Daddy nya bertekuk lutut dihadapannya menyesali perbuatannya itu.


Dan akan Yohan pastikan itu, cepat atau lambat itu pasti bakal terjadi.


Karena tak ada yang tak bisa seorang Yohan Amor lakukan walau itu dengan orang yang sedarah daging dengan dirinya sendiri. Karena dirinya yang dulu telah mati!