LIEBER SKLAVENMEISTER

LIEBER SKLAVENMEISTER
{33}



Para boyguard Yohan berbaris rapi membukakan pintu mobil untuknya,  Yohan dan Cansu turun dari mobil, salah satu dari mereka menghampiri Tuannya menunduk.


“Anda sudah sampai Tuan.”


Manager salon yang sudah tahu akan mendapatkan tamu istimewa mereka beberapa jam sebelumnya telah mengosongkan salon dari tadi.


Jajaran staf salon menunduk hormat saat Yohan dan juga Cansu memasuki salon mereka.


Manager salon menghampiri Yohan.


“Lama tidak berjumpa Tuan Yohan, senang kau bisa berkunjung kemari lagi, karena kehadiranmu yang begitu mendadak, aku bahkan rela mengosongkan salonku yang awalnya penuh ini,” ujar manager salon, bernama kristina.


“Jika kau membuatku puas dengan pelayananmu, aku akan memberikan dua kali lipat dengan bonusnya nanti.”


“Kau sangat bermurah hati Tuan, apa Ada yang bisa saya bantu untuk pelanggan sepesial kita kali ini?”


“Bantu aku untuk membuat gadis ini lebih cantik dari biasanya, terserah seleramu saja. Aku percaya dengan make up artis profesional sepertimu.” Tunjuk Yohan kearah Cansu.


Sedangkan gadis itu, hanya memasang wajah sebalnya dengan perkataan Yohan. Jadi selama ini dimata Yohan, Cansu itu tidak cantik apa?


Kristina tertawa anggun, wanita berkapala tiga itu jauh lebih muda dilihat dari wajahnya yang tampak awet muda.


“Kau terlalu berlebihan Tuan, kalau begitu aku tentu tidak akan mengecewakanmu.”


“Kalian bawa Nona manis ini ke ruangan rias,” seranya memerintah staf salon yang langsung menggontong Cansu masuk ke ruangan yang di maksud Kristina.


“Tuan para staf laki-lakiku akan membuat penampilanmu lebih tampan dari biasanya,” ujar Kristina. “Kalian bawa Tuan Yohan dan buat dia lebih tampan dari biasanya mengerti?”


“Baik madam.”


“Untuk bajunya, desain di sini langsung dari desainer ternama, jika kau mau—”


“Kalau begitu kau pilihkan saja untukku,” ujar Yohan.


“Kalau begitu aku akan membuat kalian berdua menjadi pasangan yang membuat orang berdecak kagum.”


“Ayo Nona, mari kita coba beberapa pakaian yang cocok untukmu.”


Cansu mengangguk, ia mengikuti semua perintah Kristina tanpa terkecuali.


Yohan duduk di ruang ganti. Ia juga sudah berganti pakaian, rambutnya ditatap rapi ke belakang membuat daya tariknya semakin bertambah. Stelan Jas berwarna cream kilat berpadu dengan kemeja hitam.


Dan kali ini ia hanya menunggu Cansu yang belum kelar berdandan lebih dari 3 jam lamanya.


Suara pintu rias terbuka, menampakkan seorang gadis dengan balutan dress mewahnya yang bertaburkan permata. Sungguh cantik, benar-benar cantik. Bahkan Yohan yang awalnya melirik ponselnya kini menatap Cansu tak percaya tanpa berkedip sedikitpun.


Memang benar kalau Yohan sudah beberapa kali melihat gadis cantik, namun tak seperti Cansu, ia langsung bisa membuatnya terpesona dengan sekali tatap.


“Tuan bagaimana apa kau menyukainya?” tanya Kristina.


Cansu menggaruk tenguknya yang tidak gatal, menurutnya dress yang dikenakannya itu begitu terbuka di punggung belakangnya, kata Kristina dia mirip seperti peri di dalam dunia dongeng, tapi melihat Yohan tak bisa berkata-kata, apa mungkin pria itu berfikir kalau dirinya sangat aneh dan tidak cocok memakaikan pakaian dan riasan ini?


‘Ya Tuhan, kenapa dia menatapku seperti itu? Apa aku sekarang terlihat lucu?’ batin Cansu.


“Tuan?” panggil Kristina sekali lagi yang berhasil menyadarkan lamunan Yohan.


“Akhh! Hmmm,... Lu-lumayan,” ujar Yohan kembali menjaga sikapnya, ia tak mau Cansu akan menjadi gadis yang mudah ge'er karena perkatanya.


‘Lumayan katanya? Jelas-jelas Kristina dan staf lain bilang aku sangat-sangat cantik.’ batin Cansu.


“Kalau begitu anak buahku akan mengurus hadiah khusus untukmu karena hasil kerja kerasmu ini,” ujar Yohan.


Kristina menunduk hormat. “Terima kasih banyak Tuan.”


•••


Kilatan cahaya dari berbagai sisi memotret sosok sempurna yang keluar dari mobil lamborghini hitam, sepasang wanita dan pria yang kala itu memecahkan decakan kagum bagi para paparazi yang tak henti-hentinya mengarahkan kamera mereka kepada sosok di depan itu, siapa lagi kalau bukan Jovan dengan di sampingnya Rebecca, jangan tanya kenapa gadis itu bisa bersama Jovan.


Tentu saja Rebecca yang menghasut Jovan agar bisa menjadi patnernya untuk acara penobatan aktor dan model populer tahun ini, sebenarnya Jovan sangat ingin mengajak Cansu, namun mengingat scandal dengan adiknya itu ia tak mau gara-gara ia mengajak Cansu gadis itu malah mendapat amukan Yohan nantinya.


Lagian, tidak ada salahnya membawa Rebecca, dia cantik, dan baik, itu pikir Jovan, ia tak tau paras itu ternyata melebihi Casely si siluman ular, dan mungkin bisa dibilang Jovan sedikit ada rasa suka dengannya namun, antara kedua kata suka dan cinta itu berbeda, sekarang memang ia suka dengan Rebecca namun untuk cinta? Tentu Caca lah yang tak pernah lengkang dari ingatannya, dan hal inilah yang membuat Jovan tertarik dengan Cansu, gadis itu memiliki kemiripan dengan Caca.


Atau apa mungkin Cansu itu adalah Caca?


‘Tidak! Kenapa kau harus memikirkan Caca Jovan?! Caca itu sudah mati, dan orang yang membunuhnya itu tak lain adalah adik mu sendiri!’ batin Jovan.


Rebecca bergelut manja dilengan kekar milik Jovan, sepasang sejoli yang tampak mesra itu akan membuat berita hot besok pagi di dunia maya, melangkah memasuki gedung, Jovan dan Rebecca membuat semua kalangan tamu undangan dibuat iri dengan mereka.


Selang beberapa menit di belakang mereka, mobil sport keluaran terbaru dengan warna merah menyala membuat paparazi kembali melihat sosok yang akan keluar dari mobil itu.


Saat pria gagah dengan stelan jas yang melekat dalam tubuhnya keluar dari mobil itu membuat semua orang melihat sosok itu yang kini sedang berputar arah dari arah pintu samping dan membukakannya, di sana jari lentik menyambut uluran tangan seorang ketua mafia yang dikenal orang umum sebagai Trillionaire termuda nomor satu didunia, dia Yohan bersama seorang gadis yang bahkan cocok dikatakan seperti dewi.


Membuat Rebecca, gadis yang berada di sisi Jovan berdecik sebal, ia bahkan menatap sinis kearah Cansu yang seolah-olah bisa menjinakkan seekor singa seperti Yohan.


Dan ini tentu saja membuat orang gaduh, paparazi sibuk menangkap momen Yohan yang mengetatkan lengannya dipingang Cansu.