I MERRIED A MERMAID

I MERRIED A MERMAID
(Lamaran)



Lamaran💍


Beberapa menit kemudian vino pun menghampiri meja makan dan duduk tepat di hadapan papanya(agus)


"vino" panggil agus tegas


"ya pah" jawab vino sambil makanannya kedalam mulutnya


"papa ingin mengatakan sesuatu kepada kalian semua" ucap agus lagi


"Apa yang ingin papa sampaikan" tanya era mama vino


varo abangnya vino hanya menyimak sambil memakan makanannya


"ica sudah menyetujui perjodohan ini" jawab agus


Purrrfff,,,, Byurrrrr


"APA!!" teriak vino dan tersedak tepat ke wajah agus


"ia nanti malam kita akan datang untuk melamarnya" ucap agus lagi sambil mengelap wajahnya dengan tisu


"tidak,, tidak,, aku tidak ingin menikah dengannya kenapa kalian bersikeras agar aku menikahi ica, bukankah aku sudah mengatakan kalau aku sudah memiliki tara, aku hanya mencintainya tidak wanita lain" bantah vino panjang lebar


"papa tidak mau tau yang pasti kau akan menikahi ica" jawab agus juga bersikeras


"AGHHHK" pekik vino


Disisi Ica*


ica melamun di dalam kamar ia merutuki nasibnya yang harus menikahi pria yang tidak dia cinta


"hiks,, hiks,, kesalahan apa yang aku lakukan di kehidupan aku sebelumnya sehingga aku mendapatkan nasib seburuk ini di kehidupan sekarang" ucap Ica yang sangat merasa putus asa


tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu


"ica sayang, bukakan pintunya nak"panggil mama ica rossa


Ceklek,


"ada apa ma" tanya ica


Rossa melihat kondisi putrinya yang kusut dan terlihat pucat, ada rasa iba dan sedih melihat anak satu satunya itu harus menikahi pria yang tidak dia cinta


"Bersiap siaplah untuk nanti malam keluarga vino akan datang untuk melamar mu"ucap rossa lalu pergi


Deg,,,


ica kembali meneteskan air matanya perih, sesak, itulah yang sedang dia rasakan saat ini. tanpa terasa waktu cepat berlalu ica sudah bersiap siap dengan dress berwarna merah perhiasan mutiara terpampang indah di lehernya dan anting dan anting yg serasi dengan kalungnya



Malam harinya*


keluarga vino sudah datang dan juga vino dengan wajah cemberut berbalut jas berwarna hitam dan kemeja putih dengan dasi yang terpampang rapi, pemandangan yang sangat indah



(jas vino)


Tidak berselang lama ica di panggil dan datang dengan wajah yang lesu awalnya mereka tidak saling melihat mereka sama sama menunduk sampai akhirnya mama vino(era) membisikan sesuatu


" nak lihatlah calon mu sangat cantik"bisik era sambil melirik ica yang masih menunduk dihadapan mereka


"tidak secantik tara mam" ucap vino dengan ketus dan ica yang duduk di hadapannya hanya bisa menahan air matanya


("sehina itukah aku sehingga kau membeda bedakan aku dengan kekasihmu itu, jika kau tidak ingin menikahi ku maka batalkan saja kita sama sama si untungkan jika itu terjadi")


Sesaat saat dia ingin permisi ke kamar mandi karena sudah tidak sanggup menahan air matanya vino sempat melirik ica dengan balutan dress dan ditambah lagi make up yang sederhana membuat kecantikannya bertambah, saking cantiknya vino sampai tidak berkedip melihat perubahan ica jika sudah menggunakan make up. mama vino(era) yang menyadari itu hanya terkikih geli sambil menyenggol agus yang berada di sampingnya.


"pah, lihat lah vino" bisik era sambil terkekeh


"papa pastikan vino gak akan pernah melepaskan ica setelah mereka menikah nanti" ucap agus percaya diri


"gimana caranya pah? sedangkan vino tidak mencintainya" tanya era bingung


"lihat saja nanti saat mereka sudah menikah" ucap agus tersenyum(smink)


Tanpa menunggu lama ica dan vino selesai bertukar cincin dan sekarang mereka sedang mendiskusikan hari pernikahan mereka, vino dan ica hanay diam mendengar penuturan antara ke dua orang tua mereka.


"Baiklah kita tidak perlu berlama lama, vino dan ica akan menikah minggu depan" ucap agus yang membuat ica tersedak air minum yang sedang dia minum


"APA!! apa aku gak salah dengar pah?" ucap vino


"ia apakah itu tidak terlalu cepat, dan kuliahku juga belum selesai" sambung ica terkejut


"tidak ada yang melarang kamu kuliah sayang, bisa, kau bisa menyelesaikan kuliah mu" ucap era menenangkan Ica dengan lembut


"baiklah dalam satu minggu ke depan kalian akan menikah, untuk persiapannya biar kami yang tanggung kalian hanya perlu menyiapkan putri kalian ini" ucap agus


Akhirnya keluarganya agus pulang tetapi sebelum mereka keluar era berpesan kepada ica agar tidak melepaskan cincin yang mereka gunakan itu termasuk vino, ica hanya mengangguk dan tersenyum simpel.


kemudian keluarga ica dan ica mengantar keluarga vino ke depan entah kenapa vino kembali melirik ica dari ujung rambut hingga kaki dan ica yang menyadari itu pun merasa tidak nyaman


("dasar mesum") batin Ica sambil menutupi belahan dadanya yang sedikit terlihat dengan rambutnya