
"baiklah,, jadi apa tujuan mu memanggilku kesini?"tanya freya.
"aku ingin kau melacak dan menemukan titik terang posisi ica, dan membantu ku membawanya kembali" ucap vino.
"kau yakin ica akan menerima mu kembali dan mau bersama mu lagi?" tanya freya.
"kami telah memiliki seorang anak,, dan sekarang kira kira umurnya 4 atau 5 tahunan, kalau masalah ica dia akan kembali kepada ku bagaimana pun caranya aku akan membawanya kembali kedalam pelukan ku" jawab vino yakin.
"kau sangat yakin rupanya,,, wanita itu tidak Mudah memaafkan jika sudah terlanjur kecewa, kalaupun dia akan memaafkan tetapi tidak untuk melupakan. walaupun dia kembali nanti sikapnya pasti akan berubah" jelas freya panjang lebar.
"kalau soal anak kalian,, anak bisa hidup tanpa ayah tapi tidak tanpa ibunya,, seorang anak lebih memerlukan kasih sayang seorang ibu dibanding sang ayah" ucap freya lagi.
Vino terdiam mendengar itu, dia langsung teringat dengan kenangan masa lalu dimana dia tidak mempercayai dan memperlakukan ica.
"nyesal,,kenapa aku gak nyadar dari dulu kalau Tara wanita j*la*g itu hanya mengincar harta ku saja" keluh vino duduk di kursi kebesarannya.
faro yang melihat itu sedikit tersentuh, karena dia juga seorang ayah, sedangkan rian sudah duluan molor di sofa dengan mulut yang terbuka.
"tidak guna menyesal dia sudah pergi, untuk soal menyesal,,, kalau tidak datang di akhir bukan penyesalan namanya tapi kebodohan, kau terlalu bodoh dan dibutakan oleh cinta mu itu, makanya kalau jatuh cinta itu jangan terlalu bucin nah gini jadinya" ceramah freya membuat vino tambah merasa bersalah.
"aku pernah bermimpi ketemu dengannya" ucap vino tiba tiba.
"apa yang kau mimpikan?" tanya freya serius dan diangguki oleh faro.
...πππππ‘ππ...
"gw dimana ini?" ucap vino.
"hahahaha,,,sayang kau terlalu pintar ya,, berhentilah sayang mommy capek loh" ucap seorang wanita yang vino lihat saat ini.
"gak mau wlekkk,, mommy harus bica tangkap aku dulu,, hahaha" balas seorang anak kecil terus berlari.
Dan,,,,
(Greppp)
"dapatttt" teriak wanita itu sambil menggendong anaknya itu dengan berputar putar.
"ICA" lirih vino.
"mommy,, ayo kita cari daddy" rengek anak itu.
"daddy mu sudah tiada bagi mommy nak" ucap wanita itu siapa lagi kalau buka ica.
("sebenci itu kau kepada ku ica?")batin vino.
"tapi kenapa mommy,, aku mau lihat wajah daddy gimana, apakah tampan seperti yang aku bayangkan" ucap anak itu sambil memejamkan matanya mengingat bayangan sang daddy.
"daddy tampan sayang" ucap vino cekikikan lalu mencoba untuk mendekati kedua insan yang sedang berbicara itu.
tapi semakin vino dekati mereka semakin menjauh dan vino menyadari itu pun seketika berhenti di tempat.
"bahkan di alam mimpi pun aku tidak bisa bersama mereka" ucap vino sudah berkaca kaca.
"daddy mu tampan sayang,,tapi rugi punya wajah yang tampan tapi suka nyakitin hati wanita" ucap ica lagi kepada anak itu.
"daddy pernah menyakiti mommy?" tanya anak itu dengan wajah polosnya.
"hmmm,, begitulah, kalau kami baik baik saja gak mungkin kan kita tidak bersamanya sekarang?" jawab ica menatap wajah polos anaknya itu.
"kalau gitu aku benci daddy karena buat mommy sedih" ucap anak itu gemas menggembungkan kedua pipinya.
satu kata yang diucapkan oleh anak itu membuat vino menitikkan air matanya.
"bahkan anakku juga membenci ku" ucap vino menundukkan wajahnya.
...π.......π...
"π" vino.
"π€§" faro.
"πΆ" freya.
"itu yang aku lihat" ucap vino sendu.
...(FARO)...
...(VINO)...