
"CELI!!!" celi yang mendengar teriakan itu terkejut dan melihat vero, tapi dia langsung memeluk ica karena tidak berani menatap mata tajam yang diberikan vero.
"mommy,,, " gumam celi lirih dan ica memeluk putrinya itu dengan kuat.
"Tenang sayang,,, kau akan baik baik saja,, karena ada mommy bersama mu" jawab ica menenangkan.
"Ayo kita pergi" ajak vino mengambil alih menggendong celi.
Celi terus menatap vino, vino menyadarinya tapi dia tetap diam sampai ica yang mengatakan siapa dia sebenarnya, ica yang melihat tatapan putrinya langsung mengerti yang ada dipikiran anaknya itu.
"Dia daddy mu sayang" jawab ica mengelus pipi celi, lalu celi beralih menatap vino kembali.
"Daddy!?" panggil celi dengan mata berkaca kaca.
"ia sayang,, ini daddy,, maaf ya daddy baru bisa bersama mu" jawab vino sambil mengelus rambut celi sayang.
Cup
Vino memberi kecupan di pipi celi lalu gadis kecil itu menangis karena terlalu terharu.
"huaaaa,,, akhirnya celi punya daddy,, hiks,, hiks,, celi udah lama menunggu daddy,,, daddy kemana saja,, hiks,, " celi menangis segugukan vino yang melihat putrinya menangis langsung memeluk erat celi.
ica yang melihat itu ikut terharu tapi karena gengsinya terhadap vino dia pura pura tegar.
"maaf sayang,,, daddy janji tidak akan meninggalkan kalian lagi,, maaf kan daddy mu ini" ucap vino dengan suara bergetar dan terus mengecup pucuk kepala celi.
"yasudah ayo kita pulang nanti mommy masak kan makan kesukaan mu" ucap ica mengakhiri kesedihan mereka.
"oke mommy,, aku mauuuuu,,kita makan apa ya daddy?" tanya celi kepada vino.
"hahaha,,, bagaimana kalau makan nasi goreng? apa kau suka sayang?" tanya vino mencubit pelan hidung putrinya.
"baiklah,, celi suka dad" jawab celi menganggukkan kepalanya.
"ayo kita pulang nanti mommy masak kan nasi goreng" ucap ica menimpali.
"jommmmm" ucap celi kegirangan lalu memeluk leher vino erat.
malam harinya.....
Ica baru selesai membersihkan wajahnya,, celi sudah ditidurkan di kamarnya yang sudah di siapkan oleh vino sebelumnya.
Sejak pulang tadi ica tidak pernah mengeluarkan suara nya untuk berbicara dengan vino, karena menyadari ica yang belum memaafkannya vino kecewa bagaimana lagi dia harus meminta maaf agar ica memaafkannya.
Otaknya yang pintar tidak berguna kali ini,, vino kurang peka dengan wanita jadi dia tidak tahu harus meminta maaf seperti apa lagi.
"hiks,,, hiks,,maaf kan aku,, hiks,, aku tidak sanggup seperti ini,, hiks,, maaf kan aku" tangis vino di dalam selimut.
ica langsung terduduk dan membuka selimut, mendapati vino sedang menangis dengan bantal yang menutupi wajahnya, sudah lama vino menahan sesak di dadanya, hingga sekarang sudah tidak bisa di bendung lagi.
"vin,, hei, , bangun lah,,, kau ini kenapa? ayo bangun,, aghkkkk" ica membangunkan vino yang terus terisak di bawah bantal hingga tiba tiba vino langsung memeluk ica dengan erat.
"m-maaf kan aku,,, aku tau aku salah,, tapi tidak kah kau bisa memberi ku kesempatan sekali lagi? aku sungguh menyesal aku,, aku,, hiks,, aku sudah tidak tahu lagi harus meminta maaf seperti apa,, otak cerdas ku ini tidak berguna jika berhadapan dengan wanita,, aku tidak bisa memahami wanita, jadi aku minta kau beri tahu aku apa yang harus aku lakukan supaya kau bisa memaafkan ku" ucap vino di dalam isakan nya dengan terus memeluk ica.
Ica hanya diam tidak tahu harus menjawab apa,, untuk pertama kalinya ica melihat VINO ALEXANDER serapuh ini.
"Apa perlu aku menenggelamkan diriku di laut,,hiks atau aku harus berdiri di tengah tengah jalan sambil meminta maaf kepada mu? atau kau,,,, "
"shutttttt,,, tenang lah,,, sudah sudah,, aku sudah memaafkan mu,, sudah tenang lah kau tidak perlu menenggelamkan dirimu ke laut, dan juga tidak perlu berdiri di tengah tengah jalan, aku tidak ingin menjadi janda" ucap ica dengan senyum di sela sela perkataannya.
"kau sungguh sudah memaafkan ku?" tanya vino menatap vino dengan wajah sembamnya.
"ia vino,, kalau kau tidak menghapus air mata mu itu aku akan mencari daddy baru untuk celi" sontak vino langsung menatap tajam ica dan ica langsung tertawa lepas.
"hahahaha,, lihat wajah mu itu,, hahaha "ica terus tertawa sambil memukul mukul ranjang nya.
" lakukan saja kalau berani,, tapi jangan salahkan aku kalau celi akan memiliki seorang adik,, ngomong ngomong,, celi sudah cukup besar untuk memiliki seorang adik,, hehehe bukanlah ini sudah waktunya,, hemmm" kali ini ica yang melotot dan terus menatap vino yang tersenyum nakal.
"aku potong juga itu adik mu supaya tidak bisa dibanggakan lagi,, hahaha" jawab ica dengan menatap vino tajam.
"eeee,, jangan dong nanti siapa yang akan mem*a*kan mu?" vino memegang ** nya karena perkataan ica yang sangat berhubungan dengan benda pusakanya.
"udah ah ak mau tidur saja" ucap ica menarik selimut.
"tidur ya tidur aja sayang jangan sampai me*d*s*h juga,, kan jadi bangun" ucap vino mengerucutkan bibir nya.
"bomat" balas ica langsung tidur.
...VINO ALEXANDER...
...ALICA/ICA...
...SELYA/CELI...