
Siswa itu murka dan menuju ke arah lisa dan membuat teman temannya berhenti tertawa.
"apa yang kau katakan" ucap siswa itu dengan tatapan tajam
"apa? gw gk bilang apa apa,,bener kan teman teman"ucap lisa sambil meledek siswa itu
"sudahlah Vino hanya akan memperpanjang masalah dan kapan kita akan melanjutkan permainannya" ucap abangnya yang bernama Varo yang sudah di S3 sedangkan vino sama seperti ica S2
Akhirnya Vino mengalah dan mengambil bola yang tadi ada di depan ica. teman teman ica pun pergi dari situ mereka menuju ke kantin kampus untuk mengisi perutnya.
"lo mau pesan apa ica biar sekalian gw pesenin" tanya lisa kepada ica
"gw bakso sama jus jeruk aja" jawab ica
"kalian pesan apa?" tanya lisa pada temannya melda dan naya
"samain aja" jawab melda
Terlihat dari raut wajah melda kalau dia sedang bersedih ica yang melihat dengan jelas raut wajahnya melda pun mencari cara untuk membuat dia kembali tersenyum.
"hem,, gw bosan dirumah terus bagaimana kalau pulang ngampus kita jalan jalan ke pantai" ajak ica antusias
"boleh juga tuh" ucap lisa tiba tiba datang mengejutkan mereka bertiga
"iss,, lo bisa gk sih kalau datang itu bilang bilang dulu biar orang gak kena serangan jantung" kesal naya sambil mengelus dadanya
"hehehe,, maaf maaf kan kalian tau sendiri kalau gw paling suka yang namanya jalan jalan" celituk lisa cengengesan
Hal itu berhasil menarik garis senyum di wajah melda dan ica pun kembali angkat bicara
"berarti kita sudah sepakat kan" ucap ica kembali antusias
"tentu saja" ucap lisa sambil kegirangan
"kalau masalah jalan jalan aja dia semangatnya tepok jidat" ucap melda geleng geleng
akhirnya hal itu berhasil menarik gelak tawa mereka berempat
***
Tok,,, tok,,, tok,,
ceklek
"hem,,, boleh kita berbicara di dalam" ucap agus
"tentu" jawab Rossa mempersilahkan agus masuk
"kedatangan saya ke sini ingin membicarakan tentang putri anda" ucap agus serius
Rossa sudah mulai gusar lantaran putrinya melakukan kesalahan apa terhadap keluarga agus
"a-apa yang dilakukan oleh ica tuan hingga membuat Anda datang kemari" Rossa merasa takut saat berbicara dengan agus apa lagi kalau putrinya telah melakukan kesalahan
"tenanglah ica tidak melakukan kesalahan" ucap agus menenangkan
"lalu?" tanya Rossa heran
Tak,, Tak,,,,
hingga suara langkah kaki menghentikan pembicaraan mereka
"ma,,, aku pulang" seru ica memanggil Rossa
"ia sayang kemarilah kita kedatangan tamu" ucap Rossa, ica pun pergi duduk di sebelah Rossa sambil menyalami agus dan hal itu berhasil menarik garis senyum di bibirnya
"kau sangat sopan" puji agus
"Terima kasih tuan" jawab sopan ica
"panggil aja paman" ucap agus
Deg,,
Sontak Rossa kaget dengan perkataan agus karena seluruh warga disini menghormatinya
("kenapa tuan agus bersikap seperti ini?") bingung rossa sambil menatap bergantian putrinya dan agus
karena melihat raut wajah Rossa yang kebingungan akhirnya agus mengatakan alasannya datang ke rumah Rossa
"kedatangan saya kesini ingin berbicara 6 mata dengan anda dan suami anda" ucap agus
"maaf tuan tapi suami saya Arya belum pulang kerja, apa boleh tuan kembali nanti malam?" tanya Rossa perlahan takut membuat agus marah