
"aaakhg,,,,, apa yang kau lakukan huh,,," ica berteriak dan membalikan badannya membelakangi Vino yang sudah tersenyum penuh kemenangan, melihat lekuk tubuh ica dari atas hingga bawah. karena masih basah jadi tambah menggoda jika dilihat, Vino menelan saliva nya kerena yang dibawah sudah menegang.
perlahan Vino mendekati ica yang masih berbalut handuk, ica sudah mulai gugup dan kembali menghadap ke depan. sekarang Vino bisa melihat gundukan gunung kembar milik ica yang berada di balik balutan handuk putih itu.
Vino terus mendekat dan ica terus mundur hingga dinding membuatnya tidak bisa kemana mana lagi dan vino juga sudah semakin dekat, ica ingin berlari tetapi duluan dihadang oleh tangan Vino. mereka sudah sangat dekat bahkan sudah tidak ada jarak diantara mereka.
"a-apa yang ingin kau lakukan" ucap ica tetapi Vino hanya tersenyum(smink) pandangan Vino beralih kepada gundukan itu. ica tidak bisa melakukan apa apa karena sudah dikurung dengan lengan Vino.
"dasar mesum" batin ica kesal dan mendorong Vino ica berhasil terlepas dari delapan Vino tetapi baru beberapa langkah dia berlari Vino duluan menariknya, tetapi Vino salah sasaran dia malah menarik handuk ica. ica terkejut dan berlari ke gorden di kamar mandi itu ica kembali gusar lantaran Vino kembali mendekat.
ica hanya menggulung dirinya di gorden itu. Vino sudah kembali di dekat ica dengan sigap Vino langsung melingkarkan tangannya di pinggul ica, sekarang ica bisa merasakan deruan nafas vino. Vino mendekatkan wajahnya dan,,,,
Cup,,,
ica terkejut dengan yang dilakukan oleh Vino dia terus memberontak Vino menggigit bibir bawah ica yang tak kunjung terbuka. Vino mulai menyelusuri semua yang ada si mulut ica. Vino melepas ciumannya setelah merasa ica mulai kehabisan nafas.
"yakk,, apa yang kau lakukan,,, kau mengambil firskiss ku" ucap ica terengah engah karena masih mengatur nafasnya
mendengar itu Vino mendekatkan mulutnya ke telinga ica dan membisikan sesuatu.
"itu belum seberapa,,, dan itu juga hak ku sebagai suami mu" Vino menggigit pelan daun telinga ica dan ica berdesah kecil karena perbuatan Vino, Vino kembali tersenyum dan mulai mengecup leher ica membuat tanda kepemilikan disana.
ica terus memberontak tetapi nihil tenaga Vino lebih kuat dibanding dia, karena sudah dikuasai oleh hasrat Vino membuka paksa gorden yang membalut tubuh polos ica. ica memberontak terus mencoba untuk melawan dan menghentikan kegiatan Vino.
Brakk,,,,
gorden itu dirobek paksa oleh Vino dan terlihatlah tubuh polos ica, ica hanya menangis Vino mencengkram tangan ica dan kembali melahab tubuh ica tetapi belum beberapa lama Vino tersadar dan menghentikan kegiatannya yang sedang membuat bercak merah di tubuh ica lantaran teringat akan tara.
Vino mendorong ica kasar dan masuk ke kamar mandi sambil menyesalkan hasratnya yang harus di tahan, ica buru buru mengambil pakaian nya ica memilih tidur di sofa di kamar Vino. dia mengambil bantal dan selimut di lemari tempat dia menyimpan pakaiannya, ica memilih untuk menghindari Vino dengan tidur di sofa.
Ceklek,,,,
Vino keluar dari kamar mandi dan melihat ica tertidur di sofa, tidak sebenarnya berpura pura tidur.
ica yang terkejut pun berteriak, tanpa mereka sadari Varo yang melintas di depan kamar Vino pun mendengar teriakan ica.
"apa adik bermain kasar" kekehnya lalu melanjutkan langkahnya.
Di sisi lain,,,,
"aaghk,,, apa yang kau lakukan" ucap ica kembali menyilangkan dadanya, melihat itu Vino kembali memikirkan ide jahilnya.
"kenapa? bukankah kau ini istri ku seharusnya suami istri tidur seranjang bukan?" tanya Vino sambil kembali mendekati wajah ica.
jantung ica berdegup dengan kencang dia terus menjauh hingga sampai di ujung, hampir saja ica jatuh ke bawah tetapi dengan sigap Vino menarik ica kedalam pelukannya.
sekarang tubuh mereka sudah saling menempel bahkan Vino bisa merasakan gu*du*an gun*ng ica, tangan Vino mulai nakal dia menyentuh bagian sensitif ica yang membuat dia mendesah.
"ah,,, akghh,, le-lepaskan,, a-apa yang kau lakukan" ucap ica mencoba memberontak. akhirnya Vino kembali lepas kendali dia mer*bek baju yang dikenakan ica dan membuangnya ke sembarang arah, tapi,,,,
Tok,,, Tok,,, Tok,,,,
Vino berdecak kesal dan menutupi tubuh ica yang hanya menggunakan bra dan celana tidurnya, sedangkan Vino membuka pintu dengan bertelanjang dada. Era (mama Vino) melongo melihat kondisi putranya itu dia tersenyum geli dan berkata.
"sepertinya mama datang disaat yang salah" ucap era terkekeh
"ia,, mama memang datang disaat yang salah" kesal Vino dengan ketus
Era tertawa terbahak bahak melihat sikap Vino yang kesal, era hanya ingin mengatakan bahwa besok pagi mereka harus bangun cepat karena papa mereka(agus) ingin mengatakan sesuatu.
...(kamar Vino)...