
"gk kenapa napa mandi gih" ucap ica tanpa menatap vino lalu berlaku keluar kamar.
"aneh,, ada sesuatu yang dia sembunyikan dari ku,, aku sudah lama mengenal mu ica" gumam vino lalu masuk kamar mandi.
Di meja makan~mansion utama
ica dan mamanya vino sedang menata makanan di meja sesekali mereka tertawa dan pembicaraan mereka terhenti karena mendengar suara vino dan papanya.
"morning mam" ucap vino dan papanya.
"morning sayang" jawab mama vino.
"pagi nak" ucap papa vino.
"pagi pah" jawab ica tersenyum dan duduk di sebelah vino.
"wajah kamu kok pucat banget nak?" tanya papa vino khawatir.
"gak apa apa kok pah,, aku baik baik aja" u
balas ica kembali menunjukkan senyumannya.
Mereka melakukan kegiatan makan dalam diam, selesai makan ica membereskan semuanya. saat sedang membereskan bekas mereka sarapan tiba tiba kepala ica kembali pusing dan itu membuatnya berdecak kesal,, kenapa harus sekarang.
sampai ica mau oleng tapi tubuhnya tidak jatuh kelantai seperti ada seseorang yang menangkapnya.
"kau kenapa?" tanya vino dingin masih menahan ica.
ica tidak bisa menjawab, kepalanya benar benar sakit dan berat tidak bisa ditahan hingga dia pingsan di sekapan vino.
"ica,, ica,, ca,, bangun woi,, jangan buat gw khawatir" ucap vino menepuk nepuk pipi ica, tapi tak kunjung terdengar suara sahutan.
vino mengangkat tubuh ica dan membawanya ke kamar mereka.
โจโจโจ
vino menunggu diluar karena dokter itu yang memaksa, setelah selesai memeriksa ica dokter itu keluar dari kamar mereka dan dengan panik vino melontarkan banyak pertanyaan.
"gimana keadaanya dok,,, apa yg terjadi kepadanya?" tanya vino langsung.
"nona ica baik baik saja cuma kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran" jawab dokter itu.
"baik dok,, mari saya antar sampai depan" balas papa vino dan mama vino langsung masuk ke dalam diikuti vino.
Ica mulai sadar dan remang remangnya melihat vino menatapnya tajam tapi terlihat sedikit kekhawatiran nya, lalu ica beralih menatap mertuanya yang mengelus rambutnya penuh kasih sayang.
"kamu baik baik saja sayang?" tanya mama vino.
"ia ma,, aku cuma lelah saja" jawab ica senyum lemah.
"istirahat lah,, mama buatkan bubur untuk mu,, tidak ada penolakan" ucap mama vino lagi sebelum ica menolak.
Tinggallah ica dan vino dengan saling diam, suasana mencekam dengan vino menatapnya tajam.
"tidak,, kau terlalu mencurigai ku" jawab ica dingin mencoba mengontrol diri.
"kalau tidak mau memberitahuku tidak apa apa,, aku akan mencari tau sendiri" ucap vino meninggalkan kamar mereka.
ica memegangi perutnya dan mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Flashback on
"selamat nona anda sedang mengandung dan kandungan anda baik baik saja" ucap dokter itu sambil tersenyum.
"makasih dok,, tapi boleh saya minta tolong jangan kasih tau keluarga saya dulu,, karena ada sedikit urusan dan nanti saya sendiri yang akan memberi tau mereka" pinta ica kepada dokter itu.
"loh kenapa nona tidak mau keluarga nona tau kabar bahagia ini? bukannya ini bagus" heran dokter itu.
"saya ada sedikit masalah,, tolong bantu saya dok,, kalau mereka bertanya katakan saja saya hanya kelelahan" jelas ica lagi.
awalnya dokter itu tidak menjawab ica terus memelas dan akhirnya dokter itu setuju.
"baiklah,, akan saya bantu tapi nona harus tetap menjaga kandungan nona jangan terlalu lelah dan banyak pikiran itu dapat memicu dan berdampak buruk sama kandungannya" jelas dokter itu panjang lebar dan memberi beberapa vitamin.
"ia dok,, makasih sudah mau membantu saya" ucap ica.
dokter itu hanya mengangguk lalu membereskan peralatannya dan keluar menemui keluarga yang sedang menunggu.
flashback off
.........
"maafin mama ya sayang" ucap ica mengelus perut datarnya.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
ica dan vino pergi keluar untuk membeli beberapa keperluan ica yang sudah habis, itu pun ica yang memaksa vino menemaninya. entah kenapa dia sangat ingin lengket dengan vino. dan di perjalanan ica tidak sengaja melihat seseorang yang dia kenal tanpa permisi ica turun dari mobil dan berlari kearah seseorang itu.
vino ikut keluar karena ica berlari begitu kencang vino kehilangan jejak ica di keramaian taman di sore hari itu.
siapa ya orang yang ica lihat? jadi penasaran hehehehe
.
.
.
.