
"soal yang penasaran dengan wajah putri saya,, nanti lain kali saya tunjukkan yang pasti dia cantik seperti daddy nya" mendengar itu ica menatap kesal kearah Vino tapi sebuah kejadian membuat para karyawan histeris melihat adegan romantis presdir mereka yang mengecup bibir ica terus terang di hadapan mereka.
bukan cuma para karyawan tapi ica juga sama terkejutnya, bahkan lebih terkejut dari mereka.
ica memegang bibirnya tidak menyangka Vino akan melakukan itu di depan umum seperti ini.
"sudah dulu nanti kita lanjut di atas" ujar Vino kembali tanpa merasa bersalah, ica mempelototi Vino sedangkan yang dipelototi malah nyengir kuda.
Skip
(mall)
Ica Vino dan celi pergi ke mall untuk membeli perlengkapan sekolah putri mereka, pertama tama mereka ke toko seragam sekolah.
Celi sedang melihat seragam seragam yang dia suka dibantu ica, sedangkan vino menunggu di depan.
"kau sama persis seperti mommy mu sayang,, pilihannya tidak pernah mengecewakan, dan kau mewarisinya" puji vino melihat pilihan seragam putrinya.
Setelah membayar mereka pergi menuju toko sepatu, celi kegirangan dan duluan pergi ke dalam melihat lihat.
saat ica menemani putrinya memilih sepatu, de toko sebelah ada sepatu yang menarik perhatiannya, hal itu tidak luput dari perhatian vino.
setelah membayar barang pilihan putrinya, ica yang awalnya membawa putrinya untuk ke toko buku dan alat tulis,, vino dengan cepat menggenggam tangan ica membawanya ke satu toko, dan toko itu adalah toko sepatu yang ica lihat tadi.
"lihatlah yang kamu ingin kan" pinta vino.
Ica yang menggeleng ingin menjawab dengan cepat di pelototi vino, itu berarti tidak ad bantahan
ica berkeliling di toko sepatu itu dan menemukan dua pasang sepatu, tapi dari ke dua pasang sepatu itu tidak ada yang sama seperti sepatu yang di tatap ica tadi, sepatu itu masih terpajang dengan indah di sana.
vino bangkit dari duduknya sambil menggenggam tangan putrinya menghampiri ica.
"hmm,, ini sudah" jawab ica.
"tunggu" ujar vino saat ica ingin memberikannya ke kasir.
Vino melangkah menuju sepatu yang di tatap ica tadi lalu mengambilnya dan membawa ke kasih, ica melotot dan menghampiri Vino dengan segera.
"apa yang kau lakukan,, sepatu ini keluaran terbaru dan ini sangat mahal" bisik ica pelan sambil mendorong Vino untuk mengembalikan sepatu itu di tempatnya.
"jangan bertindak seperti orang susah, kalau kau mau akau bisa membeli satu toko ini plus toko nya" jawab Vino membungkam mulut ica.
"ck,, dasar holkay, ya gini kalau ada uang di pakek untuk yang tidak perlu, saat tidak ada uang baru sadar" gumam ica mengatai Vino.
ica menyusul Vino ke kasir dan membayar ke tiga sepatu itu, termasuk sepatu yang di ambil Vino tadi.
sekarang mereka beralih ke toko buku dan peralatan tulis, setelah itu baru toko tas.
tapi tiba tiba celi mengeluh lapar dan mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu baru melanjutkan berbelanja nya.
mereka memasuki restoran di mall itu dan memesan makanan yang mereka inginkan, Vino sering curi curi pandang ke arah ica yang sedang bermain dengan celi, ica yang menyadari itu pura pura tidak tau dah melanjutkan bermainnya dengan celi sambil menunggu makanannya sampai.
"selesai" ucap celi kegirangan sambil mengelus perutnya.
"kau sudah kenyang tuan putri?" tanya Vino kepada celi.
"sudah dad" jawab celi tersenyum menunjukkan deretan giginya yang rapi.
"kalau begitu ayo kita lanjutkan" ajak Vino.
Mereka pun melanjutkan berbelanjanya.