
"kalau boleh tau siapa nama mu?" tanya celi
"nama ku VERO WILLIAMS,, kau bisa memanggil ku vero" jawab anak itu dingin.
"emmm,, ok kak vero" jawab celi polos.
"gk usah panggil gw kk,,gw bukan kk lo" jawab anak itu ketus.
"kan kak vero memang lebih tua dari celi" jawab celi.
"terserah yang pasti panggil vero saja tidak perlu panggil kk" ujar anak itu lagi lalu pergi.
"tunggu!" teriak celi membuat anak itu berhenti.
"apa lagi" tanya vero dingin.
"kenapa kau membawa ku ke sini,, dan kenapa ak bisa ad disini? aku ingin pulang" ucap celi sedikit bergetar karena ketakutan melihat tatapan mata tajam vero.
"kau sudah menjadi milik ku tidak ada yang bisa keluar dari genggaman ku termasuk diri mu" ucap vero menyeringai lalu kembali melangkahkan kakinya.
"jaga anak itu jangan sampai dia bisa kabur" ucap vero kepada penjaga kamar yg ditempati celi.
π π π π
Sedangkan ica sudah tidak terkendali dia selalu histeris, amyra dan marissa sudah lelah mencoba membujuk ica, bahkan sampai sekarang dia belum memakan apapun.
"hiks,,, celi kau dimana nak,, aku memang ibu terburuk,, aku tidak bisa menjaga putri ku sendiri hiks,,," ucap ica terus menerus.
"udah kak nanti pasti celi ketemu" ucap amyra terus menenangkan ica.
Saat ica ingin menjawab salah seorang pengawal mendatangi ica memberikan sesuatu yang membuat ica yakin bahwa celi di culik.
"ini boneka kesayangan celi,, dimana kau menemukannya" tanya ica.
"ini hampir di tepi pantai ratu,, ini sangat jauh dari wilayah kita,, ini dekat dengan aktivitas manusia" jawab pengawal itu sopan.
"aku yakin bahwa celi diculik oleh salah seorang nelayan disana,, mereka pasti akan menyalah gunakan putri ku dan pasti mereka kan menyakiti putri ku, lihat saja jika sesuatu terjadi pada putri ku" ucap ica sangat marah.
Tidak menunggu lama ica langsung meminta izin kepada marissa untuk naik ke permukaan mencari putri nya tapi marissa tidak mengizinkannya, segala cara ica lakukan supaya diizinkan dan posisinya sebagai ratu di gantikan sementara oleh Amyra.
Ica tidak membawa pengawal karena takut mengganggu aktivitas manusia dengan gerak gerik mereka.
"terpaksa,, mau tidak mau,, kenangan tentang masa lalu harus aku hadapi kembali, jika kami dipertemukan kembali pasti dia akan menanyakan tentang putrinya" batin ica saat sudah sampai di tepi pantai sebagai manusia.
"huhff,, sama seperti bang Rio aku hanya bisa menjadi manusia selama 12 jam selebihnya aku akan berubah ke wujud asli ku" gumam ica lalu melangkahkan kakinya mencari tempat tinggal selama dia di dunia manusia.
βοΈβοΈβοΈβοΈ
"Aaaaa,, mommy bosann" rengek celi.
Celi melihat sekelilingnya ada sebuah jendela yang tinggi celi sempat kecewa tapi dia tidak menyerah celi kembali berfikir lalu ide konyol terbesit di pikirannya.
"ini memang beresiko tapi celi gak mau jadi disini terus" ucap nya pada diri sendiri.
Celi turun dari ranjang dan mencari barang atau apapun yang ada di sekitar untuk bisa ia susun menjadi panjang agar dia bisa keluar melalui jendela yang tinggi itu.
Setelah setengah dia memanjat celi sempat teringat dengan perkataan vero yang sangat penuh penekanan itu.
"kau sudah menjadi milik ku tidak ada yang bisa keluar dari genggaman ku termasuk diri mu" celi menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan kata kata itu.
"au ah yang penting celi bisa keluar" karena tidak terbiasa menggunakan kaki celi sedikit tergelincir dan,,,
Bukggh
"auhhhh,,, punggung ku,, hikss,, sakit" keluh celi untung dia tidak menjerit jadi penjaga pintu itu tidak mendengarnya.
"aku benci kaki ini" kesal celi memukul kakinya sendiri.
Celi terus berusaha naik sampai dia berhasil berada di jendela itu, saat melihat ke bawah keberanian nya sempat menciut tapi demi bisa keluar dia harus berani untuk turun ke bawah sana.
"Baiklah,,celi sayang mommy" ucap celi menutup matanya dan ingin melompat.
Happp
"Aghkkkk,,, s-siapa?" teriak celi saat ada seseorang yang menariknya.
"kau ingin kemana kelinci kecil ku?" tanya vero memandang dagu celi.
"v-veroo" gumam celi terkejut.
"ia,, ini aku vero,, kau ingin kemana? sepertinya kau tidak mengerti ya bahwa yang sudah aku cap sebagai milik ku tidak bisa pergi kemana mana, kecuali aku izinkan" ucap vero sambil menggendong celi seperti karung beras.
"lepaskan celiiiii" teriak celi tapi vero menjatuhkan tubuh mungil itu dengan kasar ke ranjang.
"kau masih terlalu kecil tapi sudah berani membantah" ucap vero mencekram dagu celi kasar.
"s-sakit,, hiks,,lepasinnnn!!"teriak celi mendorong vero karena kesakitan.
Vero sedikit mundur karena dorongan celi, terlihat diwajahnya bahwa dia sedang menahan kesalnya.
"kau beruntung saat ini kelinci kecil"gumam vero lalu keluar dari ruangan itu.
Bersambung,,,,,
[jangan lupa like, komen & vote ya guys]