
"Apa yang kau gunakan ini hem,,,?" tanya vino dingin+
Ica bahkan sampai kesusahan menelan saliva nya karena terlalu gugup.
"a,, aku tidak ada pilihan lain" jawab ica jujur.
memang dia tidak punya pilihan lain.
Dan,,,,
"ICA!!" panggil seseorang.
ica dan vino melihat ke arah asal suara.
"kau sangat cantik" ucap seseorang.
"hem,, ia, makasih rik" ya,, dia adalah Riko.
Riko melihat vino sekilas dan tiba tiba menarik tangan ica.
"eh,, eh,," ica tertarik dan berlalu meninggalkan vino yang diam mematung, vino mengepalkan tangannya karena kesal. tidak lama kemudian tara datang setelah mengganti pakaiannya.
"syg,, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya tara.
"bukan urusanmu" jawab vino tanpa melihat ke arah tara.
"hah,, apa lagi kesalahan aku,, dan vino gak pernah semarah itu kepada ku saat aku menggunakan pakaian mini" heran tara, beberapa saat kemudian ponsel tara berdering tanda ada panggilan.
"hallo"
"hem,, aku akan segera kesana"
Tut,,,,
Tara pun pergi dari situ dan menuju ke suatu tempat.
***
Disisi lain Riko dan Ica sedang duduk di sebuah taman melihat orang yang berlalu lalang dan banyak kunang kunang yang bertebaran membuat taman itu semakin indah.
"cara,, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Riko tidak melihat ke arah ica tapi ica langsung menghadap ke arah Riko dan menunggu kelanjutan ucapannya.
"apa itu?" tanya ica.
"hem,, " sekarang Riko sudah menghadap ke arah ica sambil menggenggam tangan ica, ica terkejut dengan yang dilakukan oleh Riko.
"a,, aku sudah lama ingin mengatakan ini, tapi,, aku tidak berani" ucapnya sambil tersenyum manis, ica hanya diam mendengar apa yang ingin Riko katakan.
"Aku mencintaimu ca,, maukah kau menjadi pacarku?"ungkap Riko.
Deg,,,
Sontak ica membesarkan matanya, sedangkan Riko menatap dengan penuh harapan kepada ica. tanpa mereka sadari ada yang mendengar percakapan mereka.
" ck,,, "seseorang itu berlalu pergi.
" ap,, apa yang kau katakan rik?" tanya ica sekali lagi karena terlalu terkejut.
"ia ca,, aku mencintaimu sejak aku melihat mu,, hehehe" ucap Riko memotong.
"aku,,, " belum juga ica habis berbicara Riko sudah memotongnya.
"aku mengerti,, aku tidak memaksa mu,, lupakan saja" ucap Riko sambil kembali menatap kunang kunang yang berterbangan di udara.
"ck semudah itukah?" batin ica
"dengarkan aku dulu rik" ucap ica dengan kesal.
"hem,, " Riko hanya menghirup udara dan menutup matanya.
Riko yang tadi memejamkan matanya sekarang membulat sempurna sambil menatap kembali ica.
"a,, apa?yang aku dengar ini tidak salah kan" tanya Riko kembali.
ica hanya mengangguk dan tersenyum kembali.
"aaaa,,,, Terima kasih ca,,, aku fikir kau tidak akan menerima perasaan aku" Riko tersenyum dan memeluk ica.
Riko dan ica berpelukan di malam yang indah itu.
"tidak masalah bukan aku menerima Riko,,, bahkan vino juga punya tara sebagai pacarnya" batin ica sambil memeluk Riko.
Setelah puas berpelukan ica dan Riko bertatapan Riko mendekatkan wajahnya,,, tiba tiba,,,,
________
Disisi lain,,,,,
"ah,,,, pel,, pelan,, ahk" desah seseorang.
"aku,, su,, sudah sangat merin,, dukanmu Sa,, yang" ucap seseorang.
"ahk,, hem,, "
***
"ck,, tidak bisa dibiarkan"
"akhg,,,,!!" teriak seseorang itu dan menjatuhkan semua barang barangnya.
"ica!?"
keesokan harinya,,,,,
di kelas,,,
"ca,,, kemana aja semalam kita takut banget pas gk nemu lo" tanya lisa
"gw gk kemana mana kok" jawab ica sambil tersenyum.
"ngomong ngomong apa itu?" tunjuk melda ke arah leher ica.
ica menutupi lehernya dengan rambut.
"buka apa apa kok" kali ini ica sudah linglung dan malu.
"hemm,,, apa lo udh,,,, " ketiga teman ica menutup mulutnya.
"apa bener ca?"tanya Mia dengan melotot.
"hem,,, itu,,," ica gelagapan mau menjawab apa sampai akhirnya di panggil seseorang.
"Syg"
semua siswa/siswi melihat ke asal suara itu,,,
"Riko!?" panggil ketiga teman ica serentak.
.
.
.
[author: jangan lupa tinggalkan jejak komen, like & vote,, by,, sampai jumpa lagi]