
"pintar" ucap vino.
Ica terkejut setelah sadar dari dunia bawahnya.
"emmm,, kalau sudah selesai aku akan membereskan ini dan kau bisa naik ke atas" ucap ica membereskan hidangan di atas meja.
vino hanya menghela nafas dan naik ke atas untuk bersiap siap tidur.
Clek
Ica melihat vino sudah tidur dengan buku di dadanya karena tidak sempat menyimpannya tadi.
"Hah?,,,[Cara Membujuk Istri Yang Sedang ngambek] buku apa yang dia baca" Batin ica terkekeh dan hanya menggeleng kepalanya sambil menyelimuti vino.
Keesokan harinya,,,,
"Morning mom dad " seru celi mencium kedua pipi orang tuanya.
"pagi juga sayang" jawab ica dan vino bersamaan.
Mereka sarapan bersama tidak ada yang berbicara, selesai sarapan vino memulai pembicaraan mereka.
"celi,, minggu depan celi mulai masuk sekolah, dan nanti pergi beli perlengkapan sekolah sama mommy ya?" ucap vino.
"Daddy?" tanya celi polos.
Vino melirik ica sebentar lalu kembali menatap putrinya.
"Daddy ti,,, " ucapan vino terputus.
"nanti daddy ikut bareng kita juga" jawab ica cepat dan memberi minum celi.
"yeyyyeyyy" girang celi.
Vino menatap ica sedangkan yang ditatap sibuk melihat kegirangan celi.
"hmmm baiklah daddy berangkat dulu ya" ucap Vino mengecup pipi celi.
"iya dad" jawab celi juga mencium pipi Vino.
Saat Vino ingin pergi suara seseorang membuatnya mengulas senyum lalu berbalik.
"pamitnya cuma sama celi?,,, oke,, no problem ayo sayang kita naik ke atas" sindir ica lalu membawa celi kedalam gendongannya.
Grep
Vino memeluk ica dari belakang dengan celi yang masih di dalam gendongannya, perlahan Vino membalikkan ica saat sudah berhadapan ica malah fokus menatap putrinya, karena merasa kali ini celi mengganggu mereka Vino mengambil alih gendongan celi lalu menurunkannya.
"sayang,, kamu ke kamar duluan gih, nanti mommy nya nyusul" ujar Vino mengelus rambut celi.
"siap daddy" jawab celi lalu berlari naik ke lantai dua.
"celi jangan lari lari!" ica sedikit berteriak melihat celi yang lari.
Vino kembali membalikkan tubuh ica yang kini menatapnya.
"Apa!?" judes ica.
"hahaha,, gemest nya!!" seru Vino.
"yang terakhir bonus" ujar Vino mengelus surai rambut ica lalu berlalu pergi ke kantor.
Ica mematung mendapatkan serangan mendadak dari Vino, mulai dari dahi, kedua kelopak mata, pipi kanan kiri, dan terakhir BIBIR.
"Gila,, aku kenapa jadi gini?" kesal ica berlalu menyusul celi di dalam kamarnya.
Di sisi lain Vino cengar cengir di dalam mobil memutar kembali momen yang baru saja terjadi tadi di rumah, begitu senangnya hingga dia terus tersenyum sampai ke dalam ruangannya.
Karyawan yang melihat momen langka itu terheran heran, bagi yang sudah mengenal lama Vino pasti sudah biasa sedangkan yang baru mengenal Vino pasti akan merasa asing dengan kejadian ini.
Apalagi dengan berita Kepulangan Istri Sang Ceo, jelas sudah terlihat alasan keanehan yang terjadi saat ini.
Tok, Tok,, Tok,,
"Masuk" seru Vino.
Clek
"Tuan, 15 menit lagi kita akan rapat dengan Tn. Riko Sanjaya, dari perusahaan Sanjaya group di Restauran B" ujar sekretaris Vino.
"ck,,, kau terlalu formal Far" jawab Vino masih dengan laptopnya.
"ini masih waktunya berkerja,, berbeda kalau di luar, ngomong ngomong gimana lo dengan kakak ipar,, lancar? gw lihat tadi cengar cengir" tanya Faro kepada temannya itu.
Vino menutup laptopnya lalu menatap faro.
"Biarkan itu menjadi urusan gw,, sekarang yang perlu lo pikirin istri lo itu,, gimana? udah baikan belum?" Vino melontarkan pertanyaan kepada faro yang sedang menunggu jawabannya.
"seharusnya lo jawab pertanyaan gw bukan malah tanya balik ke gw" kesal faro.
"huhhh,,, iya,, gw udah baikan dengan ica" jawab Vino kembali tersenyum.
"benarkah? kok gw gak percaya ya? kalau gw jadi ica udah pergi sejauh jauh nya gw dari lo" ledek faro dengan menunjukkan wajah sok herannya.
Vino melempar faro dengan pulpen yang sedang dia genggam, tepat mendarat di bibir indah faro membuat sangat empu menggerutu.
"kenapa lo lemparin gw" kelas faro.
"soalnya mulut lo perlu di servis" jawab faro enteng.
Brakkkk
"Tuan!!,,,
.....................
BERSAMBUNG,,,,,