
keesokan harinya*
Ica dan vano berpas-pasan masuk ke kelas, mereka hanya saling melirik dan langsung pergi. hari ini ica terlihat lesu dan pria-pria yang mengagumi ica pun mendekatinya.
"kau kenapa lesu cantik?" gombal salah satu siswa
"ck,,, dia itu wanita gw,, lo jangan dekat dekat dengannya" ketus siswa lainnya
Tanpa memperdulikan itu ica pergi menemui sahabatnya yang sedang berbicara dan duduk dengan diam, karena menyadari perubahan dari ica lisa pun bertanya
"ca, lo kenapa?"tanya lisa sambil menepuk bahu ica
" gw gk kenapa napa kok"jawab ica sambil tersenyum palsu
"jangan coba coba untuk membohongi kita" selidik melda
"gw gk bohong kok" bantah ica
"gw gak percaya" ucap naya
"yaudah gw nyerah, kita ke kantin nanti gw ceritain semuanya di sana" ucap ica nyerah karena dia memang gak bisa membohongi sahabatnya itu
Setelah sampai di kantin dan memesan beberapa menu makanan dan minuman ica mulai menceritakan apa yang terjadi dari pertama kedatangan agus sampai saat agus mengancam papanya.
"begitulah ceritanya" ucap ica lesu
"jadi lo Terima perjodohan ini?" tanya lisa
"gw belum kasih jawaban" jawab ica
"saran gw, lo Terima aja dari pada keluarga lo sengsara" ucap melda
"menurut gw juga gitu, karena satu gw orang yang cari masalah dengan tuan agus akan sengsara seumur hidup" ucap naya
"tapi vino itu kan sombong dan kasar sama cewek, kecuali sama pacarnya tara" kata lisa
Deg,,,,
Ica yang sedari tadi hanya menyimak tiba tiba berubah menjadi gusar setelah mendengar perkataan lisa
"hah,,, j-jadi dia sudah memiliki kekasih" ucap ica terkejut
"ia,, gw lihat dia dan tara sering berciuman saat pulang kampus" ucap lisa lagi
"gw gk mau jadi orang ke tiga di hubungan mereka,, gw harus gimana dong" ucap ica gelisah
"sebaiknya lo Terima aja perjodohan ini,, lagi pula vino pasti sudah tau mengenai ini dan dia minta lo rahasiain pernikahan lo dan dia" ucap melda
"ia,,, dari pada orang tua lo sengsara" timpal naya
Ica tampak berfikir keras apa yang harus ia lakukan apa dia harus berkorban untuk orang tuanya
S**esampai di rumah*
Betapa terkejutnya ica melihat ke dua orang tuanya bersitegang membelanya Arya mengatakan kalau ica harus berkorban demi keluarganya tetapi berbeda dengan rossa yang tidak ingin putri satu satunya di nikahkan secara paksa.
Ica yang melihat itu pun menangis dan menghampiri kedua orang tuanya
"pa,,ma,, apa yang kalian lakukan!?" tanya ica memeluk rossa yang sedang menangis sambil berlutut
"maaf kan papa syg, tapi kau harus menikah dengan putra pak agus vino" ucap Arya
"tidak nak, jangan kau dengarkan perkataan papamu kau harus mendengarkan mama mu ini, mama gak mau kau menikahi pria yang tidak kau cintai" ucap rossa mengelus wajah ica dan kembali menangis
ica yang menyaksikan itu cuma bisa menangis lantaran bingung harus bagai mana
"ica asal kau tau, jika kau tidak mau menikahi vino maka kedua orang tuamu ini akan dia buat sengsara oleh tuan agus!!" ucap Arya mulai meninggikan suaranya karena kesal
Ica yang sudah terlanjur sedih dan merasa putus asa karena sudah tidak ada jalan lain selain menikahi vino, Ica lari masuk ke kamarnya dan menangis sejadi jadinya. tidak berapa lama papanya masuk ke kamar tanpa sepengetahuan Ica dan mengelus rambutnya lembut. sambil berkata
"maaf kan papa sayang, papa sungguh tidak berdaya, lagi pula jika kau menikahi vino kau tidak akan kekurangan apapun jadi kamu tidak akan kesusahan" ucap Ica mencoba menjelaskan dan menenangkan Ica
("aku bukan mempermasalahkan harta tetapi cinta yang tidak akan aku dapatkan darinya") batin Ica menangis segugukan
Malam harinya*
Di sisi lain,,,,
Tok,, tok,,, tok,,,
Tara yang sedang membaca buku di ruang tamu bergegas menuju pintu dan membukanya
"k-kau masuklah" ucap tara bahagia dan menyuruh seseorang itu masuk
"syg aku sangat merindukanmu, bagaimana jika kita melakukan itu" ucap seseorang itu sambil membawa tara kedalam pangkuannya
"Aku juga merindukan sentuhan mu by" balas tara sambil membelai wajah seseorang itu
Keesokan harinya*
Di kediaman agus,,,,
Vino masih tertidur dengan nyenyak sampai dia terbangun karena mendengar suara ketukan pintu, hari ini hari minggu jadi vino libur ngampus
"vin, bangun sudah pagi ayo kita makan" panggil mama vino
"ia ma" sahut vino dan menuju kamar mandi
Beberapa menit kemudian vino pun menghampiri meja makan dan duduk tepat di hadapan papanya(agus)
"vino"