
"Varo!?" ucap Vino dan ica sekalian.
Vino pun naik ke lantai atas dan meninggal ica dan Varo sendirian, ica kembali menangis tersedu sedu Varo pun menunduk dan bertanya kepada ica yang terduduk di lantai.
"apa yang terjadi?" tanya Varo.
"sebenarnya,,,,
...*flashback on*...
"aku pulang!!"teriak vino saat memasuki mansion nya.
krikkk,,, krikkk,,, krikkk,,,
Ica sedang berada di kamar mandi jadi otomatis dia tidak mendengar teriakan vino.
"kemana dia?" gumam vino.
vino pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
ceklekk,,,
"oh,, ternyata sedang mandi,, hehehe,,aku kerjain seru nih"ucap vino sambil mengusap tangannya dan menuju ke kasur.
" huhhh,,, menyegarkan"gumam ica sambil menggosok handuk ke rambutnya.
Glekkkk
("semakin lama tubuhnya semakin berisi saja")batin vino terpana dengan tubuh ica.
ica berjalan menuju di depan cermin dan melepaskan handuknya,, sepertinya dia tidak menyadari kehadiran vino.
"huh,, tubuhku semakin lama semakin berisi,, ini membuatku tidak nyaman, sepertinya aku harus diet" gumam ica memutar mutar sambil melihat setiap inci tubuhnya sendiri.
greppp,,,
"aghkkk,,,(plakk)" ica terkejut dan memukul kepala vino dengan catokan rambut yang berada di lemari rias itu.
"aduh,,, kenapa kau memukul ku huh!?" kesal vino sambil mengusap kepalanya yang sakit.
"kau sih mengagetkan saja" jawab ica sambil berpaling dari vino dan mencoba meraih handuknya tapi dengan cepat vino membuangnya jauh.
"ada apa?" tanya vino.
"a-aku ingin menggunakan pakaianku" ucap ica ingin membalikkan badannya dengan cepat ini mencekal dan memasukkan ica ke dalam pelukannya.
"tidak perlu,,, biarkan seperti ini saja" ucap vino sambil menggerakkan kanan ke kiri tubuh ica perlahan seperti orang berdansa.
"kau ini kenapa,, seakan tidak bisa melepaskan tubuh ku?" kesal ica dan mencoba melepaskan diri.
"tubuh mu ini" sambil memasukkan tangannya ke **** * nya ica.
"ahgkk"de-sah + pekik ica.
"hanya milik ku" lanjut vino dan menggerakkan jarinya maju mundur di dalam sana.
"aghh,, hentikan vino" kesal ica sambil menepis tangan vino.
"hehehe,, kau sudah mengerti? jadi jangan coba coba untuk berdekatan dengan pria lain" ucap vino kembali sambil memepetkan dirinya ke ica.
ica membelalakkan matanya karena ada sesuatu yang ke-ras di bawah sana.
"kau merasakannya?" bisik vino. ica hanya diam tidak bisa menjawab.
"tubuhmu ini membuatnya bangun,, dan ngomong ngomong tubuhmu ini semakin lama semakin berisi" ucap vino sambil menjamah tubuh ica yang polos.
sampai di dua gu*du*kan itu dia beraksi.
"ahgkk,, vin,, vino" gerang ica.
"hehehe,, ia sayang" jawab vino sambil mencium pipi ica dan membawanya ke ranjang.
Hal anu pun terjadiππ
π»π»π»π»π»
"hmm,,, vino aku semakin lama semakin gendut kan,, aku tidak cantik lagi" ucap ica cemberut.
"sepertinya aku akan diet" lanjut ica lagi.
"jangan coba coba untuk melakukan itu,, atau aku akan murka kepada mu" jawab vino cepat.
"kenapa gitu? tubuh ku tidak seksi lagi sekarang" jawab ica,, sepertinya dia sudah mulai merelakan dirinya kepada vino.
"malah aku lebih menyukaimu yang lebih berisi,,, tidak seperti hari itu kau sangat kurus aku merasa memp*rk*sa manusia tulang" jawab vino sambil tangannya kembali nakal masuk ke bawah selimut.
"kau,, ahhh,,,"ica benar benar tidak bisa mengontrol dirinya lagi. permainan vino terlalu lembut dan memanjakan tubuhnya.
semakin lama vino semakin menambah banyak jarinya dan kecepatan temponya, membuat ica kewalahan.
" vino,, udah ***,,kup aghh" ica sudah sekarat dia membutuhkannya sekarang,, permainan itu membuat tubuhnya meminta lebih.
"kita main sekali lagi baby" ucap vino sambil menindih tubuh ica.
[dan blablabla,,, hahahaha,, otak author lagi gak beres ini jadi dosa di tanggung sendiri yaπ]
π£π£π£π£
"kau membuat tubuhku patah" kesal ica di sela pelukan vino.
"tapi kau menyukainya kan? ** ku selalu bisa memu*skan mu"goda vino, membuat ica salting, bayangan dimana mereka sedang bercinta terngiang ngiang di pikiran ica.
" tidak perlu kau menghayalkannya jika kau mau aku ada di sini" goda vino lagi.
"sudah ah,, ini tidak lucu" cemberut ica karena terlalu malu sudah ketahuan.
"hahahaha"
"ouh ia,, soal yang ingin mau kau katakan kepada ku kemari? bagaimana apa itu?" tanya vino.
Awalnya ica ragu jadi ia memilih mengalihkan pembicaraan dengan mengajak vino mandi, tapi vino salah faham jadinya mereka mandi bareng.
"sudah sekarang aku mau kau mengatakan soal itu" ucap vino sambil menarik ica ke dalam pangkuannya. jadi sekarang vino dengan menggunakan handuk sepinggang dan memangku ica di pahanya.
"mula mula aku ingin bertanya?" ucap ica.
"apa itu?" jawab vino.
"kenapa kau tidak melakukan percintaan dengan tara bukan kah kau mencintainya? sedangkan aku,, aku hanya istri kontrak,, kita bersama hanya karena perjodohan,, kenapa kau memilih ku?" tanya ica panjang x lebar.
"huhh,, pertama, aku mencintai tapi karena itu aku tidak ingin merusaknya sebelum kami menjadi pasangan yang sah, yang ke dua aku memilih mu karena kau adalah istri sah ku aku bisa menyentuhmu tanpa ada dosa, dan yang terakhir kita menikah karena perjodohan tapi yang namanya pernikahan tetap pernikahan kan? kita sudah sah dimata dunia dan agama" jawab vino sambil menatap ica.
"hemmm,, tapi kau tidak mencintaiku bukan? kenapa kau menyentuh ku,, seharusnya sepasang kekasih itu melakukan nya karena cinta sedangkan kita hanya karena kau menginginkannya" ucap ica sambil tersenyum kecut, sakit loh,, melakukan itu tanpa ada cinta.
Lama vino diam lalu,,
Cup....
(deg)
"sudah sekarang giliran kau yang menjawab pertanyaan ku" ucap vino.
"kenapa kau menanyakan ini semua? dan ada hubungan apa dengan tara?" tanya vino.
ica hanya dia dan mencoba menghindari tatapan vino.
"apa kau mencintaiku?" tanya vino lagi,, ica terkejut lalu mencoba untuk menyangkalnya,, karena dia sendiri juga bingung dengan perasannya.
"kau kepedean" jawab ica.
"kau yakin" tanya vino lagi sambil mencoba menatap bola mata itu tapi selalu menghindar dari tatapannya.
"tatap mataku dan katakan kalau kau tidak mencintaiku" ucap vino lagi tapi ica tetap menatap ke sembarang arah.
akhirnya vino menyentuh lembut kedua pipi ica dan mengulang ucapannya.
"apa kau mencintaiku?" tanya vino dan sekarang mata mereka sudah beradu.
ica gugup kelemahannya adalah tatapan lembut vino.
"kita kembali ke topik pembicaraan" ucap ica melepaskan dekapan tangan vino.
"semua pertanyaan ku tadi ada hubungannya dengan tara" ucap ica, kali ini tatapannya benar benar serius.
"wae?" tanya vino.
.
.
.
.
.
[hallo guys sampai ketemu di bab berikutnya, jangan lupa like, komen, vote yaπ]